Assalaamu'alaykum, Akhi fillah, sedikit ana ikut nimbrung masalah ini, karena Al-Islam tidak dibangun dengan "masalah yang besar" seperti yang antum maksudkan, pertama sekali dibangun adalah keimanan setiap individu seperti dalam siroh nabawiyah adalah para sahabat yang terdekat artinya dalam lingkup yang kecil, berkaitan dengan syubhat itu bisa antum katakan bagaimana kita bisa memulai masalah yang besar sedangkan masalah yang kecil saja kita tidak bisa melakukannya atau menyelesaikannya. (seperti dalam Alqur'an dikatakan "jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka"). semoga dapat menjadi bahan renungan wallahu a'lam
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Ruliy Sent: Friday, June 04, 2010 5:18 AM To: [email protected] Subject: RE: [assunnah] Re: Orang kafir juga berjenggot Lalu bagaimana jika ada yang bilang "masalah jenggot saja diributin, masih ada masalah besar yaitu seperti pembantaian warga palestina dan juga para relawan oleh Yahudi, kenapa kita ributkan masalah yang kecil". Bagaimana menanggapi ini semua?. Salam Ruliy _____ From: [email protected]<mailto:assunnah%40yahoogroups.com> [mailto:[email protected]<mailto:assunnah%40yahoogroups.com>] On Behalf Of adhitya.ramadian Sent: Wednesday, June 02, 2010 10:31 AM To: [email protected]<mailto:assunnah%40yahoogroups.com> Subject: [assunnah] Re: Orang kafir juga berjenggot Mas Alif Syahroni, Perlu dikatahui bahwa milis ini bukan milis milik PKS atau Ikhwanul Muslimin, ini milis milik dan diperuntukkan bagi kaum muslimin dimanapun untuk mendalami agama, menegakkan tauhid dan meluruskan aqidah. Imam Malik rohimahulloh berkata, "Setiap orang dapat diterima atau ditolak perkataannya, kecuali penghuni kubur ini (yaitu Rosululloh shollallohu `alaihi wa sallam)." ditolak perkataannya, kecuali yang di dalam kubur ini (Rasulullah)" kedua: bahwa penyelisihan disini (memelihara jenggot) adalah penyelisihan dalam hal fitroh, kaum majusi menyelisihi fitroh sebagai lelaki karena mencukur jenggotnya, namun jika kaum majusi telah memelihara jenggot maka mereka sudah tidak menyelisihi fitroh sebagai lelaki. lihat para pendahulu sebelum rasulullah shalallahu'alaihi wasalam, nabi nabi sebelum beliau, nabi musa, nabi isa, mereka semua berjenggot. --- In [email protected]<mailto:assunnah%40yahoogroups.com> <mailto:assunnah%40yahoogroups.com> , alif syahroni <ihsan_sar...@...> wrote: > > Assalaamu'alaykum > Saya mau tanya tentang hukum memelihara jenggot dalam kondisi sekarang ini. > > Murobbi di liqo pernah bilang tentang masalah memelihara jenggot di zaman sekarang ini, dalam mensikapi hadist yang memerintahkan muslim memelihara jenggot harus kita lihat sebab musabab hadist ini turun. > Beliau bilang kalau sebab hadist ini turun adalah karena untuk menyelisihi orang kafir yang pada saat itu orang-orang kafir memotong janggut dan memanjangkan kumis. > > Sedang pada saat ini orang-orang kafir yahudi, nasrani dan musyrik banyak yang memanjangkan jenggot. > > Jadi beliau bilang untuk saat ini menghukum wajibya berjenggot adalah tidak tepat, karena yang kita selisihi juga berjenggot. > > Bagaimana pendapat ikhwah sekalian tentang masalah ini? > Mohon pencerahannya
