KEUTAMAAN PUASA
Oleh
Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilaaly
Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid

http://www.almanhaj.or.id/content/1062/slash/0


Banyak sekali ayat yang tegas dan muhkam (qath'i) dalam Kitabullah yang mulia, 
memberikan anjuran untuk puasa sebagai sarana untuk taqarrub kepada Allah 'Azza 
wa Jalla dan juga menjelaskan keutamaan-keutamaannya, seperti firman Allah.

"Artinya : Sesungguhnya kaum muslimin dan muslimat, kaum mukminin dan mukminat, 
kaum pria yang patuh dan kaum wanita yang patuh, dan kaum pria serta wanita 
yang benar (imannya) dan kaum pria serta kaum wanita yang sabar (ketaatannya), 
dan kaum pria serta wanita yang khusyu', dan kaum pria serta wanita yang 
bersedekah, dan kaum pria serta wanita yan berpuasa, dan kaum pria dan wanita 
yang menjaga kehormatannya (syahwat birahinya), dan kaum pria serta wanita yang 
banyak mengingat Allah, Allah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang 
besar" [Al-Ahzab : 35]

Dan firman Allah.

"Artinya : Dan kalau kalian puasa, itu lebih baik bagi kalian kalau kalian 
mengetahuinya" [Al-Baqarah : 184]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan dalam hadits yang 
shahih bahwa puasa adalah benteng dari syahwat, perisai dari neraka. Allah 
Tabaraka wa Ta'ala telah mengkhususkan satu pintu surga untuk orang yang puasa. 
Puasa bisa memutuskan jiwa dari syahwatnya, menahannya dari kebiasaan-kebiasaan 
yang jelek, hingga jadilah jiwa yang tenang. Inilah pahala yang besar, 
keutamaan yang agung ; dijelaskan secara rinci dalam hadits-hadits shahih 
berikut ini, dijelaskan dengan penjelasan yang sempurna.

[1]. Puasa Adalah Perisai [1]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh orang yang sudah kuat 
syahwatnya dan belum mampu untuk menikah agar berpuasa, menjadikannya sebagai 
wijaa'[2] bagi syahwat ini, karena puasa menahan kuatnya anggota badan hingga 
bisa terkontrol, menenangkan seluruh anggota badan, serta seluruh kekuatan 
(yang jelek) ditahan hingga bisa taat dan dibelenggu dengan belenggu puasa. 
Telah jelas bahwa puasa memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam menjaga 
anggota badan yang dhahir dan kekuatan bathin. Oleh karena itu Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu 
ba'ah[3] hendaklah menikah, karena menikah lebih menundukkan pandangan, dan 
lebih menjaga kehormatan. Barangsiapa yang belum mampu menikah, hendaklah puasa 
karena puasa merupakan wijaa' (pemutus syahwat) baginya" [Hadits Riwayat 
Bukhari 4/106 dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas'ud]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa surga diliputi 
dengan perkara-perkara yang tidak disenangi, dan neraka diliputi dengan 
syahwat. Jika telah jelas demikian -wahai muslim- sesungguhnya puasa itu 
menghancurkan syahwat, mematahkan tajamnya syahwat yang bisa mendekatkan 
seorang hamba ke neraka, puasa menghalangi orang yang puasa dari neraka. Oleh 
karena itu banyak hadits yang menegaskan bahwa puasa adalah benteng dari 
neraka, dan perisai yang menghalangi seseorang dari neraka.

Bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan Allah 
jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim" [Hadits 
Riwayat Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa'id Al-Khudry, ini adalah lafadz 
Muslim. Sabda Rasulullah : "70 musim" yakni : perjalanan 70 tahun, demikian 
dikatakan dalam Fathul Bari 6/48]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api 
neraka" [Hadits Riwayat Ahmad 3/241, 3/296 dari Jabir, Ahmad 4/22 dan Utsman 
bin Abil 'Ash. Ini adalah hadits yang shahih]

Dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah maka di antara dia 
dan neraka ada parit yang luasnya seperti antara langit dengan bumi" [4] 

Sebagian ahlul ilmi telah memahami bahwa hadits-hadits tersebut merupakan 
penjelasan tentang keutamaan puasa ketika jihad dan berperang di jalan Allah. 
Namun dhahir hadits ini mencakup semua puasa jika dilakukan dengan ikhlas 
karena mengharapkan wajah Allah Ta'ala, sesuai dengan apa yang dijelaskan 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalm termasuk puasa di jalan Allah (seperti 
yang disebutkan dalam hadits ini).

[2]. Puasa Bisa Memasukkan Hamba Ke Surga

Engkau telah tahu wahai hamba yang taat -mudah-mudahan Allah memberimu taufik 
untuk mentaati-Nya, menguatkanmu dengan ruh dari-Nya- bahwa puasa menjauhkan 
orang yang mengamalkannya ke bagian pertengahan surga.

Dari Abu Umamah Radhiyallahu 'anhu katanya, "Aku berkata (kepada Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam) :

"Wahai Rasulullah, tunjukkan padaku suatu amalan yang bisa memasukkanku ke 
surga.? ; beliau menjawab : "Atasmu puasa, tidak ada (amalan) yang semisal 
dengan itu" [Hadits Riwayat Nasa'i 4/165, Ibnu Hibban hal. 232 Mawarid, 
Al-Hakim 1/421, sanadnya Shahih]

[3]. Pahala Orang Puasa Tidak Terbatas *

[4]. Orang Puasa Punya Dua Kegembiraan*

[5]. Bau Mulut Orang Yang Puasa Lebih Wangi dari Baunya Misk*

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, (bahwasanya) Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Semua amalan bani Adam untuknya kecuali puasa [5] , karena puasa itu 
untuk-Ku dan Aku akan membalasnya, puasa adalah perisai, jika salah seorang 
dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika 
ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah : 'Aku sedang 
berpuasa'[6]. Demi dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sesunguhnya bau mulut 
orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada bau misk[7] orang yang 
puasa mempunyai dua kegembiraan, jika berbuka mereka gembira, jika bertemu 
Rabbnya mereka gembira karena puasa yang dilakukannya" [Bukhari 4/88, Muslim 
no. 1151, Lafadz ini bagi Bukhari]

Di dalam riwayat Bukhari (disebutkan).

"Artinya : Meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena puasa untuk-Ku, dan 
Aku yang akan membalasnya, kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang 
semisal dengannya"

Di dalam riwayat Muslim.

"Artinya : Semua amalan bani Adam akan dilipatgandakan, kebaikan dibalas dengan 
sepuluh kali lipat yang semisal dengannya, sampai tujuh ratus kali lipat. Allah 
Ta'ala berfirman : "Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan 
membalasnya, dia (bani Adam) meninggalkan syahwatnya dan makanannya karena Aku" 
Bagi orang yang puasa ada dua kegembiraan ; gembira ketika berbuka dan gembira 
ketika bertemu Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang puasa di sisi Allah adalah 
lebih wangi daripada bau Misk"

6]. Puasa dan Al-Qur'an Akan Memberi Syafa'at Kepada Ahlinya di hari Kiamat 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Puasa dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat kepada hamba di hari 
Kiamat, puasa akan berkata : "Wahai Rabbku, aku akan menghalanginya dari makan 
dan syahwat, maka berilah dia syafa'at karenaku". Al-Qur'an pun berkata : "Aku 
telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka berilah dia syafa'at 
karenaku" Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Maka keduanya 
akan memberi syafa'at" [8]

[7]. Puasa Sebagai Kafarat

Diantara keistimewaan puasa yang tidak ada dalam amalan lain adalah ; Allah 
menjadikannya sebagai kafarat bagi orang yang memotong rambut kepalanya (ketika 
haji) karena ada udzur sakit atau penyakit di kepalanya, kaparat bagi yang 
tidak mampu memberi kurban, kafarat bagi pembunuh orang kafir yang punya 
perjanjian karena membatalkan sumpah, atau yang membunuh binatang buruan di 
tanah haram dan sebagai kafarat zhihar. Akan jelas bagimu dalam ayat-ayat 
berikut ini.

Allah Ta'ala berfirman.

"Artinya : Dan sempurnkanlah olehmu ibadah haji dan umrah karena Allah ; maka 
jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau sakit), maka wajib menyembelih 
kurban yang mudah didapat. Dan janganlah kamu mencukur rambut kepalamu, hingga 
kurban itu sampai ke tempat penyembelihannya. Jika ada diantaramu yang sakit 
atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercu kur), maka wajib atasnya 
berfidyah, yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkurban. Apabila kamu telah 
(merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di 
dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) kurban yang mudah di dapat. Tetapi 
jika ia tidak menemukan (binatang kurban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa 
tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang 
kembali. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang 
keluargannya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan 
penduduk kota Makkah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah 
sangat keras siksa-Nya" [Al-Baqarah : 196]

Allah Ta'ala juga berfirman.

"Artinya : Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian 
(damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat 
yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba 
sahaya yang mukmin. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah (si 
pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. 
Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana" [An-Nisaa' : 92]

"Artinya : Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak 
dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah 
kamu yang kamu sengaja, maka kafarat (melanggar) sumpah itu ialah memberi makan 
sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada 
keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. 
Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kafaratnya puasa selama 
tiga hari. Yang demikian itu adalah kafarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah 
(dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan 
kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)" [Al-Maidah : 89]

"Artinya : Orang-orang yang menzhihar isteri mereka kemudian mereka hendak 
menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan 
seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang 
diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. 
Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua 
bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa 
(wajib atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu 
beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi 
orang-orang kafir ada siksaan yang sangat pedih" [Al-Mujaadiliah : 3-4]

Demikian pula, puasa dan shadaqah bisa menghapuskan fitnah seorang pria dari 
harta, keluarga dan anaknya. Dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu 'anhu, 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Fitnah pria dalam keluarga (isteri), harta dan tetangganya, bisa 
dihapuskan oleh shalat, puasa dan shadaqah" [Hadits Riwayat Bukhari 2/7, Muslim 
144]

[8]. Rayyan Bagi Orang yang Puasa

Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 
(bahwa beliau) bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Rayyan, 
orang-orang yang puasa akan masuk di hari kiamat nanti dari pintu tersebut, 
tidak ada orang selain mereka yang memasukinya. Jika telah masuk orang terkahir 
yang puasa ditutuplah pintu tersebut. Barangsiapa yang masuk akan minum, dan 
barangsiapa yang minum tidak akan merasa haus untuk selamanya" [Hadits Riwayat 
Bukhari 4/95, Muslim 1152, dan tambahan lafadz yang akhir ada pada riwayat Ibnu 
Khuzaimah dalam shahihnya 1903]

[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii 
Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh 
Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka 
Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]
_________
Foote Note
[1] Pelindung
[2] Maksudnya memutuskan syahwat jiwa
[3] Yang mampu menikah dengan berbagai persiapannya
[4] Dikeluarkan oleh Tirmidzi no. 1624 dari hadits Abi Umamah, dan di dalam 
sanadnya ada kelemahan. Al-Walid bin Jamil, dia jujur tetapi sering salah, akan 
tetapi di dapat diterima. Dan dikeluarkan pula oleh At-Thabrani di dalam 
Al-Kabir 8/260,274, 280 dari dua jalan dari Al-Qasim dari Abi Umamah. Dan pada 
bab dari Abi Darda', dikeluarkan oleh Ath-Thabrani di dalam Ash-Shagir 1/273 di 
dalamnya terdapat kelemahan. Sehingga hadits ini SHAHIH
[5] Yakni : Baginya pahala yang terbatas, kecuali puasa karena pahalanya tidak 
terbatas.
[6] Dengan ucapan yang terdengar oleh si pencerca atau orang yang mengganggu 
tersebut, ada yang mengatakan : diucapkan di dalam hatinya agar tidak saling 
mencela dan saling memerangi. Yang pertama lebih kuat dan lebih jelas, karena 
ucapan secara mutlak adalah dengan lisan, adapun bisikan jiwa dibatasi oleh 
sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam seperti yang diriwayatkan oleh 
Abu Hurairah : "Sesunguhnya Allah memaafkan bagi umatku apa yang terbetik dalam 
hatinya selama belum diucapkan atau diamalkannya" (Muttafaqun 'alaih). Maka 
jelaslah bahwa ucapan itu mutlak tidak terjadi kecuali oleh ucapan yang dapat 
dididengar dengan suara yang terucap dan huruf. Walallahu a'lam.
[7] Lihat apa yang telah ditulis oleh Ibnul Qayyim dalam Al-Wabilu Shayyin 
minal Kalami At-Thayyib hal.22-38
[8] Diriwayatkan oleh Ahmad 6626, Hakim 1/554, Abu Nu'aim 8/161 dari jalan 
Huyaiy bin Abdullah dari Abdurrahman Al-hubuli dari Abdullah bin 'Amr, dan 
sanadnya hasan. Al-Haitsami berkata di dalam Majmu' Zawaid 3/181 setelah 
menambah penisbatannya kepada Thabrani dalam Al-Kabir : "Dan perawinya adalah 
perawi shahih"

Faedah : Hadits ini dan yang semisalnya dari hadits-hadits yang telah warid 
yang menyatakan bahwa amalan itu berjasad, wajib diimani dengan keimanan yang 
kuat tanpa mentahrif atau mentakwilnya, karena demikianlah manhajnya salafus 
shalih, dan jalannya mereka tidak diragukan lebih selamat, lebih alim dan 
bijaksana (tepat).

Cukuplah bagimu bahwa itu adalah salah satu syarat iman. Alla Ta'ala berfirman.

"Artinya : (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan 
shalat dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugrahkan kepada mereka" 
[Al-Baqarah : 3] 
                                          
_________________________________________________________________
New Windows 7: Find the right PC for you. Learn more.
http://windows.microsoft.com/shop

Kirim email ke