Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuhu

Yaa akhi...
Janganlah terlalu merasa rendah diri, karena dengan rasa rendah diri itu 
syaithan akan lebih mudah memasukkan berbagai syubhat dan zhann yang su' ke 
dalam fikiran dan qalbu antum.
Akhi...tidak perlu merasa minder untuk bergabung dalam lingkungan majelis 
salaf. Semuanya adalah thalabul 'ilm. Tidak ada yang merasa lebih eksklusif dan 
intelektual dibanding yang lain. Semua manusia itu sama di hadapan Allah 
al-'Aziiz, yang membedakannya adalah iman dan taqwanya saja.
Adapun masalah pakaian antum yang belum sesuai dengan tuntunan sunnah dan 
syari'at Islam, maka saran ana, ahsan antum segera memperbaikinya (khususnya 
jika antum sudah mengetahui tentang hukum dan dalil yang berkaitan dengan 
masaail tersebut). Karena hal itu akan membawa dampak yang lebih baik bagi 
antum dan istri antum.
Antum juga berkata bahwa terjadi kesulitan komunikasi dengan ikhwan yang lain, 
mungkin hal ini dikarenakan waktu atau tempat (atau udzur lain) yang tidak 
memungkinkan bagi mereka untuk berkomunikasi dengan antum. Saran ana, janganlah 
bersuuzhan kepada mereka, mungkin antum bisa membuka pembicaraan terlebih 
dahulu dengan mereka, insya Allah mereka akan bisa membantu antum untuk lebih 
mengenal manhaj Salafush Shalih yang mulia ini.

Adapun kalangan yang menilai bahwa orang-orang salaf adalah orang-orang yang 
sombong, merasa benar sendiri, kaku, keras, dan sebagainya. 
Pernyataan-pernyataan itu terlontar dari lisan mereka karena mereka belum atau 
bahkan tidak mengenal manhaj yang mulia ini. Janganlah sampai kita terbawa 
kepada syubhat-syubhat dan fitnah-fitnah yang syaithan lancarkan melalui 
lisan-lisan manusia yang tidak memiliki ilmu yang cukup tentang Allah Ta'ala 
dan Rasul-Nya 'alaihish sholatu wassallam demi menggoyah keimanan kita.

Pertanyaan antum mengenai ada atau tidak dalil baik dari al-Qur'an maupun 
hadits yang shohih mengenai kebiasaan bersalaman setelah sholat, kemudian 
haruskah kita menolak bersalaman (apabila ada yang mengajak bersalaman) setelah 
sholat. Maka jawabannya tidak mengapa bersalaman apabila ada yang mengajak 
bersalaman, selama tidak mengganggu (melalaikan) ibadah kita kepada Allah 
Ta'ala (semisal dzikir, do'a, dan ibadah lainnya), dan kita tidak bermaksud 
untuk menyetujui (meridhai) kebiasaan ini. Ada baiknya, setelah kebiasaan 
tersebut kita lakukan (tanpa maksud untuk meridhainya) maka kita sampaikan 
kepada mereka (orang-orang yang awam) tentang ilmu yang belum mereka ketahui 
tersebut. Apabila mereka meridhainya dan merubah pemikiran serta kebiasaan 
mereka tersebut, maka itu lebih baik bagi mereka. Namun, jika mereka menolak 
dan enggan untuk berubah, maka ketahuilah bahwa kita telah melaksanakan amanah 
yang dibebankan kepada kita.
Jadi bukanlah kita menolak dan menafikan kesalahan mereka tanpa memberitahukan 
ilmu yang haq dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi 
wassallam.

Perihal menggunakan bahasa Arab (dan mempelajarinya -pent) dalam percakapan 
atau pun dalam hal-hal yang lain, maka ini adalah kebiasaan yang jayyid. 
Akhi...bukankah al-Qur'an dan al-Hadits itu ditulis dalam bahasa Arab? Maka 
bukankah lebih baik bagi kaum muslimin untuk belajar bahasa Arab agar bisa 
mentadabburi al-Qur'an dan memahami hadits-hadits Rasulullah shallallahu 
'alaihi wassallam serta memaknai setiap kata yang terdapat di dalamnya sehingga 
bisa bertambah keimanan dan rasa syukurnya kepada Rabbul 'alamin? Mempelajari 
bahasa Arab bukan bertujuan untuk menjadikan orangnya lebih eksklusif, tapi 
untuk mempelajari wahyu Allah Ta'ala yang diturunkan melalui Rasul-Nya 
'alaihish sholatu wassallam.

Yaa akhi... ketahuilah bahwa manhaj ini adalah manhajnya Rasulullah 'alaihish 
sholatu wassallam dan para Shahabat radiallahu'anhuma. Tidaklah ada di dalamnya 
kecuali kebenaran. Adapun kesalahan dan kekeliruan yang dilakukan oleh beberapa 
orang yang termasuk dalam golongan Ahlus Sunnah, maka itu adalah sebuah fitrah 
yang tidak dapat dinafikan dari seorang manusiapun di dunia ini, kecuali 
Rasulullah 'alaihish sholatu wassallam berdasarkan kehendak Allah Ta'ala. Maka 
janganlah kita mengurangi kesempurnaan dien ini hanya karena sebuah kekeliruan 
yang dilakukan oleh seseorang. Jika kesalahan dan kekeliruannya itu tidak 
disengaja, maka ingatkanlah dia. Namun jika hal itu disengaja, maka nasihatilah 
dia.
Semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa menghidupkan hati kita semua agar tetap 
berpegang teguh kepada manhaj Salafush Shalih yang mulia ini.

Wallahu a'lam wal musta'an.
Ingatkan ana jika ada kekeliruan dalam penyampaian ana.
Barakallahu fiikum.
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuhu.

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/

INFO:
Saat ini domain assunnah.mine.nu telah diambil alih (direbut) oleh pihak yang 
tidak diketahui. Isi dan kandungannya tidak ada hubungannya dengan pengelola 
sebelumnya.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke