akhi, ada tuntunan bagus bagaimana kita sebagai laki2/suami bersikap kepada orang tua, istri, anak dan mertua. Antum bisa dowbload ceramah ustad yazid dgn judul berbakti kpd orang tua di http:/kajian.net.
Sebagai laki-laki/suami, kita mempunyai kewajiban harus mendahulukan kepentingan orang tua drpd anak dan istri kita, seperti kisah sahabat di salah satu hadits. Tetapi tentunya, antum hrs secara bijaksana dan penuh syang dan lembut menjelaskan kepada istri hal ini, dan bukan berarti mengesampingkan hak istri dan anak. Demi Alloh, segala sesuatu yg kita berikan kpd orang tua, anak dan istri adalah sedekah dan rejekinya akan mengalir lebih lg jika kita dgn niat tulus dan ikhlas. Intinya, antum dan istri hrs brsama2 mencari ilmu syar'i lg..agar sepaham dan tidak ada salah paham Ana doain, mudah2an antum diberi keteguhan iman,keleluasaan rejeki dan kekayaan hati. Dijadikan keluarga antum kelurga penuh barakah. Amin Allohumma Amin.. Wassalamu'alaikum Sent from my BlackBerry® Bentuk-Bentuk Berbakti Kepada Orang Tua http://www.almanhaj.or.id/content/689/slash/0 Sebagian orang yang telah menikah tidak menafkahkan hartanya lagi kepada orang tuanya karena takut kepada istrinya, hal ini tidak dibenarkan. Yang mengatur harta adalah suami sebagaimana disebutkan bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Harus dijelaskan kepada istri bahwa kewajiban yang utama bagi anak laki-laki adalah berbakti kepada ibunya (kedua orang tuanya) setelah Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan kewajiban yang utama bagi wanita yang telah bersuami setelah kepada Allah dan Rasul-Nya adalah kepada suaminya. Ketaatan kepada suami akan membawanya ke surga. Namun demikian suami hendaknya tetap memberi kesempatan atau ijin agar istrinya dapat berinfaq dan berbuat baik lainnya kepada kedua orang tuanya. Diantara bentuk durhaka (uquq) adalah : http://www.almanhaj.or.id/content/544/slash/0 [1] Menimbulkan gangguan terhadap orang tua baik berupa perkataan (ucapan) ataupun perbuatan yang membuat orang tua sedih dan sakit hati. [2] Berkata 'ah' dan tidak memenuhi panggilan orang tua. [3] Membentak atau menghardik orang tua. [4] Bakhil, tidak mengurusi orang tuanya bahkan lebih mementingkan yang lain dari pada mengurusi orang tuanya padahal orang tuanya sangat membutuhkan. Seandainya memberi nafkah pun, dilakukan dengan penuh perhitungan. [5] Bermuka masam dan cemberut dihadapan orang tua, merendahkan orang tua, mengatakan bodoh, 'kolot' dan lain-lain. [6] Menyuruh orang tua, misalnya menyapu, mencuci atau menyiapkan makanan. Pekerjaan tersebut sangat tidak pantas bagi orang tua, terutama jika mereka sudah tua atau lemah. Tetapi jika 'Si Ibu" melakukan pekerjaan tersebut dengan kemauannya sendiri maka tidak mengapa dan karena itu anak harus berterima kasih. [7] Menyebut kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik orang tua. [8] Memasukkan kemungkaran kedalam rumah misalnya alat musik, mengisap rokok, dll. [9] Mendahulukan taat kepada istri dari pada orang tua. Bahkan ada sebagian orang dengan teganya mengusir ibunya demi menuruti kemauan istrinya. Na'udzubillah. [10] Malu mengakui orang tuanya. Sebagian orang merasa malu dengan keberadaan orang tua dan tempat tinggalnya ketika status sosialnya meningkat. Tidak diragukan lagi, sikap semacam ini adalah sikap yang amat tercela, bahkan termasuk kedurhakaan yang keji dan nista. SURAT DARI IBU YANG TERKOYAK HATINYA http://www.almanhaj.or.id/content/1997/slash/0 Anaku� Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.... -----Original Message----- From: Rahmad Singgih <[email protected]> Date: Tue, 31 Aug 2010 10:10:53 wa'alaykum salam saya mau menambahi pertanyaan. bagaimana jika suatu saat saya(suami) ingin membantu orang tua saya, tetapi akhirnya nggak jadi krn istri juga minta bagian dari apa yg akan saya kasih ke orangtua yg jumlahnya nggak besar. Kami suami istri dari keluarga biasa, saya bertanggung jawab terhadap orangtua saya yg nggak punya penghasilan tetap ( buruh serabutan), dan saya sendiri sebenarnya juga pas-pas an, tapi saya selalu berusaha unt bantu ortu, tapi lain halnya kalau sama mertua ,saya tdk bisa selalu memberi ( memberi tapi jarang). Istri juga merasa bertanggung jawab kpd ortu nya, tapi istri saya tdk bekerja. akhirnya sampai skr saya sembunyi2 memberi ke ortu saya sekedar unt hidup hari2, itupun tdk tiap bulan ,� dan dari uang hari2 saya/ dari uang sampingan yg nggak terduga. ortu saya juga sebenarnya nggak pernah minta, krn sedari sy kecil ortu saya juga berusaha sendiri , sampai skr, biarpun cuma serabutan. jazakallah khoir atas rekan2 yg mau mendengar masalah saya. saya bingung, krn masalah ini muncul berulang ulang, dan kadang saya di katai egois , mau menang sendiri, dll. mohon pencerahan dari rekan2. sy nggak mau mendholimi siapapun, terutama ortu. sy juga sayang mertua maupun keluarga saya ( istri dan anak). mohon maaf sekiranya saya mengutarakannya terlalu panjang lebar. semoga Allah selalu merahmati kita semua. wassalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh. ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Berhenti berlangganan: [email protected] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
