KEWAJIBAN MENGIKUTI CARA BERAGAMANYA SAHABAT
Oleh
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
http://www.almanhaj.or.id/content/907/slash/0

Dan barangsiapa yang menentang/memusuhi Rasul sesudah nyata baginya al-hidayah 
(kebenaran) dan dia mengikuti selain jalannya orang-orang mu’min, niscaya akan 
Kami palingkan (sesatkan) dia ke mana dia berpaling (tersesat) dan akan Kami 
masukkan dia ke dalam jahannam dan (jahannam) itu adalah seburuk-buruknya 
tempat kembali. [An-Nisa’ : 115]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah di muqaddimah kitabnya “Naqdlul 
Mantiq” telah menafsirkan ayat “jalannya orang-orang mu’min” (bahwa) mereka 
adalah para sahabat. Maksudnya bahwa Allah telah menegaskan barangsiapa yang 
memusuhi atau menentang rasul dan mengikuti selain jalannya para sahabat 
sesudah nyata baginya kebenaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah dan 
didakwahkan dan diamalkan oleh Rasulullah bersama para sahabatnya, maka Allah 
akan menyesatkannya kemana dia tersesat (yakni dia terombang-ambing dalam 
kesesatan).

Ayat yang mulia ini merupakan sebesar-besar ayat dan dalil yang paling tegas 
dan terang tentang kewajiban yang besar bagi kita untuk mengikuti “jalannya 
orang-orang mu’min” yaitu para sahabat. Yakni cara beragamanya para sahabat 
atau manhaj mereka berdasarkan nash Al-Kitab dan As-Sunnah diantaranya ayat di 
atas.

Jika dikatakan : Kenapa “sabilil mukminin atau jalannya orang-orang mukmin” di 
ayat yang mulia ini ditafsirkan dengan para sahabat (?!) bukan umumnya 
orang-orang mu’min??

Saya jawab berdasarkan istinbath (pengambilan; penggalian) dari ayat di atas:

Pertama
Ketika turunnya ayat yang mulia ini, tidak ada orang mu’min di permukaan bumi 
ini selain para sahabat. Maka, khithab (pembicaraan) ini pertama kali Allah 
tujukan kepada mereka.

Kedua
Mahfumnya, bahwa orang-orang mu’min yang sesudah mereka (para sahabat) dapat 
masuk ke dalam ayat yang mulia ini dengan syarat mereka mengikuti jalannya 
orang-orang mu’min yang pertama yaitu para sahabat. Jika tidak, berarti mereka 
telah menyelisihi jalannya orang-orang mu’min sebagaimana ketegasan firman 
Allah di atas.

Ketiga
Kalau orang-orang mu’min di ayat yang mulia ini ditafsirkan secara umum, maka 
jalannya orang mu’min manakah? Apakah mu’minnya Khawarij atau Syiah/Rafhidhah 
atau Mu’tazilah atau Murji’ah atau Jahmiyyah atau Falasifah atau Sufiyyah 
atau….atau…?

Keempat
Perjalanan orang-orang mu’min yang paling jelas arahnya, aqidah dan manhajnya 
hanyalah perjalanan para sahabat. Adapun yang lain mengikuti perjalanan mereka, 
baik aqidah dan manhaj.

Kelima
Perjalanan orang-orang mu’min yang paling alim terhadap agama Allah yaitu 
Al-Islam hanyalah para sahabat. Allah telah menegaskan di dalam Kitab-Nya yang 
mulia bahwa mereka adalah orang-orang yang telah diberi ilmu. [Muhammad : 16]

Keenam
Perjalanan orang-orang mu’min yang mulia yang paling taqwa kepada Allah secara 
umum hanyalah para sahabat.

Ketujuh
Perjalanan orang-orang mu’min yang paling taslim (menyerahkan diri) kepada 
Allah dan Rasul-Nya secara umum hanyalah para sahabat.

Kedelapan
Perjalanan orang-orang mu’min yang ijma’ (kesepakatan) mereka menjadi hujjah 
dan menjadi dasar hukum Islam yang ketiga setelah Al-Qur’an dan As-Sunnah 
hanyalah ijma’ para sahabat. Oleh karena itu tidak ada ijma’ kecuali para 
sahabat atau setelah terjadi ijma’ diantara mereka. Demikian itu juga 
sebaliknya, mustahil terjadi perselisihan apabila para sahabat telah ijma’. Dan 
tidak ada yang menyalahi ijma’ mereka kecuali orang-orang sesat dan menyesatkan 
yang telah mengikuti “selain jalannya orang-orang mu’min”.

Kesembilan
Perjalanan orang-orang mu’min yang tidak pernah berselisih didalam aqidah dan 
manhaj hanyalah perjalanan para sahabat bersama orang-orang yang mengikuti 
mereka tabi’in dan tabi’ut tabi’in dan seterusnya.

Kesepuluh
Para sahabat adalah sebaik-baik umat ini dan pemimpin mereka.[Bacalah I’laamul 
Muwaqqi’iin juz 1 hal 14 oleh Imam Ibnul Qayyim]

Kesebelas
Para sahabat adalah ulama dan muftinya umat ini. [Bacalah I’laamul Muwaqqi’iin 
juz 1 hal 14 oleh Imam Ibnul Qayyim]

Keduabelas
Para sahabat adalah orang-orang yang pertama-tama beriman kepada Allah dan 
Rasul-Nya. Oleh karena itu Allah memerintahkan manusia untuk mengikuti mereka 
[Al-Baqarah :13]

Ketigabelas
Para sahabat telah dipuji dan dimuliakan oleh Allah dibanyak tempat di dalam 
Kitab-Nya yang mulia.

Keempat belas
Bahwa perjalanan para sahabat telah mendapat keridhaan Allah dan merekapun 
ridha kepada Allah [At-Taubah :100]

Kelima belas
Perjalanan para sahabat telah menjadi dasar, bahwa Allah akan meridhai 
perjalannnya orang-orang mu’min dengan syarat mereka mengikuti "jalannya 
orang-orang mu’min yang pertama yaitu para sahabat". Mahfumnya, bahwa Allah 
tidak akan meridhai mereka yang tidak mengikuti perjalanannya Al-Muhajirin dan 
Al-Anshar [At-Taubah :100]

Keenam belas
Sebaik-baiknya sahabat para nabi dan rasul ialah sahabat-sahabat Rasulullah.

Ketujuh belas
Tidak ada yang marah dan membenci para sahabat kecuali orang-orang kafir. 
[Tafsir Ibnu Katsir surat Al-Fath :29]

Kedelapan belas
Dan tidak ada yang menyatakan bodoh terhadap para sahabat kecuali orang-orang 
munafik. [Al-Baqarah : 13].

Kesembilan belas.
Rasulullah telah bersabda: "Sebaik-baik manusia adalah yang hidup di zamanku, 
kemudian yang sesudah mereka" [Hadist Shahih mutawatir dikeluarkan oleh Bukhari 
dan Muslim dan lain-lain]

Generasi pertama adalah sahabat, yang kedua tabi’in dan yang ketiga adalah 
tabiut tabi’in. mereka inilah dinamakan dengan nama Salafush Shalih (generasi 
pendahulu yang shalih) yakni tiga generasi terbaik dari umat ini. Kepada mereka 
inilah kita meruju’ cara beragama kita dalam mengamalkan nash Al-Qur’an dan 
As-Sunnah di atas. Sedangkan orang-orang yang mengikuti mereka dinamakan 
Salafiyyun dari zaman ke zaman sampai hari ini.

Kedua puluh.
Rasulullah telah bersabda pada waktu hajjatul wada’ (haji perpisahan): 
"Hendaklah orang yang hadir diantara kamu menyampaikan kepada yang tidak 
hadir". [Hadist shahih riwayat Bukhari dan Muslim dari jalan beberapa orang 
sahabat]

Hadist yang mulia ini meskipun bersifat umum tentang perintah tabligh dan 
dakwah akan tetapi para sahabatlah yang pertama kali diperintahkan oleh 
Rasulullah untuk bertabligh dan berdakwah, sebagai contoh bagi umat ini dan 
agar diikuti oleh mereka bagaimana cara bertabligh dan berdakwah yang benar di 
dalam menyampaikan yang hak. Oleh karena itu hadist yang mulia ini memberikan 
pelajaran yang tinggi kepada kita diantaranya:

[a]. Bahwa dakwah mereka adalah haq dan lurus di bawah bimbingan Nabi yang 
mulia.

