Assalamu'alaykum,

Bisa tolong antum kasih contoh tidak? yg tidak sesuai dengan pemahaman 
Salafush-sholeh yang mana?
atau kegiatan detail mereka sehari-hari yang tidak sesuai, metode dakwah detail 
mereka yang tidak sesuai, atau apa saja yang berkaitan.
Bagi antum yang pernah mengikuti pengajian mereka, mohon informasinya yang 
lebih detail...

Jazaakumullah khoir...

firman
oman


________________________________
From: Ahmad Sibil <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, January 15, 2009 9:59:26 AM
Subject: Re: [assunnah] Bagaimana menangkal pengaruh LDII

Wa'alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
================================================
Dari hasil diskusi dengan beberapa pengurusnya, terkesan bahwa mereka sangat 
fasih sekali shahih Bukhori, kalau mereka juga merujuk kitab hadith tersebut, 
apa mungkin kitab mereka berbeda dengan kitab pada umumnya ? Lalu mengapa 
ajaran mereka bisa sesat kalau (katanya) sumber mereka juga al Quran dan Hadith.

===================================================

Begitulah ya akhi, semua firqoh mengaku-ngaku 'berdasarkah Kitabullah dan 
Sunnah/hadits' atau berujuk kepada 'Kitabullah dan Hadits'.

Masalah firqoh sesat 'LDII' atau dikenal dengan nama 'Islam Jama'ah', ana 
pribadi sempat juga ikutan ngaji pada salah satu da'i-nya sebelum ana mengenal 
Manhajus-Salaf.  Ana akui, da'i mereka memang luar biasa pintar, piawai dan 
fasih akan pengulasan kitab-2 hadits dan Kitabullah.

Alhamdulillah, ana tidak terjerumus masuk kedalam lubang biawaknya, malah ana 
alhamdulillah dengan karunia pertolongan Allah 'azza wajall bisa mencium bau 
ketidak-sedepan dengan metode dan model serta memaknakan nas yang lain dari 
biasanya.

Yang mereka ambil hampir semuanya adalah nas-nas yang Haq (tapi ada juga yang 
dlo'if) akan tetapi mereka memelintirnya (twisting), sesuai dengan metode, 
tujuan dan pemahaman firqohnya, bukan menurut pemahaman dan pengamalan para 
salafuna ash-sholeh ridlwanullah 'alayhim ajma'in.

Ya akhi fillah janganlah tertipu dengan motto "kami bersumber pada al Quran dan 
Hadith",  ini tidak mencukupi untuk menjadi firqohnya Rasulullah 
salallahu'alayhi wasallam beserta para sahabatnya yang mansuuroh, yang najiyah 
dan yang bisa mencicipi air telaga kautsarnya, serta yang Allah 'azza wajall 
firmankan: "pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri,..." (Aali 
Imraan ayat 106)

Kalaulah semua muslim yang mengaku HANYA bersumber pada al-Qur'an dan Sunnah, 
pasti dalam keadaan sesat, karena sebenarnya mereka menentang Allah 'azza 
wajall dan Rasulullah salallahu'alayhi wasallam dan keluar dari golongan yang 
paling selamat yaitu para sahabat, tabi'in dan atbaut-tabi'in, karena Allah 
'azza wajall berfirman:

وَمَن يُشَاقِقِ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ ٱلۡهُدَىٰ وَيَتَّبِعۡ 
غَيۡرَ سَبِيلِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصۡلِهِۦ جَهَنَّمَ��ۖ 
وَسَآءَتۡ مَصِيرًا"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas 
kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu'min, 
Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami 
masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali".  
(surat An-Nisa' ayat 115)

Padahal Allah 'azza wajall juga mengikut-sertakan para sahabat Nabi-Nya diwaktu 
memerintahkan Rasulullah salallahu'alayhi wasallam dalam mengajak orang 
beragama Islam diatas 'Manhaj atau metode'-nya:

قُلۡ هَـٰذِهِۦ سَبِيلِىٓ أَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ��ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۟ 
وَمَنِ ٱتَّبَعَنِى��ۖ وَسُبۡحَـٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۟ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ

Kalau mereka firqoh-2 yang diluar firqoh Rasulullah dan para sahabat, sesudah 
sampai nasihat kepada mereka dan tetap pada pendirian mereka yang jahil, dan 
mengetahui bahwa firqoh Salafush-sholeh yang paling benar dan satu-satunya, dan 
juga tetap berpaling kemudian mengikuti perasaan hati nurani dan akal pikiran 
yang sangat terkendali oleh hawa nafsunya, maka tidak syak lagi mereka 
mengadakan permusuhan yang nyata:

فَإِنۡ ءَامَنُواْ بِمِثۡلِ مَآ ءَامَنتُم بِهِۦ فَقَدِ ٱهۡتَدَواْ��ۖ وَّإِن 
تَوَلَّوۡاْ فَإِنَّمَا هُمۡ فِى شِقَاقٍ۬��ۖ فَسَيَكۡفِيڪَهُمُ ٱللَّهُ��ۚ وَهُوَ 
ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ
"Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh 
mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka 
berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari 
mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".

Kalau kita mau membaca dan meneliti hadits-2 yang sahih, sungguh sangat banyak 
yang memperingatkan kita akan hal ini.

