Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh. Menjaga hati orang tua dan mendakwahkan Islam bisa dan harus dilakukan secara berbarengan. Hanya saja ketika mendakwahkan Islam, ke siapa pun orang yang akan didakwahi, maka kita harus sadar bahwa dakwah adalah masalah pendidikan. Jadi harus dipertimbangan banyak hal. Diantaranya, skala prioritas dari materi yang akan didakwahkan. Utamakan yang paling penting dari yang penting. Misalnya masalah tauhid tentu lebih dipentingkan dari masalah muamalah, dll dengan tidak mengabaikan perkara yang lainnya.
Dalam mendakwahkan Islam, kita jangan berharap hasil yang instan, dalam artian, ketika kita jelaskan suatu perkara, maka orang akan langsung menerima dan paham. Jangan harapkan hasil instan. Makanya dalam dakwah harus sabar. Kalau kita dikritik dan kita sendiri tidak bisa menjelaskan perkara tersebut, ya lebih baik kasih senyum saja. Insya Alllah itu sudah merupakan jawaban yang baik dari kita, daripada harus berdiskusi panjang lebar dan kita sendiri tidak dalam ilmunya. Oya, ketika mendakwahi orang tua, kita harus ekstra lembut dan kasih sayang. Harus ada pendekatan ke orang tua. Ketika orang tua sedang sendiri, ya kita ajak beliau omong omong. Kalau ada yang tidak sreg dengan pandangan orang tua, baiknya jangan langsung dibantah saat itu juga. Tahan diri dulu. Kita bisa jelaskan lain waktu saat 'timing' nya lebih tepat. Jangan lupa doakan orang tua agar Allah menjaga beliau. Dan niatkan secara ikhlash untuk menjaga keduanya. Insya Allah bisa. Ini berdasarkan pengalaman seorang ikhwan, alhamdulillah orang tuanya sudah mulai ikut hadir di kajian Ustadz Yazid dan Ustadz Abdul Hakim, padahal background beliau dari militer. Barakallah fiikum. Wassalamu'alaikum Chandra ----- Original Message ----- 5. Tanya : Dakwah Orang Tua Posted by: "Wiwit Abdullah" [email protected] wiwitabdullah Sun Jul 4, 2010 6:02 pm (PDT) Didahulukan mana menjaga hati orang tua dan berbakti dengan dakwah dinul islam ?
