Assalamu'alaikum,

Berikut artikel terkait dengan ucapan "Minal Aidin Walfaidzin" yang diambil
dari 
http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2009/09/20/mengenal-makna-minal-aidin-wal-faidzin-dan-ucapan-pada-hari-ied/.
 Wallahu a'lam.

Wassalamu'alaikum,
-Ummu Zahra-

-----------

MENGENAL MAKNA “MINAL AIDIN WAL FAIDZIN” DAN UCAPAN PADA HARI ‘IED
20 September 2009
Frasa yang akan banyak diucapkan orang di hari berbuka (baca: ‘iedul fitri)
adalah “MINAL AIDIN WAL FAIZIN”. Seringkali frasa berbahasa Arab ini diikuti
dengan frasa berbahasa Indonesia: maaf lahir dan batin. Orang mengucapkan dua
frasa ini biasanya sambil menyorongkan tangan untuk bersalaman.  SMS pun akan
banyak mengutip frasa ini. Bahkan iklan di media cetak dan televisi juga
menampilkan rangkaian kata ini. Seringkali pula tulisan berhuruf latin ini
dibikin sedemikian rupa sehingga menyerupai kaligrafi huruf Arab.
Tapi, tahukah Anda bahwa frasa “Minal Aidin Wal Faizin” itu tidak dikenal dalam
budaya Arab (terlebih lagi dalam islam)?
Dalam buku berjudul “Bahasa!” terbitan TEMPO. Di halaman 177 buku ini, Qaris
Tajudin mengungkapkan bahwa memang frasa Minal Aidin Wal Faizin “berasal dari
bahasa Arab, bahasa yang banyak menyumbang istilah keagamaan di Indonesia, baik
agama Islam maupun Kristen.” Qaris mengatakan bahwa selain tidak dikenal dalam
budaya Arab, frasa Minal Aidin Wal Faizin juga hanya dapat dimengerti oleh orang
Indonesia. Frasa ini bisa ditemui dalam kamus bahasa Indonesia, tapi tidak
ditemukan dalam kamus bahasa Arab, kecuali dalam lema kata per kata.
Lalu, apa arti Minal Aidin Wal Faizin? Terjemahan frasa ini adalah: dari orang
yang kembali dan orang-orang yang menang. Mungkin maksud lengkapnya
adalah:”Semoga Anda termasuk orang-orang yang kembali (ke jalan Tuhan) dan
termasuk orang yang menang (melawan hawa nafsu).” ternyata, adalah kesalahan
besar jika kita mengartikan Minal Aidin Wal Faizin dengan “mohon maaf lahir dan
batin”.
[dinukil dari: http://jalansutera.com]
Ucapan pada hari ‘ied
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang ucapan selamat pada hari raya maka
beliau menjawab [Majmu Al-Fatawa 24/253] :
“Ucapan pada hari raya, di mana sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika
bertemu setelah shalat Ied :
Taqabbalallahu minnaa wa minkum
“Artinya : Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian”
Dan (Ahaalallahu ‘alaika), dan sejenisnya, ini telah diriwayatkan dari
sekelompok sahabat bahwa mereka mengerjakannya. Dan para imam memberi rukhshah
untuk melakukannya seperti Imam Ahmad dan selainnya.
Akan tetapi Imam Ahmad berkata :
“Aku tidak pernah memulai mengucapkan selamat kepada seorangpun, namun bila ada
orang yang mendahuluiku mengucapkannya maka aku menjawabnya. Yang demikian itu
karena menjawab ucapan selamat bukanlah sunnah yang diperintahkan dan tidak pula
dilarang. Barangsiapa mengerjakannya maka baginya ada contoh dan siapa yang
meninggalkannya baginya juga ada contoh, wallahu a’lam.” [Lihat Al Jauharun Naqi
3/320. Berkata Suyuthi dalam 'Al-Hawi: (1/81) : Isnadnya hasan]
Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari [2/446] :
“Dalam “Al Mahamiliyat” dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia
berkata :
“Artinya : Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu pada
hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : Taqabbalallahu
minnaa wa minka (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)”.
Ibnu Qudamah dalam “Al-Mughni” (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad
berkata : “Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan
sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka bila kembali dari shalat Id
berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain : Taqabbalallahu minnaa wa minka”
Imam Ahmad menyatakan : “Isnad hadits Abu Umamah jayyid (bagus)” [2]
Adapun ucapan selamat : (Kullu ‘aamin wa antum bikhair) atau yang semisalnya
seperti yang banyak dilakukan manusia [seperti "minal aidin wal faidzin" yang
tersebar luas di Indonesia], maka ini tertolak tidak diterima, bahkan termasuk
perkara yang disinggung dalam firman Allah,
أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَىٰ بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ ؟
“Apakah kalian ingin mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih
baik?” [Al-Baqåråh: 61]
[Disalin dari buku Ahkaamu Al Iidaini Fii Al Sunnah Al Muthahharah, edisi
Indonesia Hari Raya Bersama Rasulullah, oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul
Hamid Al-Halabi Al-Atsari, terbitan Pustaka Al-Haura', penerjemah Ummu Ishaq
Zulfa Husein,http://www.almanhaj.or.id/content/1177/slash/0]
Foote Note:
[1]. Al Jalal As Suyuthi menyebutkan dalam risalahnya ” Wushul Al Amani bi Ushul
At Tahani” beberapa atsar yang berasal lebih darisatu ulama Salaf, di dalamnya
ada penyebutan ucapan selamat




________________________________
From: Abu Fandi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, 8 September, 2010 11:28:24
Subject: [assunnah] ucapan Minal Aidin Walfaidzin apakah ada dalil nya?


Bismillah,
AFwan mau tanya tentang ucapan Minal Aidin Walfaidzin, apakah ada diantara
antum Jamian yg punya artikel mengenai ini

Baarakalallahu Fikum
AbuFauzan





      

Kirim email ke