KEISTIMEWAAN- KEISTIMEWAAN AL-QUR’AN [1]

Oleh

Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

http://www.almanhaj.or.id/content/2824/slash/0



Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Rasul kita Muhammad 
Shallallahu 'alaihi wa sallam, dimulai dengan surat al-Fatihan dan 
ditutup dengan surat an-Nas, bernilai ibadah bagi siapa yang membacanya,
 berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:



مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ 
وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ 
أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ



Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Qur’an maka baginya satu 
kebaikan dan setiap kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.
 Saya tidak mengatakan       الــم   ialah satu huruf, akan tetapi  ا 
satu huruf,   ل  satu huruf dan م satu huruf. [HR. Bukhari].



Banyak hadits shahih yang menjelaskan tentang keutamaan membaca 
surat-surat dari al-Qur’an.



Berikut ini kami paparkan sebagian keistimewaan-keistimewaan al-Qur’an 
al-Karim: [2]



1. Tidak sah shalat seseorang kecuali dengan membaca sebagian ayat 
al-Qur’an (yaitu surat Al-Fatihah-Red) berdasarkan sabda Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam.



لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ



"Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca surat al-Fatihah". [HR. 
Bukhari-Muslim]



2. Al-Qur’an terpelihara dari tahrif (perubahan) dan tabdil 
(penggantian) sesuai dengan firman Allah Azza wa Jalla :



إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ



"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami 
benar-benar memeliharanya". [al-Hijr:9]



Adapun kitab-kitab samawi lainnya seperti Taurat dan Injil telah banyak 
dirubah oleh pemeluknya.



3. Al-Qur’an terjaga dari pertentangan/kontrakdiksi (apa yang ada di 
dalamnya) sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :



أَفَلاَ يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْءَانَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللهِ
 لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلاَفاً كَثِيرًا



"Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran? Kalau kiranya Alquran 
itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapatkan pertentangan yang
 banyak di dalamnya". [an-Nisa’: 82]



4. Al-Qur’an mudah untuk dihafal berdasarkan firman Allah:



وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ



"Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur'an untuk pelajaran". 
[al-Qamar: 32]



5. Al-Qur’an merupakan mu’jizat dan tidak seorangpun mampu untuk 
mendatangkan yang semisalnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menantang 
orang Arab (kafir Quraisy) untuk mendatangkan semisalnya, maka mereka 
menyerah (tidak mampu). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:



أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِّثْلِهِ



"Atau (patutkah) mereka mengatakan: "Muhammad membuat-buatnya". 
Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan
 sebuah surat seumpamanya ... ". [Yunus: 38]



6. Al-Qur’an mendatangkan ketenangan dan rahmat bagi siapa saja yang 
membacanya, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :



مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ 
اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ 
السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ 
وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ



"Tidaklah berkumpul suatu kaum dalam suatu majlis kecuali turun pada 
mereka ketenangan dan diliputi oleh rahmat dan dikerumuni oleh malaikat 
dan Allah akan menyebutkan mereka di hadapan para malaikatnya". [HR. 
Muslim].



7. Al-Qur’an hanya untuk orang yang hidup bukan orang yang mati 
berdasarkan firman Allah:



لِّيُنذِرَ مَن كَانَ حَيًّا



"Supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup 
(hatinya)". [Yaasiin: 70]



Dan firman Allah:



وَأَن لَّيْسَ لِلإِنسَانِ إِلاَّ مَا سَعَى



"Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah 
diusahakannya". [an-Najm:39]



Imam Syafi’i mengeluarkan pendapat dari ayat ini bahwa pahala bacaan 
al-Qur’an tidak akan sampai kepada orang-orang yang mati. Karena bacaan 
tersebut bukan amalan si mayit. Adapun bacaan seorang anak untuk kedua 
orang tuanya, maka pahalanya bisa sampai kepadanya, karena seorang anak 
merupakan hasil usaha orang tua, sebagaimana disebutkan dalam hadits 
Rasulullah n .



8. Al-Qur’an sebagai penawar (obat) hati dari penyakit syirik, nifak dan
 yang lainnya. Di dalam al-Qur’an ada sebagian ayat-ayat dan surat-surat
 (yang berfungsi) untuk mengobati badan seperti surat al-Fatihah, 
an-Naas dan al-Falaq serta yang lainnya tersebut di dalam sunnah 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta'ala 
berfirman :



يَآأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ 
وَشِفَآءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ



"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu 
dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan 
petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman". [Yunus :57]



Begitu pula dalam firmanNya:



وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ 
لِّلْمُؤْمِنِينَ



"Dan Kami turunkan dari al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat 
bagi orang-orang yang beriman". (ِAl-Israa’:82)



9. Al-Qur’an akan memintakan syafa’at (kepada Allah) bagi orang yang 
membacanya, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :



اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا 
لِأَصْحَابِهِ 



"Bacalah al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat 
memohonkan syafa’at bagi orang yang membacanya (di dunia)". [HR. 
Muslim].



10. Al-Qur’an sebagai hakim atas kitab-kitab sebelumnya, sebagaimana 
firman Allah Azza wa Jalla :



وَأَنزَلْنَآإِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ 
يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ



"Dan Kami telah turunkan kepadamu Alquran dengan membawa kebenaran, 
membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan 
sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu". 
[al-Maidah: 48]



Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata sesudah menyebutkan beberapa pendapat 
tentang tafsir (مُهَيْمِنًا  ): “Pendapat-pendapat ini mempunyai arti 
yang berdekatan (sama), karena istilah  (مُهَيْمِنًا ) mencakup 
semuanya, yaitu sebagai penjaga, sebagai saksi, dan hakim terhadap 
kitab-kitab sebelumnya. Al-Qur’an adalah kitab yang paling mencakup dan 
sempurna, yang diturunkan sebagai penutup kitab-kitab sebelumnya, yang 
mencakup seluruh kebaikan (pada kitab-kitab) sebelumnya. Dan ditambah 
dengan kesempurnaan-kesempurnaan yang tidak (ada dalam kitab) yang 
lainnya. Oleh karena inilah Allah k menjadikannya sebagai saksi 
kebenaran serta hakim untuk semua kitab sebelumnya, dan Allah menjamin 
untuk menjaganya. [Tafsir Ibnu Katsir juz 2 hal. 65]



11.  Berita Al-Qur’an pasti benar dan hukumnya  adil. Allah Azza wa 
Jalla berfirman:



وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلاً لاَ مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ



"Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (al-Qur'an), sebagai kalimat yang 
benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimat-Nya" 
[al-An-‘aam: 115].



Qatadah rahimahullah berkata: “Setiap yang dikatakan al-Qur’an adalah 
benar dan setiap apa yang dihukumi al-Qur’an adalah adil, (yaitu) benar 
dalam pengkhabaran dan adil dalam perintahnya, maka setiap apa yang 
dikabarkan al-Qur’an adalah benar yang tidak ada kebohongan dan keraguan
 di dalamnya, dan setiap yang diperintahkan al-Qur’an adalah adil yang 
tidak ada keadilan sesudahnya, dan setiap apa yang dilarang al-Qur’an 
adalah bathil, karena al-Qur’an tidak melarang (suatu perbuatan) kecuali
 di dalamnya terdapat kerusakan. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :



يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ 
لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ



"Dia menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari 
mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik 
dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk"  [al-A’raaf: 157] [Lihat
 tafsir Ibnu Katsir jilid 2 hal. 167]



12. Di dalam al-Qur’an terdapat kisah-kisah yang nyata, dan tidak 
(bersifat) khayalan, maka kisah-kisah Nabi Musa bersama Fir’aun adalah 
merupakan kisah nyata. Firman Allah:



نَتْلُوا عَلَيْكَ مِن نَّبَإِ مُوسَى وَفِرْعَوْنَ بِالْحَقِّ



"Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir'aun dengan 
benar". [al-Qashash: 3]



Begitu pula kisah As-Haabul Kahfi merupakan kisah nyata. Allah Subhanahu
 wa Ta'ala berfirman:



نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِالْحَقِّ



"Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya". 
[Al-Kahfi: 13].



Dan semua apa yang dikisahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam 
al-Qur’an adalah haq (benar). Allah berfirman:



إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّ



"Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar". [ali-Imran: 62]



13. Al-Qur’an mengumpulkan antara kebutuhan dunia dan akhirat. Allah 
berfirman:



وَابْتَغِ فِيمَآءَاتَاكَ اللهُ الدَّارَ اْلأَخِرَةَ ولاَتَنْسَ نَصِيبَكَ
 مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَآأَحْسَنَ اللهُ إِلَيْكَ



"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu 
(kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu 
dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) 
sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu". [al-Qashash: 77]



14. Al-Qur’an memenuhi semua kebutuhan (hidup) manusia baik berupa 
aqidah, ibadah, hukum, mu’amalah, akhlaq, politik, ekonomi dan. 
permasalahan-permasalahan kehidupan lainnya, yang dibutuhkan oleh 
masyarakat. Allah berfirman:



مَّافَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِن شَىْءٍ



"Tiadalah Kami lupakan sesuatu apapun di dalam Al-Kitab". [al-An’aam: 
38]



Dan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :



وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى 
وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ



"Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (al-Qur'an) untuk menjelaskan 
segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berserah 
diri". [an-Nahl: 89]



Al-Qurthubi berkata dalam menafsirkan firman Allah (مَّافَرَّطْنَا فِي 
الْكِتَابِ مِن شَىْءٍ ) Tiadalah Kami lupakan sesuatu apapun di dalam 
Al-Kitab (Al-An’aam: 38)

: “Yakni di dalam al-Lauh al-Mahfud. Karena sesungguhnya Allah l sudah 
menetapkan apa yang akan terjadi,  atau yang dimaksud yakni di dalam 
al-Qur’an yaitu Kami tidak meninggalkan sesuatupun dari perkara-perkara 
agama kecuali Kami menunjukkannya di dalam al-Qur’an, baik penjelasan 
yang sudah gamblang atau global yang penjelasannya bisa didapatkan dari 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam , atau dengan ijma’ ataupun 
qias berdasarkan nash al-Qur’an”. [Juz 6 hal. 420].

 

Kemudian Al-Quthubi juga berkata: “Maka benarlah berita Allah, bahwa Dia
 tidak meninggalkan perkara sedikitpun dalam al-Qur’an baik secara rinci
 ataupun berupa kaedah. 



Ath-Thabari berkata dalam menafsirkan ayat (وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ 
الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَىْءٍ) “Dan Kami turunkan kepadamu 
Al-Kitab (al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu. (An-Nahl: 89): 
“Al-Qur’an ini telah turun kepadamu wahai Muhammad sebagai penjelasan 
apa yang dibutuhkan manusia, seperti mengetahui halal dan haram dan 
pahala dan siksa. Dan sebagai petunjuk dari kesesatan dan rahmat bagi 
yang membenarkannya dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya, berupa 
hukum Allah, perintahNya dan laranganNya, menghalalkan yang halal 
mengharamkan yang haram.  …Dan kabar gembira bagi orang-orang yang 
berserah diri …… beliau berkata : “dan  sebagai gambar gembira bagi 
siapa saja yang ta’at kepada Allah dan tunduk kepadaNya dengan bertauhid
 dan patuh dengan keta’atan, maka Allah akan berikan kabar gembira 
kepadanya berupa besarnya pahala di akhirat dan keutamaan yang besar. 
[Juz 14 hal. 161].



15. Al-Qur’an mempunyai pengaruh yang kuat terhadap jiwa manusia dan 
jin.

Adapun (pengaruh yang kuat terhadap) manusia maka banyak kaum musyrikin 
pada permulaan Islam yang terpengaruh dengan al-Qur’an dan merekapun 
masuk Islam. Sedangkan di zaman sekarang, saya pernah bertemu dengan 
pemuda Nasrani yang telah masuk Islam dan dia menyebutkan kepadaku bahwa
 dia terpengaruh dengan al-Qur’an ketika ia mendengarkan dari kaset. 
Adapun (pengaruh yang kuat terhadap) jin, maka sekelompok jin telah 
berkata:



قُلْ أُوحِىَ إِلَىَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ فَقَالُوا 
إِنَّا سَمِعْنَا قُرْءَانًا عَجَبًا {1} يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ 
فَئَامَنَّا بِهِ وَلَن نُّشْرِكَ بِرَبِّنَآ أَحَدًا



"Katakanlah (hai Muhammad0 :" Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya : 
sekumpulan jin telah mendengarkan (al-Qur'an) , lalu mereka berkata : 
Sesungguhnya kami telah mendengarkan al-Qur'an yang menakjubkan (yang) 
memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. 
Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseoranpun dengan Rabb 
kami". [al-Jin : 1-2]



Adapun orang-orang musyrik, banyak diantara mereka yang terpengaruh 
dengan al-Qur’an ketika mendengarnya. Sehingga Walid bin Mughirah 
berkata: “Demi Allah, ini bukanlah syair dan bukan sihir serta bukan 
pula igauan orang gila, dan sesungguhnya ia adalah Kalamullah yang 
memiliki  kemanisan dan keindahan. Dan sesungguhya ia (al-Qur’an) sangat
 tinggi (agung) dan tidak yang melebihinya. [Lihat Ibnu Katsir juz 4 hal
 443].



16. Orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkan adalah orang yang 
paling baik. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :



خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ 



"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar al-Qur’an dan 
mengajarkannya." [HR. Bukhari]



17.     

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ 
وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ 
شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ 



"Orang yang mahir dengan al-Qur’an bersama malaikat yang mulia, sedang 
orang yang membaca al-Qur’an dengan tertatih-tatih dan ia bersemangat 
(bersungguh-sungguh maka baginya dua pahala" [HR. Bukhari-Muslim]. 

Arti As-Safarah = para malaikat.



18.  Allah menjadikan al-Qur’an sebagai pemberi petunjuk dan pemberi 
kabar gembira. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:



إِنَّ هَذَا الْقُرْءَانَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ 
الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا 
كَبِيرًا



"Sesungguhnya al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang 
lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang 
mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar". 
[al-Isra: 9]



19. Al-Qur’an menenangkan hati dan memantapkan keyakinan. Orang-orang 
yang beriman mengetahui bahwa al-Qur’an adalah tanda (mujizat) yang 
paling besar yang menenangkan hati mereka dengan keyakinan yang mantap. 
Allah berfirman:



الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللهِ أَلاَ 
بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ



"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan 
mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi 
tenteram". [ar-Rad: 28].



Maka apabila seorang mukmin ditimpa kesedihan, gundah gulana, atau 
penyakit, maka hendaklah ia mendengarkan al-Qur’an dari seorang Qari’ 
yang bagus suaranya, seperti al-Mansyawi dan yang lainnya. Karena 
Rasulullah Shalalllahu 'alaihi wa sallam bersabda:



حَسِّنُوْا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ فَإِنَّ الصَّوْتَ الْحَسَنَ 
يَزِيْدُ الْقُرْآنَ حَسَنًا



"Baguskan (bacaan) al-Qur’an dengan suaramu maka sesungguhnya suara yang
 bagus akan menambah keindahan suara al-Qur’an". [Hadits Shahih, lihat 
Shahihul Jami’ karya Al-Albani rahimahullah].



20. Kebanyakan surat-surat dalam al-Qur’an mengajak kepada tauhid, 
terutama tauhid uluhiyah dalam beribadah, berdo’a, minta pertolongan. 

Maka pertama kali dalam al-Qur’an yaitu surat al-Fatihah, engkau dapati 
firman Allah (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ) “Kami tidak 
menyembah kecuali kepadaMu dan kami tidak minta pertolongan kecuali 
kepadaMu”. Dan diakhir dari al-Qur’an yaitu surat al-Ikhlas, al-Falaq, 
an-Naas, engkau jumpai tauhid nampak sekali  dalam firmanNya: 



(قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ).



"Katakanlah, "Dialah Allah, Yang Maha Esa ". [al-Ikhlash:], dan:



(قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ) 



"Katakanlah "Aku berlindung kepada Rabb Yang Menguasai subuh". 
[al-Falaq:1] dan:



قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ



"Katakanlah, "Aku berlindung kepada Rabb manusia". [an-Naas:1].



Dan masih banyak ayat tauhid di dalam surat-surat al-Qur’an yang lain. 
Di dalam surat Jin engkau baca firman Allah Azza wa Jalla :



 قُلْ إِنَّمَآ أَدْعُوا رَبِّي وَلآ أُشْرِكُ بِهِ أَحَدًا



"Katakanlah: "Sesungguhnya aku hanya menyembah Rabbmu dan aku tidak 
mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya". [al-Jin: 20].



Juga di dalam surat yang sama Allah berfirman:



وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلاَ تَدْعُوا مَعَ اللهِ أَحَدًا



"Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka 
janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah)
 Allah". [al-Jin: 18].



21. Al-Qur’an merupakan sumber syari’at Islam yang pertama yang Allah 
turunkan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk 
mengeluarkan manusia dari kegelapan kufur, syirik dan kebodohan menuju 
cahaya keimanan, tauhid dan ilmu. Allah berfirman:



كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ 
إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ



"Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya 
kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang 
benderang dengan izin Rabb mereka, (yaitu) menuju jalan Rabb Yang Maha 
Perkasa lagi Maha Terpuji". [Ibrahim: 14].



22. Al-Qur’an memberitakan perkara-perkara ghaib yang akan terjadi, 
tidak bisa diketahui kecuali dengan wahyu. Sebagaimana firman Allah 
Subhanahu wa Ta'ala :



سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَ



"Golongan itu (yakni kafirin Quraisy) pasti akan dikalahkan dan mereka 
akan mundur ke belakang". [al-Qamar: 45].



Dan sungguh orang-orang musyrik telah kalah dalam perang Badar, mereka 
lari dari medan peperangan. Al-Qur’an (juga) banyak memberitakan tentang
 perkara-perkara yang ghaib, kemudian terjadi setelah itu. 



[Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, dosen di Darul Hadits Al-Khairiyah di 
Makkah Al-Mukarramah]



[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun V/1422/2001M. Penerbit 
Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton 
Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-7574821]

________

Footnote

[1]. Diterjemahkan oleh Ahmad Khamidin dari makalah yang berjudul Min 
Khashaish Al-Qur’an Al-Karim, di dalam majalah Al-Furqan no:85, hal: 
24-25]

[2]. Penomoran dari penerjemah                  
                        
                                                                  

Kirim email ke