salam, ana ingin berkongsi sedikit pengalaman. ana merupakan isteri kedua, keinginan menikah yang di utarakan oleh suami adalah kerana zaujah pertama yang sakit sehingga sekarang. dan ana menerima atas dasar ukhuwwah dan ia bukan sekedar memenuhi tuntutan biologis, dunia, etc namun apa yan gkami semua harapkan adalah lebih daripada itu, inshaAllah.
sangat banyak hikmah poligami sebenarnya, dan ia adalah salah satu solusi dari Allah Ta'ala untuk membela kaum wanita. sebagai manusia, sifat cemburu tu memangnya ada..sedangkan saidatina 'Aisha RA pun mencemburui isteri2 rasulallah sallalahu 'alaihi wassalam yang lain, namun ianya mempunyai batas. jangan lihat kelebihan pada isteri2 yang lain dan cuba menyaingi, kerana Allah ciptakan kita dengan keistimewaan yang berbeda. hiduplah dengan apa yang ada - yang tua tidak akan mampu menjadi muda semula, begitu juga yan gmuda, tidak akan mampu menciptakan kenangan sepertimana 10 tahun isteri tua bersama suami. bersifat qona'ah dan bersyukur dengan apa yang ada. yang tua jangan sampai menghalangi suami menafkahi isteri muda, begitu juga yang muda jangan sampai meminta2 berlebihan dari kemampuan suami. adil bagi sang suami adalah apabila isteri-isteri saling meredhai dengan apa yang disediakan oleh sang suami untuk isteri-isterinya. rezeki adalah kurniaan Allah, ia boleh datang dan pergi. apa yang kita beri dan hulurkan semasa di dunia ni akan menjadi milik kita di akhirat kelak, jadi saling tolong menolong dan meringankan beban sesama isteri merupakan satu bentuk ibadat bukan sahaja kepada isteri2 malah ganjaran turut terbekas pada suami yang menjadi sumber, inshaAllah. inshaAllah setakat ini dahulu, wallahu 'aalam. 2008/12/17 Yuni <[email protected]> > Assalamu'alaikum.. > > Maaf semua tidak bermaksud apa, hanya sebagai wanita biasa yang dalam tahap > belajar, syah2 saja beberapa diantara kami bertanya. Bertanya yang mungkin > hanya didasarkan pada emosi diri. Ampuni kami ya ALLAH. Mohon jangan > menyudutkan kami bila timbul pertanyaan ini, tapi berilah kami "air" untuk > menyegarkan hati. > > Kalau boleh bertanya... > > Mengapa bukan kaum lelaki yang diberi larangan / batasan pandangannya > terhadap kaum wanita. Apabila dibatasi, bukankah yang beriman pasti takut > dan menundukkan mata. Jadi keinginan untuk menikah lagi pasti jauh dari hati > > Ini pertanyaan "duniawi ya", tapi ALLAH punya rahasia yang kita manusia > tidak tahu. DIA MAHA Tahu yang terbaik dan kita hanyalah melulu pandangan > mata. > > Semoga ALLAH memudahkan kita untuk mendalami dien ini. Amin ya ALLAH amin > > Wasalam, > > YUNI > > > ----- Original Message ----- > From: Syamsul Ariefin > To: [email protected] <assunnah%40yahoogroups.com> > Sent: Thursday, December 11, 2008 1:47 PM > Subject: [assunnah] Nasihat Untuk Muslimah Tentang Poligami. > > Saudariku Muslimah. > Janganlah kamu menolak ta'addud (poligami), karena ia adalah hukum Allah > pada makhluk-Nya > dan Dia lebih mengetahui apa yang baik untuk para wanita. > > Saudariku Muslimah. > Allah Azza wa Jalla Maha Mengetahui maslahat-masalahat hamba-hamba-Nya. > Allah tidak akan memerintahkan, melainkan yang ada kebaikan dan berkah > padanya. > > Saudariku Muslimah. > Darimana kamu mengetahui bahwa suamimu tidak akan berlaku adil antara kamu > dan istrinya yang lain. > Ini tidak mungkin. Apakah kamu mengetahui yang ghaib, ataukah hanya karena > ketakutan terhadap sesuatu yang tidak mengetahuinya, kecuali Allah? > > Saudariku Muslimah. > Jika kamu mengetahui dari suamimu keinginannya untuk berta'addud, janganlah > menghalanginya. > Jika kamu menghalanginya, secara tidak langsung membantunya menempuh jalan > haram. > Dikhawatirkan kamu ikut mendapatkan dosanya karena kamu seperti orang yang > menunjukkan atasnya. > Berapa banyak dari istri-istri yang keji yang menjadi penyebab suaminya > terjerumus melakukan zina dan skandal akibat penolakannya terhadap ta'addud > yang telah disyariatkan Allah? > > Saudariku Muslimah. > Kamu telah memiliki suri teladan yang baik pada istri-istri Nabi > Shallallahu alaihi wasallam dan Shahabiyah yang mulia. > Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam telah melakukan ta'addud dan dia > adalah guru manusia. > Begitu juga dengan para shahabat. > Semoga Allah meridhai mereka dan memberi taufiq-Nya kepada kita. Amin > > *dari cover belakang buku: Istriku Menikahkanku > > -- .:: And continue to remind, for surely the reminder profits the believers [51:55] ::.
