Waalaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh,

Manhaj bermakna metode/cara memahami islam, manhaj salaf bermakna metode 
memahami islam sesuai pemahaman salaf...
Perbedaan manhaj(cara memahami), bisa menyebabkan perbedaan pemahaman..
Dari pemahaman yang berbeda tersebut seseorang bisa menjadi ahli bid'ah, bisa 
menjadi teroris, bisa menjadi sufi, bisa menjadi liberal (islam liberal), bisa 
menjadi salafi, dan lainnya....
Jadi harus dipahami sebatas mana perbedaan pemahaman yang ada, apakah bisa 
ditoleransi ? apakah kita mempunyai kemampuan untuk meluruskan pemahamannya ? 
atau malah kita yang akan terbawa arus ?
Sangat disayangkan jika seseorang mendukung manhaj salaf tetapi tidak mengikuti 
manhaj salaf.. mungkin karena pengaruh lingkungan yang membuat berat untuk 
mengikuti manhaj salaf..
sebagai contoh : seseorang mengetahui bahwa kenduri arwah, perayaan maulid nabi 
adalah bid'ah, tapi semua orang dilingkungannya melakukan(merayakan), jika dia 
tidak ikut akan dikucilkan maka terpaksa dia mengikutinya. Mungkin jika dia 
berada dilingkungan yang bermanhaj salaf maka dia akan meninggalkan kebid'ahan 
tersebut..
Kesimpulannya jika memang hubungan (pernikahan) tersebut bisa menjadi jalan 
kebaikan (jalan dakwah) maka lanjutkan saja..
tapi jika hubungan tersebut akan membawa keburukan bagi agama kita maka 
tinggalkan saja... semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik..

Wallohu a`lam bissawab....
Wassalamu'alaikum..

--- On Sat, 3/13/10, Angi Puspita <[email protected]> wrote:
From: Angi Puspita <[email protected]>
Subject: [assunnah] menikah dengan seseorang yang beda manhaj
To: [email protected]
Date: Saturday, March 13, 2010, 1:53 PM
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

afwan ana dapat "titipan" pertanyaan dari teman,
langsung saja, mungkin ikhwatifillah dan akhwatfillah ada yang
tahu hukum menikah dengan Ikhwan yang beda manhaj
tetapi ikhwan tersebut mendukung manhaj salafi?
mohon tanggapan dan penjelasannya.
jazakummullah wa barakallahufikum
-Angi-

Kirim email ke