Syaikh ‘Abdullah Al ‘Ubailan ditanya:

Apa tanggapan Anda terhadap peperangan yang terjadi di tengah-tengah
kaum muslimin, lalu apa fatwa dan penjelasan mengenai hal ini?



Syaikh hafizhohullah menjawab:

Bismillahir rahmanir rohim

Segala puji hanyalah milik Allah, kami memuji-Nya, kami meminta
pertolongan pada-Nya, kami memohon ampunan dari-Nya dan kami pun
bertaubat kepada-Nya. Kami meminta perlindungan kepada Allah dari
kejelekan diri kami dan kejelekan amal kami. Barangsiapa yang diberi
petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang bisa
menyesatkannya. Barangsiapa yang disesatkan oleh-Nya, maka tidak ada
seorang pun yang bisa memberi petunjuk padanya. Aku bersaksi bahwa
tidak ada sesembahan yang disembah dengan benar kecuali Allah semata,
tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba
dan utusan-Nya. Amma ba’du, sesungguhnya perkataan yang paling jujur adalah 
Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu 
‘alaihi wa sallam.
Sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan (dalam agama).
Setiap perkara yang diada-adakan dalam agama itulah bid’ah dan setiap
bid’ah adalah sesat.

Sebelum menjelaskan perkataan ulama mengenai hal ini, saya terlebih
dahulu menyebutkan perkataan para ulama Ahlus Sunnah di zaman ini. Di
antara ulama-ulama tersebut adalah: Yang mulia Syaikh Abdul ‘Aziz bin
Abdillah bin Baz, pakar hadits abad ini Syaikh Muhammad Nashiruddin Al
Albani, pakar fikih abad ini Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin,
peneliti handal Syaikh Sholeh bin Fauzan Al Fauzan, yang mulia Syaikh
Abdul Aziz bin Abdillah Alusy Syaikh, dan di antaranya lagi adalah
Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi, juga ulama-ulama lainnya yang
mengikuti jalan hidup mereka dengan meniti syariat ini. Para ulama
inilah yang senantiasa menolong kaum muslimin saat ini bahkan di setiap
masa. Setelah itu, aku katakan –dengan taufik Allah-:
Perlu diketahui bahwa Al Qur’an telah memberi petunjuk kepada kita
untuk menyelesaikan tiga problema, di mana dengan penjelasan Al Qur’an
akan menyelematkan berbagai negeri Islam.

Problema Pertama:

Kelemahan kaum muslimin di setiap penjuru dunia dari sisi jumlah
dibanding orang kafir. Sungguh, Al Qur’an telah memberi petunjuk pada
kita untuk menyelesaikan problema ini dengan solusi yang paling bagus
dan adil. Al Qur’an telah menjelaskan bahwa untuk menyembuhkan penyakit
lemahnya kaum muslimin dari orang kafir adalah dengan penuh kesungguhan
menghadap Allah, dengan menguatkan keimanan, dan bertawakkal pada-Nya
karena Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa, dan Yang Maha Kuasa
terhadap segala sesuatu. Siapa saja yang beriman dengan
sebenar-benarnya, maka tidaklah mungkin orang-orang kafir
mengalahkannya walaupun mereka (orang kafir) menang dalam hal kekuatan
dari kaum muslimin.

Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah:

Di perang Ahzab, orang-orang kafir memerangi kaum muslimin dan pada
saat itu kaum muslimin sudah dalam keadaan terkepung dengan pasukan
orang kafir yang sangat besar, sebagaimana hal ini disebutkan dalam
firman Allah Ta’ala,
إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَإِذْ
زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ
بِاللَّهِ الظُّنُونَا (10) هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ
وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا (11)

“(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari
bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik
menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan
bermacam-macam sangkaan. Di situlah diuji orang-orang mukmin dan
digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.” (QS. Al Ahzab: 10-11)

Lihatlah kondisi perang ketika itu. Kaum muslimin sudah dikepung
oleh pasukan orang kafir yang sangat banyak dan begitu kuat. Seluruh
manusia saat ini pasti sudah kehilangan strategi. Jadi yang patut
engkau tahu bahwa solusi ketika menghadapi problema yang sulit semacam
ini telah Allah Ta’ala jelaskan dalam surat Al Ahzab pada firman-Nya,


وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا
وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا
زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا
“Dan tatkala orang-orang mu’min melihat golongan-golongan yang
bersekutu itu, mereka berkata: ‘Inilah yang dijanjikan Allah dan
Rasul-Nya kepada kita.’ Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang
demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan
ketundukan.” (QS. Al Ahzab: 22)

Jadi, dengan keimanan
yang sempurna dan ketundukan yang sebenar-benarnya kepada Allah Ta’ala,
juga kuat dalam tawakkal, itulah sebab untuk menyelesaikan problema
yang sulit ini.

