From: [email protected]
Date: Tue, 29 Jun 2010 07:41:08 +0700          
Assalamu'alaikum
maaf semuanya kalau terganggu dengan email ana,
lagi lagi ana sering bertanya disini.maklum ilmu ana masih 
sangat minim sekali, jadi msh byk belajar n bertanya.
Sesuai subjectnya ana mau tanya dalil yang shahih tentang pelaksanaan khutbah 
nikah itu yg benar sebelum atau sesudah akad, ana pernah baca salah satu buku n 
pelaksanaannya adalah sebelum akad tetapi yg di ulas d buku tersebut hanya 
sedikit sekali (ana masih belum puas dengan ulasan di buku itu). 
dan  kenapa byk masyarakat melaksanakan khutbah nikah sesudah akad?? apa 
dalilnya jg ada?
mohon bantuannya, jazakummullah
========

• Khutbah Nikah
http://www.almanhaj.or.id/content/2183/slash/0

Menurut Sunnah, sebelum dilangsungkan akad nikah diadakan khutbah 
terlebih dahulu, yang dinamakan Khutbatun Nikah atau Khutbatul Hajat. 
[16] Adapun teks Khutbah Nikah adalah sebagai berikut:

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan 
ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan 
diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah
beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan 
barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya 
petunjuk.

Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar 
kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa 
Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan Rasul-Nya.

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dengan 
sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam 
keadaan muslim." [Ali ‘Imran : 102]

"Wahai manusia! Bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu 
dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) 
dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki 
dan perempuan yang banyak. Bertaqwalah kepada Allah yang dengan Nama-Nya
kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. 
Sesungguh-nya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” [An-Nisaa' : 1]

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dan 
ucapkanlah perkataan yang benar, nis-caya Allah akan memperbaiki 
amal-amalmu dan meng-ampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah 
dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang besar.” 
[Al-Ahzaab : 70-71]

Amma ba’du: [17]

[Disalin dari buku Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, Penulis 
Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Putaka A-Taqwa Bogor - Jawa Barat,
Cet Ke II Dzul Qa'dah 1427H/Desember 2006]
__________
Footnote 
[16]. Lihat kitab Khutbatul Haajah oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin 
al-Albani, cet. Maktabah al-Ma’arif, th. 1421 H, dan Syarah Khutbah 
Haajah oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, takhrij wa ta’liq Syaikh 
Salim bin ‘Ied al-Hilali, cet. Daarul Adh-ha, th. 1409 H.

[17]. Khutbah ini dinamakan khutbatul haajah (ÎõØúÈóÉõ ÇáúÍóÇÌóÉö), 
yaitu khutbah pembuka yang biasa dipergunakan Rasulullah shallallaahu 
‘alaihi wa sallam untuk mengawali setiap majelisnya. Beliau shallallaahu
‘alaihi wa sallam juga mengajarkan khutbah ini kepada para Shahabatnya 
radhiyallaahu ‘anhum. Khutbah ini diriwayatkan dari enam Shahabat Nabi 
shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad 
(I/392-393), Abu Dawud (no. 1097 dan 2118), an-Nasa-i (III/104-105), 
at-Tirmidzi (no. 1105), Ibnu Majah (no. 1892), al-Hakim (II/182-183), 
ath-Thayalisi (no. 336), Abu Ya’la (no. 5211), ad-Darimi (II/142) dan 
al-Baihaqi (III/214 dan VII/146), dari Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud 
radhiyallaahu ‘anhu. Hadits ini shahih. 

Hadits ini ada beberapa syawahid (penguat) dari beberapa Shahabat, 
yaitu:
1. Shahabat Abu Musa al-Asy’ari (Majma’uz Zawaa-id IV/288).
2. Shahabat ‘Abdullah bin ‘Abbas (Muslim no. 868, al-Baihaqi III/214).
3. Shahabat Jabir bin ‘Abdillah (Ahmad II/37, Muslim no. 867 dan 
al-Baihaqi III/214).
4. Shahabat Nubaith bin Syarith (al-Baihaqi III/215).
5. Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha.
Lihat Khutbatul Haajah Allatii Kaana Rasuulullaah shallallaahu ‘alaihi 
wa sallam Yu’allimuhaa Ash-haabahu, karya Imam Muhammad Nashiruddin 
al-Albani rahimahullaah, cet. IV/ al-Maktab al-Islami, th. 1400 H dan 
cet. I/ Maktabah al-Ma’arif, th. 1421 H. 

Di setiap khutbahnya, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam selalu 
memulai dengan memuji dan menyanjung Allah Ta’ala serta ber-tasyahhud 
(mengucapkan dua kalimat syahadat) sebagaimana yang diriwayatkan oleh 
para Shahabat:

1. Dari Asma’ binti Abu Bakar radhiyallaahu ‘anha, ia berkata: “... Nabi
shallallaahu ‘alaihi wa sallam memuji Allah dan menyanjung-Nya, 
kemudian beliau bersabda: Amma ba’du....” (HR. Al-Bukhari, no. 86, 184 
dan 922)
2. ‘Amr bin Taghlib, dengan lafazh yang sama dengan hadits Asma’. (HR. 
Al-Bukhari, no. 923)
3. ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha berkata: “...Tatkala selesai shalat 
Shubuh Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menghadap kepada para 
Shahabat, beliau bertasyahhud (mengucapkan kalimat syahadat) kemudian 
bersabda: Amma ba’du...” (HR. Al-Bukhari, no. 924)
4. Abu Humaid as-Sa’idi berkata: “Bahwasanya Rasulullah shallallaahu 
‘alaihi wa sallam berdiri khutbah pada waktu petang sesudah shalat 
(‘Ashar), lalu beliau bertasyahhud dan menyanjung serta memuji Allah 
yang memang hanya Dia-lah yang berhak mendapatkan sanjungan dan pujian, 
kemudian bersabda: Amma ba’du...” (HR. Al-Bukhari no. 925).

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Setiap khutbah yang tidak dimulai dengan tasyahhud, maka khutbah itu 
seperti tangan yang berpenyakit lepra/kusta.” (HR. Abu Dawud no. 4841; 
Ahmad II/ 302, 343; Ibnu Hibban, no. 1994-al-Mawaarid; dan selainnya. 
Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 169).

Menurut Syaikh al-Albani, yang dimaksud dengan tasyahhud di hadits ini 
adalah khutbatul haajah yang diajarkan oleh Rasulullah shallallaahu 
‘alaihi wa sallam kepada para Shahabat radhiyallaahu ‘anhum, yaitu: 
“Innalhamdalillaah...” (Hadits Ibnu Mas’ud).

Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullaah: “Khutbah ini adalah 
Sunnah, dilakukan ketika mengajarkan Al-Qur-an, As-Sunnah, fiqih, 
menasihati orang dan semacamnya.... Sesungguhnya hadits Ibnu Mas’ud 
radhiyallaahu ‘anhu, tidak mengkhususkan untuk khutbah nikah saja, 
tetapi khutbah ini pada setiap ada keperluan untuk berbicara kepada 
hamba-hamba Allah, sebagian kepada se-bagian yang lainnya...” (Majmuu’ 
Fataawaa Syaikhil Islaam Ibni Taimiyyah, XVIII/286-287)

Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah berkata, 
“...Sesungguhnya khutbah ini dibaca sebagai pembuka setiap khutbah, 
apakah khutbah nikah, atau khutbah Jum’at, atau yang lainnya (seperti 
ceramah, mengajar dan yang lainnya-pent.), tidak khusus untuk khutbah 
nikah saja, sebagaimana disangka oleh sebagian orang...” (Khutbatul 
Hajah (hal. 36), cet. I/ Maktabah al-Ma’arif).

Kemudian beliau melanjutkan: “Khutbatul haajah ini hukumnya sunnah bukan
wajib, dan saya membawakan hal ini untuk menghidup-kan Sunnah Nabi 
shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang ditinggalkan oleh kaum Muslimin dan 
tidak dipraktekkan oleh para khatib, penceramah, guru, pengajar dan 
selain mereka. Mereka harus berusaha untuk menghafalnya dan 
mempraktekkannya ketika memulai khutbah, ceramah, makalah, atau pun 
mengajar. Semoga Allah merealisasikan tujuan mereka.” (Khutbatul Haajah 
(hal. 40) cet. I/ Maktabah al-Ma’arif, dan an-Nashiihah (hal. 81-82) 
cet. I/ Daar Ibnu ‘Affan/th. 1420 H.)                   


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke