Penulis: Abu Sa'id Satria Buana
Muroja'ah: Ustadz Abu Salman
Artikel www.muslim.or.id

Kategori Fiqh dan Muamalah, Ramadhan | 01-09-2008 | 

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan barakah dan penuh dengan 
keutamaan. Allah subhanahu wa ta'ala telah mensyariatkan dalam bulan tersebut 
berbagai macam amalan ibadah yang banyak agar manusia semakin mendekatkan diri 
kepada-Nya. Akan tetapi sebagian dari kaum muslimin berpaling dari keutamaan 
ini dan membuat cara-cara baru dalam beribadah. Mereka lupa firman Allah 
ta'ala, "Pada hari ini Aku telah menyempurnakan agama kalian." (QS. Al-Maidah: 
3). Mereka ingin melalaikan manusia dari ibadah yang disyariatkan. Mereka tidak 
merasa cukup dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 
`alaihi wa sallam dan para sahabat beliau ridhwanullahi `alaihim ajma'iin.

Oleh sebab itu pada tulisan ini kami mencoba mengangkat beberapa amalan bid'ah 
yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin, yaitu amalan-amalan yang dilakukan 
akan tetapi tidak diajarkan oleh Nabi kita shallallahu `alaihi wa sallam maupun 
para sahabat beliau, semoga dengan mengetahuinya kaum muslimin bisa 
meninggalkan perbuatan tersebut.

Bid'ah Berzikir Dengan Keras Setelah Salam Shalat Tarawih

Berzikir dengan suara keras setelah melakukan salam pada shalat tarawih dengan 
dikomandani oleh satu suara adalah perbuatan yang tidak disyariatkan. Begitu 
pula perkataan muazin, "assholaatu yarhakumullah" dan yang semisal dengan 
perkataan tersebut ketika hendak melaksanakan shalat tarawih, perbuatan ini 
juga tidak disyariatkan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, tidak 
pula oleh para sahabat maupun orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. 
Oleh karena itu hendaklah kita merasa cukup dengan sesuatu yang telah mereka 
contohkan. Seluruh kebaikan adalah dengan mengikuti jejak mereka dan segala 
keburukan adalah dengan membuat-buat perkara baru yang tidak ada tuntunannya 
dari mereka.

Membangunkan Orang-Orang untuk Sahur

Perbuatan ini merupakan salah satu bid'ah yang tidak pernah dilakukan pada masa 
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, beliau tidak pernah memerintahkan hal 
ini. Perbedaan tata-cara membangunkan sahur dari tiap-tiap daerah juga 
menunjukkan tidak disyariatkannya hal ini, padahal jika seandainya perkara ini 
disyariatkan maka tentunya mereka tidak akan berselisih.

Melafazkan Niat

Melafazkan niat ketika hendak melaksanakan puasa Ramadhan adalah tradisi yang 
dilakukan oleh banyak kaum muslimin, tidak terkecuali di negeri kita. Di antara 
yang kita jumpai adalah imam masjid shalat tarawih ketika selesai melaksanakan 
shalat witir mereka mengomandoi untuk bersama-sama membaca niat untuk melakukan 
puasa besok harinya.

Perbuatan ini adalah perbuatan yang tidak di contohkan oleh Rasulullah 
shallallahu `alaihi wa sallam juga orang-orang saleh setelah beliau. Yang 
sesuai tuntunan adalah berniat untuk melaksanakan puasa pada malam hari 
sebelumnya cukup dengan meniatkan dalam hati saja, tanpa dilafazkan.

Imsak

Tradisi imsak, sudah menjadi tren yang dilakukan kaum muslimin ketika ramadhan. 
Ketika waktu sudah hampir fajar, maka sebagian orang meneriakkan "imsak, 
imsak…" supaya orang-orang tidak lagi makan dan minum padahal saat itu adalah 
waktu yang bahkan Rasulullah menganjurkan kita untuk makan dan minum. Sahabat 
Anas meriwayatkan dari Zaid bin Sabit radhiyallahu `anhuma, "Kami makan sahur 
bersama Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam kemudian beliau shalat. Maka 
kata Anas, "Berapa lama jarak antara azan dan sahur?", Zaid menjawab, 
"Kira-kira 50 ayat membaca ayat al-Qur'an." (HR. Bukhari dan Muslim)

Menunda Azan Magrib Dengan Alasan Kehati-Hatian

Hal ini bertentangan dengan perintah Nabi shallallahu `alaihi wa sallam yang 
menganjurkan kita untuk menyegerakan berbuka. Rasulullah bersabda,

"Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." 
(HR. Bukhari Muslim)

Takbiran

Yaitu menyambut datangnya ied dengan mengeraskan membaca takbir dan memukul 
bedug pada malam ied. Perbuatan ini tidak disyariatkan, yang sesuai dengan 
sunah adalah melakukan takbir ketika keluar rumah hendak melaksanakan shalat 
ied sampai tiba di lapangan tempat melaksanakan shalat ied.

Padusan

Yaitu Mandi besar pada satu hari menjelang satu ramadhan dimulai. Perbuatan ini 
tidak disyariatkan dalam agama ini, yang menjadi syarat untuk melakukan puasa 
ramadhan adalah niat untuk berpuasa esok pada malam sebelum puasa, adapun mandi 
junub untuk puasa Ramadhan tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu 
`alaihi wa sallam.

Mendahului Puasa Satu Hari Atau Dua Hari Sebelumnya

Rasulullah telah melarang mendahului puasa ramadhan dengan melakukan puasa pada 
dua hari terakhir di bulan sya'ban, kecuali bagi yang memang sudah terbiasa 
puasa pada jadwal tersebut, misalnya puasa senin kamis atau puasa dawud. 
Rasulullah bersabda, "Janganlah kalian mendahului puasa ramadhan dengan 
melakukan puasa satu hari atau dua hari sebelumnya. Kecuali bagi yang terbiasa 
melakukan puasa pada hari tersebut maka tidak apa-apa baginya untuk berpuasa." 
(HR. Bukhari dan Muslim)

Perayaan Nuzulul Qur'an

Yaitu melaksanakan perayaan pada tanggal 17 Ramadhan, untuk mengenang saat-saat 
diturunkannya al-Qur'an. Perbuatan ini tidak ada tuntunannya dari praktek 
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, begitu pula para sahabat sepeninggal 
beliau.

Berziarah Kubur Karena Ramadhan

Tradisi ziarah kubur menjelang atau sesudah ramadhan banyak dilakukan oleh kaum 
muslimin, bahkan di antara mereka ada yang sampai berlebihan dengan melakukan 
perbuatan-perbuatan syirik di sana. Perbuatan ini tidak disyariatkan. Ziarah 
kubur dianjurkan agar kita teringat dengan kematian dan akhirat, akan tetapi 
mengkhususkannya karena even tertentu tidak ada tuntunannya dari Rasulullah 
maupun para sahabat ridhwanullahi `alaihim ajma'iin.

Inilah beberapa bid'ah yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin, khususnya di 
negeri kita, semoga Allah ta'ala memberikan kita ilmu yang bermanfaat, sehingga 
kita bisa meninggalkan perkara-perkara tersebut dan melakukan perbuatan yang 
sesuai dengan tuntunan Nabi kita Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam.

***





------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke