From: "[email protected]" <[email protected]> Sent: Wed, August 11, 2010 5:15:04 PM Afwan.... Ana mohon informasi nya : Kalau kita kesiangan untuk sahur, sementara kita masih makan tiba-tiba terdengar adzan subuh, apa yang harus kita lakukan berhenti lalu minum (mengeluarkan yang ada di mulut)atau menyelesaikan makanan yang sedang dikunyah dalam mulut Sukron.... Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Insya Allah kalau minumannya sedang kita pegang kita boleh meneruskan minum hingga habis. dalilnya : ( dari buku : Puasa & Imsyak Menurut Sunnah, Ustadz Rasul bin Dahri, Penerbit : Syarikat Ummul Qura Sdn. Bhd. Johor Bahru ) Jika salah seorang di antara kamu mendengar adzan sedangkan ia masih memegang piring (makan) maka janganlah ia meletakkannya sehingga ia menyelesaikan hajatnya (makannya).(HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, Hakim, derajat hadits : shahih ) --> dari hadits tersebut bahkan Rasulullah memerintahkan untuk menyelesaikan makannya meski telah mendengar adzan (dengan catatan memang masih memegang makanan/piring) . Pada waktu iqamat dikumandangkan, Umar masih memegang gelas. Ia (Umar) bertanya : Apakah saya masih boleh minum, ya Rasulullah? Beliau menjawab : Ya (boleh). Kemudian Umar minum.(HR. Ibnu Jarir 3/527/3017 ), derajat hadits ini hasan/baik ) . Qais bin Rabi berkata :Alqamah bin Alatsah pernah bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kemudian datanglah Bilal untuk mengumandangkan adzan. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : Tunggu sebentar wahai Bilal! Alqamah sedang makan sahur.(Diriwayatkan oleh Ath-Thoyalisi nomor 885 dan At Thobroni dalam Al-Kabir sebagaimana dalam Al Majma 3/153). Derajat hadits ini : Hasan/baik). Wallohu a'lam... Tambahan penjelasan dari almanhaj TANDA SUBUH ADALAH TERBITNYA FAJAR, APA HUKUM MAKAN DAN MINUM KETIKA MUADZIN ADZAN. Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin http://www.almanhaj.or.id/content/1617/slash/0 Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum makan dan minum ketika muadzin mengumandangkan adzan atau sesaat setelah adzan, terutama bila terbitnya fajar tidak diketahui dengan pasti ? Jawaban Batas yang menghalangi seseorang yang berpuasa dari makan dan minum adalah terbitnya fajar, berdasarkan firman Allah Ta'ala. Artinya : Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. [Al-Baqarah ; 187] Dan sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam Artinya : Makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangakan adzan. Perawi hadits ini menyebutkan, Ibnu Ummi Maktum adalah seorang laki-laki buta, ia tidak mengumandangkan adzan kecuali diberitahukan kepadanya, Engkau telah masuk waktu subuh, engkau telah masuk waktu subuh[1] Jadi, tandanya adalah terbitnya fajar. Jika muadzinnya seorang yang tepat waktu dan dikenal tidak pernah mengumandangkan adzan kecuali setelah terbitnya fajar, apabila ia adzan maka yang mendengarnya wajib menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dengan patokan mendengar adzannya. Jika muadzinnya memang biasa mengumandangkan adzan berdasarkan perkiraan, maka sebaiknya orang menghentikan kegiatan makannya ketika mendengarnya, kecuali orang yang sedang di dataran dan dapat menyaksikan fajar, maka ia tidak perlu berhenti hanya karena mendengar adzannya sampai ia betul-betul melihat terbitnya fajar jika tidak ada sesuatu yang menghalanginya, karena Allah telah menetapkan hukum ini dengan ketentuan bergantinya malam ke siang yang ditandai dengan terbitnya fajar. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pun telah mengatakan tentang adzannya Ibnu Ummu Maktum, Ia tidak adzan kecuali setelah terbitnya fajar[2] Perlu saya ingatkan di sini tentang masalah yang dilakukan oleh sebagian muadzin, yaitu mereka mengumandangkan adzan sebelum fajar, yaitu sekitar lima atau empat menit dengan alas an untuk kehati-hatian bagi yang hendak berpuasa. Sikap kehati-hatian semacam ini termasuk berlebih-lebihan, bukan kehati-hatian yang syar'i, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda : Artinya : Binasalah orang yang berlebih-lebihan.[3] Yaitu kehati-hatian yang tidak benar, karena mereka memberikan sinyal kehati-hatian untuk puasa tapi malah menimbulkan keburukan dalam perkara shalat. Banyak orang yang langsung mengerjakan shalat subuh begitu mendengar adzan. Ini berarti orang-orang tersebut shalat subuh karena mendengar adzan yang sebenarnya dikumandangkan sebelum waktunya, padahal mengerjakan shalat sebelum waktunya tidak sah. Dengan demikian berarti telah menimbulkan petaka bagi orang-orang yang shalat. Lain dari itu, hal ini pun berarti keburukan bagi yang hendak berpuasa, karena adanya adzan tersebut telah menghalangi seseorang yang hendak berpuasa dari makan dan minum, padahal saat tersebut termasuk saat yang masih dibolehkan oleh Allah. Dengan demikian berarti terlah berbuat dosa terhadap orang-orang yang hendak berpuasa, karena ia mencegah mereka dari apa yang dihalalkan oleh Allah bagi mereka, dan berarti pula berdosa terhadap orang-orang yang shalat karena mereka mengerjakan shalat sebelum waktunya, yang mana hal ini membatalkan shalat mereka. Maka seorang muadzin hendaknya senantiasa bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan menempuh cara kehati-hatian yang benar berdasarkan Al-Kitab dan As-Sunnah. [Kitab Ad-Dawah (5), Ibnu Utsaimin, (2/146-148)] [Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syariyyah Fi Al-Masail Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Juraisy, Penerjemah Amir Hamzah dkk, Penerbit Darul Haq] _________ Foote Note [1]. Hadits Riwayat Al-Bukhari, Kitab Al-Adzan (617), Muslim, Kitab Ash-Shiyam (1092) [2]. Hadits Riwayat Al-Bukhari, Kitab Ash-Shaum (1919), Muslim, Kitab Ash-Shiyam (1092) [3]. Hadits Riwayat Muslim, Kitab Al-Ilm (2670) ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Berhenti berlangganan: [email protected] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