Allah sendiri telah menegaskan mengenai hasil dari penyembuhan
seperti ini (yaitu karena adanya keimanan yang kokoh, pen) dalam
firman-Nya,

وَرَدَّ اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا
خَيْرًا وَكَفَى اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ الْقِتَالَ وَكَانَ اللَّهُ
قَوِيًّا عَزِيزًا (25) وَأَنْزَلَ الَّذِينَ ظَاهَرُوهُمْ مِنْ أَهْلِ
الْكِتَابِ مِنْ صَيَاصِيهِمْ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ
فَرِيقًا تَقْتُلُونَ وَتَأْسِرُونَ فَرِيقًا (26) وَأَوْرَثَكُمْ
أَرْضَهُمْ وَدِيَارَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ وَأَرْضًا لَمْ تَطَئُوهَا
وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا (27)

“Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan
mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan
apapun. Dan Allah menghindarkan orang-orang mu’min dari peperangan. Dan
adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Dan Dia menurunkan
orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan
yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memesukkan rasa
takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian
yang lain kamu tawan. Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah,
rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum
kamu injak. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.” (QS. Al 
Ahzab: 25-27)

Begitulah pertolongan Allah terhadap musuh-musuh kaum muslimin.
Mereka tidak menyangka bahwa yang menolong mereka adalah (para tentara
dari) malaikat dan juga ditolong melalui angin (topan). Allah Ta’ala
berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ
عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا
وَجُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا
“Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang
telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara,
lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak
dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu
kerjakan.” (QS. Al Ahzab: 9)

Begitu pula Allah Ta’ala mengetahui keikhlasan yang sempurna dari
orang-orang yang melakukan Bai’atur Ridwan, sebagaimana dalam
firman-Nya,
لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ 
الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ
“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu’min
ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon , maka Allah
mengetahui apa yang ada dalam hati mereka.” (QS. Al Fath: 18). 

Yang dimaksudkan dengan ‘apa yang dalam hati mereka’ adalah keimanan
dan keikhlasan. Karena keimanan dan keikhlasan inilah menghasilkan buah
sebagaimana yang Allah Ta’ala sebutkan dalam firman-Nya,
وَأُخْرَى لَمْ تَقْدِرُوا عَلَيْهَا قَدْ أَحَاطَ اللَّهُ بِهَا وَكَانَ اللَّهُ 
عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا
“Dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain
(atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya yang sungguh
Allah telah menentukan-Nya. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu.” (QS. Al Fath: 21). 

Dalam ayat ini, Allah Ta’ala
menegaskan bahwa kaum muslimin belum dapat menaklukan negeri-negeri
lainnya, namun Allah-lah yang menetapkan sehingga mereka pun mampu
menguasai negeri-negeri tersebut. Itulah buah dari kuatnya iman dan
ikhlas.
Ayat tadi menjelaskan bahwa ikhlas
yang murni kepada Allah dan kuatnya keimanan adalah sebab kaum yang
lemah bisa mengalahkan kaum yang jauh lebih kuat. Itulah yang
difirmankan oleh Allah Ta’ala,
كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ 
مَعَ الصَّابِرِينَ
“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan
golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang
yang sabar.” (QS. Al Baqarah: 249)

Problema Kedua:

Mengapa orang kafir bisa mengalahkan orang-orang beriman dengan
membunuh, melukai dan bentuk kerugian lainnya, padahal kaum muslimin
berada di atas agama yang benar sedangkan mereka orang kafir berada
dalam kebatilan?
Problema seperti ini juga pernah dialami oleh sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi 
wa sallam. Allah Ta’ala sendiri menjelaskan problema ini melalui wahyu dari 
langit yang senantiasa dibaca dalam Kitabullah (Al Qur’an).

Kejadian yang dialami sahabat adalah ketika berada di perang Uhud. Pada saat 
itu, paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
terbunuh, begitu pula anak dari pamannya. Ketika itu pula beberapa kaum
muhajirin terbunuh dan 70 kaum Anshor pun terbunuh. Rasulullah shallallahu 
‘alaihi wa sallam
pun terluka,  bibirnya sobek dan giginya (yaitu gigi yang terletak
antara gigi seri dan gigi taring) patah, dan dahinya pun terluka.
Para sahabat ketika itu merasa heran dengan kejadian ketika itu. 
Mereka berujar, “Bagaimana
mungkin kaum musyrikin sekarang bisa mengalahkan kita, padahal kita
berada di atas kebenaran sedangkan mereka berada dalam kebatilan?” Kemudian 
Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya,
أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّى 
هَذَا قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ
“Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud),
padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada
musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: ‘Dari mana
datangnya (kekalahan) ini?’ Katakanlah: Itu dari (kesalahan) dirimu
sendiri.” (QS. Ali Imran: 165)

Lihatlah bahwa Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ
“Katakanlah: Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS. Ali Imran: 165)
Ayat di atas masih global dan kesalahan mereka ini dijelaskan lagi dalam firman 
Allah Ta’ala,
وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُمْ بِإِذْنِهِ
حَتَّى إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِنْ
بَعْدِ مَا أَرَاكُمْ مَا تُحِبُّونَ مِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الدُّنْيَا
وَمِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الْآَخِرَةَ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ
لِيَبْتَلِيَكُمْ
“Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu,
ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah
dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul)
sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu
ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada orang yang
menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk
menguji kamu.” (QS. Ali Imran: 152)

Inilah keterangan langsung dari langit, penjelasan yang sangat jelas
bahwa sebab kemenangan orang kafir terhadap kaum muslimin adalah karena
kelemahan kaum muslimin sendiri, perselisihan mereka dalam suatu urusan
dan kedurhakaan mereka terhadap perintah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, 
dan di antara mereka ada yang lebih mementingkan dunia daripada perintah beliau 
shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sudah tidak samar lagi bahwa setiap penyakit 
pasti ada obatnya.

-bersambung insya Allah-
***
Oleh: Syaikh Abdullah Al ‘Ubailan hafizhohullah

Diterjemahkan oleh: Muhammad Abduh Tuasikal, S.T.

Sumber: http://www.islamancient.com/fatawa

Artikel www.muslim.or.id


      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke