Bisa dilihat disini: http://muslim.or.id/aqidah/shalawat-nariyah.html

Shalawat Nariyah <http://muslim.or.id/aqidah/shalawat-nariyah.html> Kategori:
Aqidah <http://muslim.or.id/category/aqidah>

Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu berkata: "Shalawat Nariyah cukup populer di
banyak kalangan dan ada yang meyakini bahwa orang yang bisa membacanya
sebanyak 4444 kali dengan niat menghilangkan kesulitan-kesulitan atau demi
menunaikan hajat maka kebutuhannya pasti akan terpenuhi. Ini merupakan
persangkaan yang keliru dan tidak ada dalilnya sama sekali. Terlebih lagi
apabila anda mengetahui isinya dan menyaksikan adanya kesyirikan secara
terang-terangan di dalamnya. Berikut ini adalah bunyi shalawat tersebut:"

اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد الذي تنحل به العقد وتنفرج
به الكرب وتقضى به الحوائج وتنال به الرغائب وحسن الخواتيم ويستسقى الغمام
بوجهه الكريم وعلى آله وصحبه عدد كل معلوم لك

*Allahumma sholli sholaatan kaamilatan Wa sallim salaaman taaman 'ala
sayyidinaa Muhammadin Alladzi tanhallu bihil 'uqadu, wa tanfariju bihil
kurabu, wa tuqdhaa bihil hawaa'iju Wa tunaalu bihir raghaa'ibu wa husnul
khawaatimi wa yustasqal ghomaamu bi wajhihil kariimi, wa 'alaa aalihi, wa
shahbihi 'adada kulli ma'luumin laka*

Artinya:

*"Ya Allah, limpahkanlah pujian yang sempurna dan juga keselamatan
sepenuhnya, Kepada pemimpin kami Muhammad, Yang dengan sebab beliau
ikatan-ikatan (di dalam hati) menjadi terurai, Berkat beliau berbagai
kesulitan menjadi lenyap, Berbagai kebutuhan menjadi terpenuhi, Dan dengan
sebab pertolongan beliau pula segala harapan tercapai, Begitu pula akhir
hidup yang baik didapatkan, Berbagai gundah gulana akan dimintakan
pertolongan dan jalan keluar dengan perantara wajahnya yang mulia, Semoga
keselamatan juga tercurah kepada keluarganya, dan semua sahabatnya sebanyak
orang yang Engkau ketahui jumlahnya."*

Syaikh berkata:

"Sesungguhnya aqidah tauhid yang diserukan oleh Al-Qur'an Al Karim dan
diajarkan kepada kita oleh Rasulullah *shallallahu 'alaihi wa
sallam*mewajibkan kepada setiap muslim untuk meyakini bahwa Allah
semata yang
berkuasa untuk melepaskan ikatan-ikatan di dalam hati, menyingkirkan
kesusahan-kesusahan, memenuhi segala macam kebutuhan dan memberikan
permintaan orang yang sedang meminta kepada-Nya. Oleh sebab itu seorang
muslim tidak boleh berdoa kepada selain Allah demi menghilangkan kesedihan
atau menyembuhkan penyakitnya meskipun yang di serunya adalah malaikat
utusan atau Nabi yang dekat (dengan Allah). Al-Qur'an ini telah mengingkari
perbuatan berdoa kepada selain Allah baik kepada para rasul ataupun para
wali. Allah berfirman yang artinya:

أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ
أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ
عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

*"Bahkan sesembahan yang mereka seru (selain Allah) itu justru mencari
kedekatan diri kepada Rabb mereka dengan menempuh ketaatan supaya mereka
semakin bertambah dekat kepada-Nya dan mereka pun berharap kepada rahmat-Nya
serta merasa takut akan azab-Nya. Sesungguhnya siksa Rabbmu adalah sesuatu
yang harus ditakuti."* (QS. Al-Israa': 57). Para ulama tafsir mengatakan
bahwa ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang yang berdoa kepada Isa
Al-Masih atau memuja malaikat atau jin-jin yang saleh (sebagaimana
diceritakan oleh Ibnu Katsir)."

Beliau melanjutkan penjelasannya:

"Bagaimana Rasul *shallallahu 'alaihi wa sallam* bisa merasa ridha kalau
beliau dikatakan sebagai orang yang bisa melepaskan ikatan-ikatan hati dan
bisa melenyapkan berbagai kesusahan padahal Al-Qur'an saja telah
memerintahkan beliau untuk berkata tentang dirinya:

قُلْ لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلا ضَرًّا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ
كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ
السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

*"Katakanlah: Aku tidak berkuasa atas manfaat dan madharat bagi diriku
sendiri kecuali sebatas apa yang dikehendaki Allah. Seandainya aku memang
mengetahui perkara ghaib maka aku akan memperbanyak kebaikan dan tidak ada
keburukan yang akan menimpaku. Sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi
peringatan dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman."* (QS.
Al-A'raaf)

Pada suatu saat ada seseorang yag datang menemui Rasul *shallallahu 'alaihi
wa sallam* dan mengatakan: *"Atas kehendak Allah dan kehendakmu wahai Rasul"
*, Maka beliau menghardiknya dengan mengatakan, *"Apakah kamu ingin
menjadikan aku sebagai sekutu bagi Allah? Katakan: Atas kehendak Allah
semata."* Nidd atau sekutu artinya: matsiil wa syariik (yang serupa dan
sejawat) (HR. Nasa'i dengan sanad hasan)

Beliau melanjutkan lagi penjelasannya:

"Seandainya kita ganti kata bihi (به) (dengan sebab beliau) dengan bihaa
(بها) (dengan sebab shalawat) maka tentulah maknanya akan benar tanpa perlu
memberikan batasan bilangan sebagaimana yang disebutkan tadi. Sehingga
bacaannya menjadi seperti ini:

اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد التي تحل بها العقد

*Allahumma sholli sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taamman 'ala
sayyidinaa Muhammadin Allati tuhillu bihal 'uqadu (artinya ikatan hati
menjadi terlepas karena shalawat)*

Hal itu karena membaca shalawat kepada Nabi *shallallahu 'alaihi wa
sallam*adalah ibadah yang bisa dijadikan sarana untuk bertawassul
memohon
dilepaskan dari kesedihan dan kesusahan. Mengapa kita membaca bacaan
shalawat bid'ah ini yang hanya berasal dari ucapan makhluk biasa sebagaimana
kita dan justru meninggalkan kebiasaan membaca shalawat Ibrahimiyah (yaitu
yang biasa kita baca dalam shalat, pent) yang berasal dari ucapan Rasul yang
Ma'shum?"

***

Penulis: Muhammad Jamil Zainu
Diterjemahkan oleh Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel www.muslim.or.id


2008/12/10 Wahyudinor Abu Fauzan <[EMAIL PROTECTED]>

>   Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
>
> Saya mau menanyakan, bagaimana tentang shalawat nariyah yang banyak
> terdapat di buku Yasin. Saya pernah mendengar bahwa shalawat nariyah ini
> bid'ah. Kalau memang benar, mohon penjelasannya apabila ada dari ikhwah
> sekalian yang mengetahui letak/sebab bid'ahnya shalawat nariyah ini (mungkin
> dari segi artinya). Mohon maaf apabila sebelumnya telah ada pertanyaan
> serupa.
>
> Syukron katsiir
>
> Wahyu Abu Fauzan
>
> Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! Membuat
> tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah.
> http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
>  
>

Kirim email ke