Waalaikumsalam akhi Rofeeq, sebenarnya apa yang terjadi pada diri anta itu persis dengan apa yang sedang terjadi terhadap diri ana juga.
Oleh kerana hal sebegini sudah berlalu hampir setahun, berbagai pengalaman yang ana telah lewati. Kemungkinan apa yang anta alami itu tidak seberat dari apa yang ana rasakan, teman2 yang dulunya sudah berkenalan hampir 7 tahun, kini ada yang bersikap bagaikan membunuh teman dari belakang. Yang lebih jelek lagi, ialah termasuk seorang yang dipanggil ustadz, yang seharusnya meluruskan keadaan turut terlibat sama, sungguh mengelirukan. Kisahnya, terdapat beberapa pelajar yang senang dengan menyampaikan khabar dusta kepada ustadz tersebut, tanpa diselidik,ustadz ini langsung memvonis kami(termasuk teman2 ana) dengan kata2 yang tidak sewajarnya keluar dari mulutnya. Yang memburukkan lagi apa yang diucapkan itu langsung saja ke "PALTALK" yang pasti ramai yang sudah ketahuan. Berbagai cara sudah direncanakan agar fitnah ini tidak berpanjangan, namun mereka maseh bermain-main dibalik tabir, sungguh mendukacitakan. Firman Allah, "Hai orang2 yang beriman, jika datang kepada mu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu" Alhamdullilah, dengan niat kami yang kuat untuk terus menimba ilmu yang bermanhaj salaf ini, dapat kami meneruskan kajian dengan ustadz yang lain pula. Buat Akhi Rofeeq, sekedar untuk menenangkan diri anta dari gangguan perasaan, ana saran agar anta ambil contoh2 kisah nabi, seperti Nabi Yusuf atau kisah perang Siffin diantara Muawiyah bin Abu Sufiyan dan Ali bin Abi Talib, semua ini adalah gara2 fitnah dan apa kurangnya dengan imam Bukhari yang pernah di fitnah oleh gurunya sendiri maka tidak hairanlah kalau ini terjadi korban fitnah. Anggaplah ini sebagai barometer iman seseorang dari Allah untuk hambaNya dan insyaAllah terdapat hikmah disebalik semua ini. Semoga Allah melindungi anta. .Syukron. Beruntunglah Orang Yang Dijauhkan Dari Fitnah http://www.almanhaj.or.id/content/2655/slash/0 "Dari al Miqdad bin al Aswad Radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: Demi Allah! Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Dan barangsiapa yang mendapat ujian lalu bersabar, maka alangkah bagusnya". From: rofeeq2308 Sent: Friday, February 12, 2010 8:51 AM To: [email protected] Subject: [assunnah] Sikap seorang muslim ketika difitnah Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.. Ana mau bertanya tentang sikap ana sebagai seorang muslim apabila kita di fitnah oleh sesama saudara kita sesama muslim..fitnah ini berkaitan dengan sesuatu yang tidak ana kerjakan tetapi disebar luaskan ke teman2 ana sehingga teman2 ana jadi segan untuk bersilaturahmi dg ana.. Padahal yang menyebarkan fitnah ini adalah seorang ahlus sunnah..sehingga membuat ana sedih sekali, mohon penjelasanya sikap apa yg harus ana ambil..syukron.. Rofeeq