Jadi ya akhi fillah kembali pada pertanyaan antum "Lalu mengapa ajaran mereka 
bisa sesat kalau (katanya) sumber mereka juga al Quran dan Hadith?", nah antum 
bisa pelajari lebih jauh lagi dan renungkanlah!
Jadi masalahnya sangat simple sekali sebenarnya, yaitu tidak memahami 
'Ke-Islaman dan Ke-Imanan' mereka sesuai dengan metode para sahabat yang 
diperintahkan Allah 'azza wajall, tapi biar simple, mengakibatkan mereka 
menjadi sesat dan menyesatkan.

Seperti sahabat Rasulullah salallahu'alayhi wasallam 'Ali ibn Abi Thalib 
mengatakan tentang sesatnya Khawarij, kira-kira artinya begini:  "Mereka 
mengambil nas-nas yang Haq akan tetapi dimaknai dengan makna yang Bathil"

Jadi ana tidak bisa memberikan bantuan yang mantap buat antum dan keluarga, 
tapi nasihat ana, jangan antum putus asa sedikitpun untuk mengajaknya kembali, 
harus dengan kelembutan, kalau bisa sesering mungkin antum menemaninya.

Juga harus antum ingat, bila antum menasihati siapapun akan kebenaran, maka 
antum juga harus belajar juga dan memiliki ilmu yang Haq ini, apalagi untuk 
mengajak dia kembali keluar dari kesesatannya.  Dan camkanlah juga sekarang dia 
dan ajaran itu sudah mulai mendarah-daging, hatinya hampir atau mungkin sudah 
terpenuhi dengan ajaran yang menyimpang itu sehingga petunjuk dan kebenaran 
tidak mempunyai tempat lagi dihatinya.   Nasihatkan juga anggota keluarga antum 
agar juga mempelajari agama Islam dengan benar dan harus memeliki Ilmu yang 
haq, bila mengajak seseorang untuk berjalan diatas petunjuk dan kebenaran.

Ini tip dari ana:  Kalau antum bisa, sekali-kali undang ustadz yang bermanhaj 
salaf untuk memberikan nasihat (pengajian) dirumah antum, dengan demikian agar 
semua keluarga antum bisa juga mempelajari ajaran yang benar, sekaligus, ajak 
saudara antum untuk hadir.  Kalau antum bisa mengadakan ini periodically 
(sering) maka dianya insya-Allah dengan izin-Nya bisa tertarik juga, berpikir 
dan kembali.

Mungkin, ini hanya dugaan ana, jiwa saudara antum itu benar-2 haus akan 
pengisian batin, sedangkan yang dia temukan dikeluarganya adalah hampa dan 
kering akan hal itu, karena itulah dia mencari keluar.  Maka yang dia temukan 
mungkin pertamakali adalah firqoh sesat itu, apalagi dengan modal hanya 
semangat yang membara tanpa sedikitpun ilmu yang haq kecuali bersandar pada 
hawa nafsunya mutlak, maka itulah yang benar menurutnya dan masuk kemudian 
bersemayam memenuhi lubuk hatinya, sehingga tidak adalagi ruangan tersisa 
sedikitpun untuk menerima nasihat antum dan keluarga.

Wallaahu'alam bishowab.


Allaahu musta'an
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh, ibnu alkherid




________________________________
From: Hepi Ardhi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, January 13, 2009 7:57:30 AM
Subject: [assunnah] Bagaimana menangkal pengaruh LDII

Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh

Seorang saudara ana sedang terjerumus dalam jamaah LDII. Tetapi dia begitu 
bersemangat sekali mencari ilmu, hadir pengajian hampir setiap malam, 
sampai-sampai nekat kabur dari rumah karena ingin mondok di pesantren LDII 
Kediri. Orang tua sangat melarang, tapi dia sudah berani melawan orang tua. 
Juga sering mogok makan jika dilarang pergi kajian. Walaupun mengaku belum 
dibaiat, ajaran LDII benar-benar sudah melekat pada saudara ana tersebut.
Kemudian, apa yang bisa dilakukan keluarga dan orang terdekat untuk menangkal 
pengaruh LDII ?
Misalnya kita penasaran dan ingin tau sebenarnya apa yang mereka pelajari dalam 
pengajian tersebut, kemudian ikut serta dalam kajian mereka, hal-hal apa yang 
harus dipersiapkan agar tidak terpengaruh ajaran mereka ?
Dari hasil diskusi dengan beberapa pengurusnya, terkesan bahwa mereka sangat 
fasih sekali shahih Bukhori, kalau mereka juga merujuk kitab hadith tersebut, 
apa mungkin kitab mereka berbeda dengan kitab pada umumnya ? Lalu mengapa 
ajaran mereka bisa sesat kalau (katanya) sumber mereka juga al Quran dan Hadith.
Terimakasih, kiranya antum bisa memberikan solusi terbaik.

Jazaakumullah khoyr...

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

<Hepi Ardhi Risanti>

"Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku 
mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku 
tiada termasuk orang-orang yang musyrik"  (surat Yusuf ayat 108)

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/

INFO:
Saat ini domain assunnah.mine.nu telah diambil alih (direbut) oleh pihak yang 
tidak diketahui. Isi dan kandungannya tidak ada hubungannya dengan pengelola 
sebelumnya.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke