Wa'alaykumussalam, Mungkin saya akan mencoba sedikit membagi psikoedukasi tentang pernikahan yang saya tau..
Masa pernikahannya, sekitar 6 atau 7 bulan ya.. Pernikahan kedua, terutama bagi kedua pasangan yang juga sama-sama pernah menikah sebelumnya, seringkali menjadi fenomena unik tersendiri. Biasanya, ada yang justru karena pernah berpengalaman menikah sebelumnya dan tahu pola-pola seperti apa yang dapat menciptakan masalah, jadi bisa belajar seharusnya begini-begini.. atau tidak begitu-begitu.. Atau ada yang malah menjadi cemas (tanpa disadari) bahwa kegagalan masa lalu dapat terulang, dan ini yang biasanya menimbulkan masalah tapi tidak diketahui penyebabnya apa (karena tidak disadari tadi..). Mengenai trauma pernikahan, serta emosional yang tinggi untuk hal-hal yang sepele, inti masalahnya, seperti yang telah antum sebutkan, sepertinya ada pada komunikasi (selain komunikasi, tentunya juga dipengaruhi pola pikir, karakter/kepribadian, latar belakang keluarga, latar belakang pernikahan, atribut personal (usia, pekerjaan, pendidikan, dll). Rasa curiga.. kira2 apa ya yang membuat rasa curiga tersebut muncul? apakah dari kata-kata yang mungkin dianggap 'salah'', atau 'tingkah laku rahasia', atau hanya sekedar ekspresi yang tidak dapat dimengerti oleh masing-masing pasangan? Beda persepsi? Ya sama-in dong.. Caranya gimana? Ya butuh dikomunikasikan kan.. --Kalau sering curigaan sama pasangan sendiri, siapa lagi orang terdekat yang dapat dipercaya..... -- Tapi bersyukurlah, kalian sekarang sudah menjadi suami isteri lo... banyak hal-hal yang mungkin sulit diungkapkan ketika proses ta'aruf dilakukan tetapi dengan kondisi 'telah sah menikah' -seharusnya- banyak hal yang dulunya sulit (terutama dalam hal komunikasi) dapat dibuat menjadi lebih mudah... >lebih mudah bukan berarti mudah ya.. ya tetap butuh usaha untuk mengerti juga Menurut saya, baik sekali untuk belajar dengan membaca lagi buku-buku tentang pernikahan.. tentang manajemen pernikahan karya Ustadz-ustadz yang beredar di banyak toko buku.. atau buku-buku tentang komunikasi suami-isteri, lalu pahami bahwa laki-laki dan perempuan memang memiliki karakter yang seringkali bertolak belakang.. atau artikel-artikel sunnah di internet juga banyak.. >dan memahami, serta mempraktekkannya... Atau mungkin, mengenai emosi yang dirasa tinggi yang ditimbulkan dari komunikasi (baik komunikasi verbal maupun non verbal).. Dalam komunikasinya sendiri, butuh latihan, jika memang merasa sulit untuk berkomunikasi.. Untuk sekalian coba dipraktekkan, antum dan isteri bisa melakukan role play atau "bermain peran", sekitar 10-15 menit, seminggu sekali/ 3 hari sekali/ tiap hari (waktu dan jangka waktu terserah antum dan pasangan), dengan fokus pembicaraan: 'masalah yang dihadapi pada hari ini' (misalnya) dengan langkah-langkah (untuk suami dan isteri): 1. Tentukan tema pembicaraan (namanya juga latihan, jadi tentukan dulu dengan diskusi yang baik, apa yang ingin dibahas, mudah-mudahan kalo hanya menentukan tema, tidak akan saling curiga dulu atau menimbulkan masalah baru ya..) 2.Pastikan antum mendengarkan kata-kata pasangan dan tidak merasa disalahkan atas masalah yang diceritakan (intinya, dengeriiin aja dulu dan terkadang beri respon2 pendek, seperti iya... atau Mm.. atau iya2... atau O, begitu... dll) 3. Coba berempati (menempatkan diri sebagai pasangan jika berada dalam kondisi yang diceritakan) kepadanya, kira-kira apa yang dirasakan saat itu dan apa yang dibutukan.. 4. Beri respon... 5. Berikan dukungan bahwa antum senang dengan komunikasi yang dilakukan ini 6. Minta/ beri tanggapan, atau evaluasi apakah respon yang telah diberikan tepat atau sesuai dengan harapan pasangan... Latihan di atas merupakan salah satu contoh latihan komunikasi dasar, yang banyak pasangan akan merasa malu (pada awalnya) karena tidak terbiasa melakukan komunikasi seperti itu.. Biasanya tidak begitu ekspresif, terutama bagi laki-laki.. Sebenarnya kalau tentang masa lalu, apa bisa diubah lagi ya? Bukankah keadaannya memang demikian.. sebenarnya, dari masa lalu, hal apa sih yang membuat curiga? Jika memang ada hal yang tidak berkenan di hati.. terimalah..dan maafkanlah... kelapangan hati dan penerimaan terhadap pasangan akan berpengaruh dengan kebahagiaan yang kita rasakan.. (Saya nggak ngerti juga sebenarnya masalah utamanya apa.. Atau mungkin ada sedikit rasa takut bahwa kegagalan pernikahan dapat terulang atau ada ketidakpuasan tertentu.. wallohu a'lam).. Secara teori psikologi, pernikahan sendiri terdiri dari beberapa fase.. dan fase yang paling dasar dan dianggap rentan adalah masa lima tahun pertama pernikahan hingga 10 tahun pernikahan. Alasan dianggap rentan adalah karena penyesuaian suami-isteri butuh waktu yang terus-menerus dengan hak dan kewajiban suami isteri yang juga disesuaikan dengan harapan pernikahan yang diinginkan. Selain sebagai suami-isteri, tentunya juga sebagai orang tua (setelah memiliki anak) dengan hak dan kewajibannya juga..Bukan hal yang bisa dilalui dengan 'santai' kan.. (Ya bisa aja mungkin..tapi setidaknya butuh proses dan kesiapan). Setelah itu, jika bisa dilalui dengan baik, ke depannya juga akan lebih baik. Tapi perlu diingat, tiap fase juga ada problem atau tugas yang 'harus diselesaikan' jika ingin terus lancar ke depannya. Jadi, bukan berarti setelah 10 tahun menikah pasti akan teruus mulus.. Tapi dengan usaha dan Ridho Alloh, Insya Alloh, bisa saja, bukan.. Apapun, bukankah pernikahan merupakan amalan yang sangat mulia di sisi Alloh dan juga merupakan ibadah.. Menikah dalam Islam bukan hanya untuk bersenang-senang atau mencari kepuasan kebutuhan biologis, melainkan juga untuk membangun masyarakat kecil yang shalih (rumah tangga) dan masyarakat besar yang shalih pula sesuai dengan Al-Qur’an dan As Sunnah menurut pemahaman As Shalafus Shalih. Jadi sebenarnya, ilmu merupakan hal terpenting sebagai landasan dalam rumah tangga, karena sesungguhnya pasangan suami isteri dalam kehidupan berumah tangga akan menghadapi banyak masalah dan untuk mengatasinya perlu ilmu. Dengan ilmu, kita juga bisa tahu apa tujuan yang akan dicapai dalam sebuah pernikahan, yaitu untuk beribadah kepada Alloh dan dalam rangka mencari ridha Alloh. Untuk mengoperasionalisasikannya, perlu usaha dari kita untuk mendapatkannya. Wallohu a'lam. Tambahan: Kalau antum bilang ingin bertanya, afwan, sebenarnya saya tidak menangkap pertanyaan apapun yang dimaksud.. Jadi sebenarnya saya hanya dapat memberikan gambaran umum terkait dengan tulisan antum yang ntahlah berkaitan atau tidak dengan problem yang dimaksud, tapi mudah2an ada manfaatnya, Semoga selalu diberikan Alloh kemudahan dan kesabaran untuk mengatasi problem2 rumah tangganya, tentunya isteri antum juga menginginkan hal yang sama.. dan ingin memiliki keluarga sakinah. Selamat juga untuk kehamilan isterinya.. Barakallah.. --- On Tue, 7/13/10, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: [assunnah] Mohon pencerahannya To: [email protected] Date: Tuesday, July 13, 2010, 7:48 AM Assalammualaikum warohmatullohiwabarokatu, saya baru bergabung di millis ini dan saya memohon pencerahan seputar kondisi keluarga yang seharusnya...saya baru desember kemarin menikah dan ini bukan pernikahan 1kalinya bagi kami berdua (duda dan janda) saya memiliki 1 anak dr mantan istri dan istri saya sekarang blom memiliki anak namun insya alloh segera kami miliki karna istri saya sudah 4minggu positif hamil. Yang mau saya tanyakan adalah : 1. Kami berdua memiliki masa lalu yg kurang baik sehingga diantara kami mengalami rasa trauma yg mengakibatkan mudah saling curiga. 2. Kami sering sekali dilanda kemarahan emosional yg tinggi karna hal kecil sekalipun, yang mungkin disebabkan oleh komunikasi yg kurang baik antara kami juga mungkin persepsi yg slalu berbeda. Dan sebetulnya saya ingin menanyakan byk sekali seputar permasalahan yg sdg menimpa kluarga kecil kami ini.. Saya tdk ingin salah langkah dan sgt ingin membangun kluarga yg sakinah,..mohon kiranya rekan rekan dpt sharing dan memberikan pencerahannya..terima kasih Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Berhenti berlangganan: [email protected] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links
