Wa'alaykum salam warahmatullah, Afwan akh abu naufal, alhamdulillah jika antum dikaruniai anak yang sehat dan menyejukkan hati keluarga. Untuk keluarga yang sudah memiliki lebih dari satu anak, pasti memahami bahwa setiap anak itu memang uniq dengan karakter masing2. Ada yang berkarakter aktif, ada yang tenang dlsb. Bukan berarti karena anak kedua lebih aktif maka gizinya lebih baik dari anak pertama. Dan anak pertama lebih buruk gizinya karena pembawaannya yang tenang. Itu masing2 karakter anugerah dari Allah, yang oleh ahli medis disebut gen bawaan.
Akan tetapi bila melihat dari kasus akh ibnu fauzy, TBC adalah suatu penyakit yang ditularkan oleh virus. Bisa karena ludah si penderita, atau kontak anak dengan penderita secara sebentar atau terus menerus. Bisa saja anaknya berpembawaan aktif, dengan gizi yang baik. Hanya saja qadarullah anak tsb mungkin kontak dengan penderita TBC. Saya menghargai pilihan antum untuk menghindari imunisasi. Tetapi tidak untuk memaksakan keluarga lain untuk melakuka hal yang sama. Imunisasi masih menjadi salah satu cara ikhtiar yang saya tahu untuk menghindari dari sakit yang disebabkan oleh virus. Bila Antum sakit disebabkan bakteri ada ikhtiar dengan antibiotik, sakit karena jamur-pun ada ikhtiar dengan antijamur. Tetapi sampai saat ini belum ada ikhtiar antivirus selain dari vaksin. Allahu a'lam. Demikian kiranya semoga maklum, afwan jika kurang berkenan. Ummu Abbas --- In [email protected], abu naufal <andri2...@...> wrote: > > Assalaamualaikum > > Untuk anak 13 bulan belum bisa jalan .. coba kita tarik ke belakang dan > dilihat bagaimana pola makan, asupan gisi dan asi. Apakah selama ini makan > yang alami ? atau yang instan ? Sebagai saran .. alhamdulillah saya memiliki > anak seumuran anak bapak (lahir april 2009) .. tahapan2 anak dilalui dengan > baik .. mulai dari tengkurap-duduk-merangkak-berdiri... syaraf motorik > bekerja dengan baik. Kami di rumah sudah menerapkan hidup herbal yang alami > dan islami.. tanpa imunisasi .. Kami percaya bahwa bayi yang lahir diciptakan > Alloh dalam kondisi sempurna sehingga untuk anak yang kedua kami bertekad > untuk menerapkan pola hidup alami mulai dari kelahiran dengan cara ditahnik > (imunisasi alami ala Rosululloh) .. kemudian diiringi dengan Asi > alhamdulillah istri masih lancar .. dan imunisasi dengan tetesan habatusauda > cair. Pola makan juga tanpa MSG dan diberikan bubur yg dimasak sendiri mulai > dari nasi tim, ceker, brokoli, wortel dan sebagainya. Kami mulai menjauhkan > dari makanan bayi yang bersifat instan. Latihan fisik bayi ketika mulai > merangkak dan jarang sekali menggunakan kursi roda bayi (karena bayi memang > cenderung tidak suka). Alhamdulillah dibandingkan dengan anak pertama, anak > yang kedua lebih interaktif dan tidak mengenal lelah dan menyerah .. bahkan > kalo dibilang lebih 'usil' suka main panjat sepeda, naik tangga rumah, dan > sukanya jalan yg kenceng walau belum stabil. Memang sih dari segi orang tua > lebih capek dengan anak yang interaktif .. tapi itu merupakan anugerah Alloh > bahwa anak kita dalam kondisi perkembangan yang jauh lebih baik. Untuk > menghasilkan anak yang 'cerdas' butuh pengorbanan kedua orang tua. baik dari > segi wawasan, waktu, dan yang penting adalah meninggalkan imunisasi serta > makanan instan. keberanian kita membentuk anak soleh dan cerdas harus > ditunjang dengan wawasan dan pengetahuan yang luas. semoga bisa membantu. > > Wassalaamualaikum > > > On 5/16/10, Ibn Fauzy <ibn_fauz...@...> wrote: > > Assalamu 'alaikum.. > > bayi saya sejak umur 4 bulan kepalanya panas terus, tapi badannya adem. > > hasil pemeriksaan dengan tes mantoux positif TBC. saat ini sudah menjalani > > pengobatan 6 bulan, tapi kepala masih sering panas. mungkin karena efek dari > > panas yang lama, anak saya yang sudah berumur 13 bulan sampai saat ini belum > > bisa berjalan. bahkan belum merangkak. > > mohon bantuan info pengobatan, atau saran bagi pengobatan anakku. > > jazakallohu khoiron... > > > -- > - abu naufal - >
