From: [email protected]
Date: Mon, 16 Aug 2010 14:18:29 +0800
assalamu'alaykum warohmatullooh wabarokaatuh
adakah dinatara antum sekalian yg bisa memberikan pencerahan pada ayat ini : 
وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ 
اللهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ. يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ 
جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ 
وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ 
تَكْنِزُونَ
“Orang-orang yang menyimpan emas dan perak sementara mereka tidak 
menafkahkannya di jalan Allah, maka gembirakanlah mereka dengan azab yang 
pedih. Pada hari dipanaskannya emas dan perak itu dalam neraka jahannam, lalu 
dahi-dahi, lambung-lambung, dan punggung-punggung mereka diseterika dengannya, 
dan dikatakan kepada mereka: ‘Inilah apa yang kalian simpan untuk diri kalian 
sendiri, maka rasakanlah akibatnya sekarang’.” (At-Taubah: 34-35)
apakah yg dimaksud dg menafkahkannya adalah zakat dr emas dan perak tsb?
krn skrg ini ada org yg menabung dg emas, apakah jika telah menunaikan zakatnya 
akan terlepas dr yg dikatakan ayat ini?
syukron, jazakumulloohu khoyron
-iyut, ummu usamah-

=====

Yang dimaksud menafkahkannya adalah menunaikan haknya (emas dan perak) yaitu 
zakat. Wallahu a'lam
Penjelasannya, saya copy dari almanhaj.

http://www.almanhaj.or.id/content/2653/slash/0
Demikian juga Allah memberitakan siksaan yang akan ditimpakan pada hari kiamat 
kepada orang yang tidak berzakat. FirmanNya,

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ 
اللهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ ، يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ 
جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا 
كَنَزْتُمْ لأَنفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ

"Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada 
jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) 
siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu di dalam neraka Jahannam, 
lalu dibakarnya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) 
kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, 
maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan." [At Taubah:34,35].

Firman Allah ini dijelaskan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan 
sabda beliau:

مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلَّا 
إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحَ مِنْ نَارٍ فَأُحْمِيَ 
عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ وَجَبِينُهُ وَظَهْرُهُ 
كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيدَتْ لَهُ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ 
سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فَيَرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى 
الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ 

"Tidaklah pemilik emas dan pemilik perak yang tidak menunaikan haknya (perak) 
darinya (yaitu zakat), kecuali jika telah terjadi hari kiamat (perak) dijadikan 
lempengan-lempengan di neraka, kemudian dipanaskan di dalam neraka Jahannam, 
lalu dibakarlah dahinya, lambungnya dan punggungnya. Tiap-tiap lempengan itu 
dingin, dikembalikan (dipanaskan di dalam Jahannam) untuk (menyiksa)nya. (Itu 
dilakukan pada hari kiamat), yang satu hari ukurannya 50 ribu tahun, sehingga 
diputuskan (hukuman) di antara seluruh hamba. Kemudian dia akan melihat (atau: 
akan diperlihatkan) jalannya, kemungkinan menuju surga, dan kemungkinan menuju 
neraka". [HR Muslim no. 9887, dari Abu Hurairah]

Memang, sesungguhnya harta merupakan ujian besar yang diberikan Allah kepada 
manusia. Dan manusia, ketika mendapatkan harta yang berlimpah, kebanyakan tidak 
lulus menghadapi ujian ini.

Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَاعْلَمُوا أَنَّمَآ أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةُُ وَأَنَّ اللهَ 
عِندَهُ أَجْرُُ عَظِيمُُ

"Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanya sebagai cobaan dan 
sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar". [Al Anfal:28].

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata,“Karena seorang 
hamba diuji dengan harta-bendanya dan anak-anaknya, kemudian kemungkinan 
kecintaannya terhadap hal itu akan membawanya mendahulukan hawa-nafsunya 
daripada menunaikan amanatnya. Allah memberitakan, bahwa harta dan anak-anak 
itu hanya sebagai cobaan. Allah Subhanahu wa Ta'ala menguji para hambaNya 
dengan keduanya. Dan sesungguhnya keduanya sebagai pinjaman, yang akan 
ditunaikan kepada (Allah) Yang telah memberikannya, dan akan dikembalikan 
kepada Dia Yang telah meminjamkannya. Sesungguhnya di sisi Allah terdapat 
pahala yang besar. Jika kamu memiliki akal dan fikiran, maka utamakanlah 
karuniaNya yang agung daripada kenikmatan yang kecil, sementara, dan akan 
binasa. Maka orang yang berakal akan menimbang antara perkara-perkara dan 
mengutamakan perkara yang lebih pantas untuk diutamakan dan lebih berhak untuk 
didahulukan. [Tafsir Taisir Karimir Rahman, surat Al Anfal ayat 28].

Di antara bentuk ujian dalam harta, ialah membayar zakat, bagi orang yang telah 
berkewajiban membayarnya. Janganlah seseorang menyangka, bahwa harta yang 
melimpah akan dapat menyelamatkannya, jika dia tidak tunduk dan taat kepada 
Penciptanya dalam mengatur harta. Allah berfirman

وَلاَ تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ ، يَوْمَ لاَ يَنفَعُ مَالٌ وَلاَ بَنُونَ ، 
إِلاَّ مَنْ أَتَى اللهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ 

"(Nabi Ibrahim berdoa:) Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka 
dibangkitkan, (yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, 
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih". [Asy 
Syu’ara: 87-89].

Maka celakalah orang yang dilalaikan oleh hartanya dan dia mengira bahwa 
hartanya akan mengekalkannya.

وَيْلُُ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ ، الَّذِي جَمَعَ مَالاً وَعَدَّدَهُ ، 
يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ ، كَلاَّ لَيُنبَذَنَّ فيِ الْحُطَمَةِ

"Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta lagi 
menghitung-hitung. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. 
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam 
huthamah". [Al Humazah:1-4]

Bahkan harta itu tidak akan dapat menolong sedikitpun.

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَالَيْتَنِي لَمْ أُوتَ 
كِتَابِيَهْ ، وَلَمْ أَدْرِ مَاحِسَابِيَهْ ، يَالَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ 
، مَآأَغْنَى عَنِّي مَالِيَهْ ، هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ ،

"Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitab (catatan amal)nya dari 
sebelah kirinya, maka dia berkata: "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak 
diberikan kepadaku kitabku (ini), dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap 
diriku. Wahai, kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu, 
hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaan 
dariku". [Al Haqqah:25-29].
                        


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke