From: nahdi_safarin <[email protected]> Date: Friday, March 19, 2010, 1:28 AM Assalamu'alaikum apakah ada dalilnya surah apa yg dibc setelah alfatihah dlm setiap rakaat sholat witir? seperti kebiasaan pd umumnya, rakaat pertama surah al A'la, kedua al kafirun, ketiga langsung 3 surah, al ikhlas, al falaq dan Annas mohon penjelasannya, trm kasih bnyk. Assalamu'alaikum ________________________________________
Wa'alaikumsalam Dalilnya, Dari Ibnu Abbas, dia bercerita :"Rasulullah mengerjakan Witir tiga rakaat. Beliau membaca pada rakaat pertama :Sabbihis marabbikal 'ala, pada rakaat kedua:Qul yaa ayyuhal kafirun, dan pada rakaat ketiga membaca:Qul huwallahu ahad". (Hadits shahih. riwayat an-Nasa'i dalam kitab "Qiyamul lail wa Tathawwu'un Nahar, Bab ""Dzikrul Ikhtilaf 'alaa abi Ishaq fii Hadits Sa'id bin Jubair 'an Ibni Abbas fil Witr (III/236)). Pembahasan lengkap silahkan lihat Kitab "Meneladani Shalat-Shalat Sunnah Rasulullah" karangan Syaikh Muhammad Umar Bazmul, penerbit Pustaka Imam Asy Syafi'i Dan silakan baca juga di almanhaj http://www.almanhaj.or.id/content/1945/slash/0 Dasarnya hadits Abu Ayyub Radhiyallahu 'anhu yang tercantum di dalamnya : "Barangsiapa yang ingin berwitir tiga raka'at, hendaknya ia melakukannya" [15] Juga hadits Abdullah bin Ka'ab Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pada waktu witir membaca " Sabbihis Marabbikal A'la", pada raka'at kedua membaca " Qul Yaa Ayyuhal Kaafirun". Dan pada rakaat ke tiga membaca " Qul Huwallahu Ahad" Usai salam, beliau mengucapkan " Subhanal Malikil Quddus" tiga kali [16] Akan tetapi tiga rakaat itu beliau lakukan sejaligus, dengan hanya satu kali tasyahhud di akhirnya. Karena kalau dilakukan degan dua kali tasyahud, akan mirip dengan shalat Maghrib [17] Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melarang shalat sunnah diserupakan dengan shalat Maghrib [18], berdasarkan hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam diriwayatkan bahwa beliau bersabda : "Janganlah kalian berwitir tiga raka'at. Berwitirlah lima rakaat atau tujuh raka'at. Jangan serupakan dengan shalat Maghrib. [19] Al-Hafidz Ibnu Hajar Rahimahulah menggabungkan antara hadits-hadits dan riwayat yang membolehkan witir tga rakaat dalam penafsiran bahwa ketiga rakaat itu dalam shalat hingga akhir, dengan hadits-hadits yang melarang witir tiga raka�at dalam penafsiran bahwa itu dilakukan dengan dua kali tasyahud, hingga menyerupai shalat Maghrib" [20] Di antara dalil yang munnjukkan. Witir tiga rakaat adalah hadits Al-Qasim dari Abdullah bin Umar, bahwa ia berkata : Rasulullah bersabda : "Shalat pada waktu malam itu dua-dua raka'at. Bila engkau hendak menyelesaikannya, hendaknya shalat satu raka'at itu bisa menjadi witir dari shalat yang sudah kamu lakukan". Al-Qasim menyatakan : "Kami sendiri pernah melihat banyak orang semenjak kami nalar, yang melakukan witir tiga raka'at. Sesungguhnya masalah ini cukup luas. Aku kira tidak ada yang salah dari semua cara itu. [21]
