Wa alaykumus salaam warohmatullah wabarokaatuh, Sedikit saja tentang keturunan.... Allah Azza wa Jalla telah berfirman pada Surat Al-Hujuurat ayat 13:
Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. Ayat ini dijelaskan oleh Ulama', bahwa tidak ada keutamaan orang Arab atau selain Arab. Bukan merendahkan bangsa arab... Hanya saja mereka lebih istimewa daripada kita, karena Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa arab. Nabi kita yang mulia, Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam adalah bangsa arab, bahkan para Ulama sejak dahulu hingga kini, yang terbanyak adalah bangsa Arab. Hanya saja, Allah Azza Wa Jalla tetap mengingatkan kita bahwa bangsa maupun keturunan tidak dapat menyelamatkan seseorang dari kehinaan... Dan semata-mata bangsa dan keturunan juga tidak dapat mengangkat derajat kemuliaan seseorang disisi Allah Azza Wa Jalla. Mungkin dimata orang banyak, iada adalah seorang yang mulia, namun hina menurut Allah Azza Wa Jalla. Atau sebaliknya, bisa saja orang banyak mengganggap seseorang hina, namun ia mulia disisi Allah Azza Wa Jalla. Bahkan keturunan nabi sekalipun tidak selamat dari adzab Allah. Wal iyadzubillah. Ingat kisah Nabi Nuh ? Bukan maksud merendahkan, ..... apakah mereka itu Habaib, para Imam, Asatidz, Syuyuikh, para Kyai Haji, jelas mereka bukan Nabi dan tidak ma'shum.... Kemuliaan bukan dari gelar2 tersebut atau pengakuan sebagai keturunan Nabi.... Namun siapa yang paling bertaqwa sesuai dengan ayat diatas. Wallahu a'lam. Abu Hanan. 1a. Re: Pertanyaan mengenai silsilah.... Posted by: "fadhillah fadhl" [email protected] fadhillah_alfadhl Wed May 5, 2010 9:20 am (PDT) Wa'alaikumussalam wa rahmatullahi wa barokatuhi. sedikit yang saya ketahui tentang arab ba'alwi atau alawiyin orang arab menyebutnya. memang secara garis keturunan seorang anak jika menikah maka ia mengikuti nama bapanya misal ibunya dari ibn Abdad dan bapaknya dari ibn thalib, maka anaknya akan mengikuti nama bapaknya, fulan ib thalib. adapun pernikahan wanita syarif atau yang katanya keturunan nabi itu dengan lelaki amiyah atau umum dianggap tidak syah oleh para HABAIB, walaupun syarat dan rukun nikah terpenuhi. hal tersebut pernah ditanyakan kepada Syaikh Ahmad Surkaty al Anshory as Sudani, dimasanya di surabaya. dan beliau menjawab SYAH nikahnya. coba antum searching tentang Syaikh Ahmad Surkaty al Anshory as Sudani untuk lebih jelasnya. Hanya saja karena mereka ba'alwi atau alawiyin mengaggap dirinya dan keturunannya lebih mulia dibanding bangsa yang lain. Mereka menganggab rendah bangsa arab yang bukan ba'alwi atau alawiyin, apalagi ras diluar arab seperti melayu dan sebagainya. hal ini saya ketahui karena pernyataan kerabat saya yang berdialog dengan salah satu Habaib dari daerah Pekojan Jakarta Barat. mereka menganggap bangsa kami (bangsa Arab selain dari bangsa mereka) itu lebih rendah dari mereka. padahal kami sama-sama bangsa arab. jika antum mengenal kasta-kasta dalam agama hindu maka mereka pun demikian. ada kasta tertinggi dan ada kasta terendah. Jika mereka benar Keturunan Nabi Muhammad wajib bagi kita menghormatinya, tetapi saya meragukannya mereka sebagai keturunan Nabi. jika dilihat dari struktur ketuturunan, struktur keturunan mereka mengerucut langsung ke Nabi, yang saya ketahui nabi tidak mempunyai keturunan yang hidup garis keturunan nabi secara langsung berakhir pada cucunya yaitu Hasan dan dan Husain itupun dari anak perempuan nabi Fatima Radiallahu'anhu yang menikah dengan Ali bin Abi thalib. Tapi Alhlulbait itu memang ada karena Imam Mahdi adalah seorang keturunan Nabi. cuma itu yang saya ketahui, jika antum ingin mengetauhi antum coba cari buku-buku tentang keturunan nabi, ana pernah lihat salah satunya buku istri-istri Nabi. mohon di koreksi jika ada kesalahnan, saya memohon pengampunan kepada ALLAH karena diri saya tidak lepas dari kesalahan dan kekhilafan. Fadhillah alfadhl