[b]. Bahwa mereka adalah orang-orang kepercayaan Rasulullah. Kalau tidak, tentu 
Rasulullah tidak akan memerintahkan mereka untuk menyampaikan dari beliau.

[c]. Bahwa mereka kaum yang benar, lawan dari dusta, yang amanat, lawan dari 
khianat. Bahwa mereka telah di ta’dil (dinyatakan bersifat adalah : tsiqah/ 
terpercaya dan dhabt/teliti) oleh Rabb mereka, Allah, dan oleh nabi mereka. 
Oleh karena itu Ahlussunnah Wal Jama’ah telah ijma’ bahwa mereka tidak perlu 
diperiksa lagi dengan sebab di atas. Keadilan dan ketsiqahan mereka tidak 
diragukan lagi. Allahumma! Kecuali oleh kaum Syi’ah dan Rafhidhah dari cucu 
Abdullah bin Saba’ si Yahudi hitam dan orang-orang mereka yang dahulu dan 
sekarang.

[d]. Bahwa wajib bagi kita kaum muslimin mengikuti cara dakwahnya para sahabat, 
bagaimana dan apa yang mereka dakwahkan dan seterusnya. Adapun dalam masalah 
keduniaan seperti alat dan sarana mengikuti perkembangan zaman dan tingkat 
pengetahuan manusia, seperti menggunakan kendaraan yang ada pada zaman ini atau 
alat perekam dan pengeras suara dan lain-lain.

Keduapuluh satu.
Rasulullah telah bersabda : "Janganlah kamu mencaci-maki sahabat-sahabatku! 
Kalau sekiranya salah seorang dari kamu menginfaqkan emas sebesar gunung Uhud, 
niscaya Tidak akan mencapai derajat mereka satu mud-pun atau setegah mud". 
[Hadist Shahih riwayat Bukhari dan Muslim]

Keduapuluh dua.
Para sahabat secara umum telah dijanjikan jannah (sorga). [At-Taubah : 100]

Keduapuluh tiga.
Secara khusus sebagian sahabat telah diberi khabar gembira oleh Nabi sebagai 
penghuni sorga, seperti Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali dan lain-lain.

Keduapuluh empat.
Para sahabat telah berhasil menguasai dunia membenarkan janji Allah di dalam 
Kitab-Nya yang mulia [Tafsir Ibnu Katsir surat An-Nuur ayat 55]

Keduapuluh lima.
Perjalanan orang-orang mu’min yang paling kuat “Ukhuwwah Islamiyyahnya” ialah 
para sahabat berdasarkan nash Al-Qur’an dan As-Sunnah serta Tarikh.

Keduapuluh enam.
Di dalam ayat yang mulia ini Allah tidaklah mencukupkan firman-Nya dengan 
perkataan: ”Barangsiapa yang memusuhi Rasul sesudah nyata baginya kebenaran…., 
niscaya akan palingkan dia….”. dan kalau Allah mencukupinya sampai disitu pasti 
hak/benar. Akan tetapi terdapat hikmah yang dalam ketika Allah mengkaitkan 
dengan “dan dia mengikuti selain jalannya orang-orang mu’min -yaitu para 
sahabat. Dari sini kita mengetahui, bahwa di dalam berpegang dengan Al-Qur’an 
dan As-Sunnah, harus ada jalan atau cara di dalam memahami keduanya. Jalan atau 
cara itu adalah “jalannya orang-orang mu’min yaitu para sahabat”. Jadi urutan 
dalilnya sebagai berikut : Al-Qur’an As-Sunnah. Keduanya menurut pemahaman para 
sahabat atau cara beragama mereka, aqidah dan manhaj.

[Dikutip dari Kitab besar saya yaitu “Menanti Buah Hati Dan Hadiah Untuk Yang 
Dinanti]

[Disalin dari Majalah As-Sunnah edisi : 02/V/1421-2001M, hal 51-53, Penerbit 
Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl Solo Purwodadi Km 8 Selokaton 
Gondangrejo Solo 57183] 


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke