Wa'alaykumussalam pak dokter.. Dokter benar, ustadz juga perlu didampingi pakar ilmu2 populer saat mereka ditanya tentang permasalahan populer yang spesifik. Makanya Haiah Kibarul Ulama Saudi kalau mau berfatwa tentang sesuatu yg populer (misal: rokok/merokok), mereka hafizhahumullah (warahimahumullah) selalu memperhatikan pendapat/hasil riset para ahli masalah tersebut.
Saya juga apreciate bener terhadap tulisan/perkataan dokter pada alinea pertama di bawah ini. Kita perlu membudayakan kaidah ilmiah (sesuai kemampuan masing2) dalam berkata dan berbuat. Dan Insya Allah, manhaj mulia yang sedang dan terus kita pelajari ini tidak terbantahkan oleh siapapun karena kaidah ilmiah seperti yang sudah kita mengerti. Walhamdulillah. Hanya saja jika diskusi di milis ini diteruskan tidak dengan disuksi di darat (seminar, dll) mungkin hasilnya tidak maksimal. Allahu A'lam. Tawaran dokter Henny bagus juga.. Share ilmu kepada kaum muslimin tentang/seputar ASI ini. Saya juga insya Allah termasuk orang awam soal ilmu2 begini. Walhamdulillah, kemudian kami berterimakasih kepada dokter2 muslim yang berkenan berbagi bersama kami. Insya Allah ilmu yang bermanfaat akan langgeng pahalanya hingga hari perhitungan amal kelak. Wassalamu'alaykum, teriring syukur kami kepada Allah, kemudian ucapan terimakasih kepada saudara2 seaqidah yang telah berbuat baik kepada kami. Abi Ziyad al Fikri --- In [email protected], Dr.Salamun Sastra <onc...@...> wrote: > > Assalamualaikum ya saudaraku... > > Terimakasih untuk emailnya. > > kepada siapapun saya bersedia untuk memberikan segala penjelasan dalam bidang > Kesehatan/kedokteran, baik ilmiah maupun populer, sepanjang sesuai dengan > keahlian saya serta sepanjang batas pengetahuan saya. > > Kami menjumpai bahwa para ustadz yang memberikan dakwah lalu menterjemahkan > isi al Quran dan Hadits terkait dengan masalah kesehatan dan kedokteran > secara tidak benar, sayang sekali !!! > > Contoh yang mudah sekali : "Bersetubuh pada saat wanita dalam keadaan haid > adalah haram (ini hukum)". Bisakah diuraikan secara kesehatan ? > > Sangat bisa. > > "Pada saat haid, terjadi perdarahan, berarti ada luka, berarti ada permukaan > tubuh yang terpapar untuk terkena infeksi, alat sang laki2lah yang menjadi > mediator untuk membawa kuman kedalam liang sanggama dan menyebabkan infeksi > pada dinding rahim. Infeksi di dinding rahim bila sembuh akan meninggalkan > parut, parut ini menyebabkan hambatan bagi telur yang sudah dibuahi untuk > melakukan (nidasi) pelekaan pada dinding rahim untuk melanjutkan proses > menjadi manusia. Walaupun terjadi nidasi, parut akan merupakan gangguan untuk > kehamilan serta proses kelahiran". > > Nah, ditahun 1950-an, ada guru ngaji di Petojo,Jakarta waktu ditanya hal > diatas jawabannya : kalau kita bersetubuh pada saat haid akan kena lepra. > > Begitu kira2nya, jadi kalau misalnya Sdr Abu hanzhalah seorang Ahli dalam > agama Islam kemudian didampingi oleh ahli lain atau sebaliknya bukan main > tingginya kualitas dakwah yang dilakukan. > > Misalnya adanya tsunami, terus menerus ada bencana alam...hal ini ada dalam > al Quran, tetapi juga dapat di uraikan secara ilmiah. > > Musibah itu karena Allah, penyakit itu karena Allah namun kita manusia diberi > ilmu untuk menguraikannya serta mengatasinya. > > Allah memberikan kita penyakit yang ada cara mengatasinya, betul bukan.Maha > Kuasa ya Allah > > Demikian dari saya. > Wassalam > > prof Salamun Sastra > > > From: hasa...@... > To: [email protected] > Subject: Re: [assunnah] OOT : Menyusui saat hamil > Date: Mon, 15 Mar 2010 14:57:31 +0700 > > Walaikumussalam waromatullooh > > Alhamdulillaah.... sy mendapat nasihat dari pa Dr. Slamun semoga Alloh > memuliyakan antum ! > Dan ini merupakan ilmu /pembelajaran bagi saya...jika pernyataan saya salah > ...maka saya mohon maaf kepada ihwan wa ahwat semuanya ! > Sudi kiranya pa Dokter meluruskan berdasar sumber2 yang jelas ... sy RUJUK > jika bapak ada dalam kebenaran . Ini imel saya : hasan.nur...@... > semoga ihwan yang lain tidak salah memahami ...jika bapak yang ahli > meluruskannya...jadi ihwan yang lain sngat perlu mendapat kelurusan atas > pernyataan saya yang salah > Jazakalloohu khoiron ...ditunggu pak koreksinya....sy pun manusia biasa , > bisa SALAH...dan sebaik2 orang bersalah ialah yang bertaubat. > Maka saya bertaubat dari perkataan saya jika bapak bisa meluruskan scr > ilmiyyah..! > > Al Faqiir Ilallooh.... > ========================== >
