From: [email protected] Date: Mon, 16 Aug 2010 09:26:53 +0000 ana mau tanya. apa yang harus dilakukan ketika menjenguk seseorang yang sedang sekarat. seperti masyarakat pada umumnya. mereka biasanya membaca surat yasin pada saat seperti ini? apakah itu benar. lalu bagaimana seharusnya? Syukron.. jazakumullahu khoiron... Didin ====
Yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : I. PADA SAAT SAKIT http://www.almanhaj.or.id/content/438/slash/0 [1] Orang yang sakit wajib menerima qadha (ketentuan) Allah, bersabar menghadapi serta berbaik sangka kepada Allah, semua ini baik baginya. [2] Ia harus mempunyai perasaan takut serta harapan, yaitu takut akan siksaan Allah karena adanya dosa-dosa yang telah ia lakukan, serta harapan akan rahmat Allah. [3] Bagaimana parahnya penyakitnya, ia tidak boleh mengangan-angan kematian, kalaupun terpaksa, maka hendaknya ia berdoa : -Allahumma ahyanii maa kanati al-hayatu khairan lii wa tawaffaniy idzaa kanati al-wafaatu khairan lii- "Artinya : Ya Allah hidupkanlah akau jika kehidupan lebih baik bagiku, matiknalah aku jika kematian lebih baik bagiku" [4] Jika ia mempunyai kewajiban yang menyangkut hak orang lain, hendaknya menyelesaikan secepat mungkin. Jika tidak mampu hendaknya berwasiat untuk penyelesaiannya. [5] Ia harus bersegera berwasiat II MENJELANG MATI [1] Menjelang mati, maka orang-orang yang ada di sekitarnya harus melakukan hal-hal berikut : a. Mentalqin (menuntun) mengucapkan -Laa Ilaha Illal-llah- "Artinya : Tiada yang berhak disembah selain Allah" b. Mendo'akan c. Mengucapkan perkataan yang baik. [2] Adapun membacakan surat Yaa sin di sisi orang yang meninggal atau menghadapkan ke kiblat maka amalan tersebut tidak ada dalilnya. [3] Seorang muslim boleh menghadiri kematian orang non-muslim untuk menganjurkan kepadanya supaya masuk Islam (sebelum meninggal dunia). BACAKANLAH SURAT YASIN TERHADAP ORANG YANG AKAN MATI DI ANTARA KALIAN http://www.almanhaj.or.id/content/2399/slash/0 Pertanyaan Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Bagaimana maksud hadits : “ Bacakanlah surat Yasin terhadap orang yang akan mati di antara kalian”. ? Jawaban Imam Ahmad, Abu Dawud, An-Nasaa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al-Hakim, dari Ma’qal bin Yasir, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Bacakanlah surat Yasin terhadap orang yang akan mati di antara kalian”. Lafadz hadits ini, di dalam riwayat Imam Ahmad (disebutkan). “Surat Yasin adalah hati (jantung) Al-Qur’an. Tidak ada seorang pun yang membacanya yang menginginkan Allah dan hari akhirat, kecuali dia akan diampuni dosanya. Dan bacakanlah surat itu terhadap orang yang mati di antara kailan’ [1] Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban, sedangkan Yahya bin Al-Qaththan menjelaskan illatnya (cacatnya) berupa idhthirab (goncang), mauquf (sampai sahabat). Abu Utsman dan bapaknya yang disebutkan dalam sanadnya ini majhul (tidak diketahui) keadaannya. Ad-Daruquthni berkata : “Hadits ini sanadnya dhaif (lemah), matannya (isi haditsnya) majhul, dan dalam masalah ini, satupun tidak ada hadits yang shahih”. Berdasarkan keterangan ini, maka kami tidak perlu menjelaskan maksud hadits ini, karena hadits ini tidak shahih. Seandainya dianggap shahih, maka maksudnya adalah membacakan surat Yasin kepada orang yang sedang sekarat supaya ingat, dan supaya pada akhir masa hidupnya di dunia mendengar bacaan Al-Qur’an. (Maksud hadits ini), bukanlah membacakan surat Yasin kepada orang yang sudah nyata-nyata meninggal Ada sebagian orang yang membawa pengertian hadits ini kepada zhahirnya, sehingga mengatakan sunnahnya membacakan Al-Qur’an kepada orang yang sudah meninggal, karena (menurut mereka, red) tidak ada hal yang mengalihkan makna hadits ini dari makna zhahirnya. Kami bantah dengan perkataan, seandainya hadits ini sah dan maksudnya adalah benar demikian, maka tentu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melakukannya. Dan tentunya perbuatan Nabi sudah disampaikan kepada kita. Akan tetapi, hal itu tidak pernah ada sebagaimana penjelasan di atas. Ini menunjukkan, yang dimaksud dengan kata ‘mautakum’ dalam hadist ini (seandainya shahih) adalah orang-orang yang sedang mengalami sekarat yang terdapat dalam hadits riwayat Muslim dalam shahih-nya, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. (“Tuntulah orang yang sekarat di antara kalian ‘Laa ilaha illallahu’). Sesungguhnya yang dimaksudkan adalah orang-orang yang sekarat, sebagaimana dalam kisah wafatnya Abu Thalib, paman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wabillahit-taufiq, washallahu ‘ala Nabiyinia Muhammad wa ‘alihi wa shahbihi ajmain. [Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta, 9/41-42] ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Berhenti berlangganan: [email protected] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
