Kalau mengenai masalah asrama sudah tidak bisa ditawar lagi akh, komunitas muslin memang ada, tetapi mereka hanya menjual makanan mentah, dan sesuai yang ana katakan sebelumnya, sangat dilarang untuk memasak di asrama, sampai saat inipun ana memasak dalam kondisi diam-diam, restaurant disani semuanya pasti punya menu babi, apabila ana membawa alat makan sendiri apakah sudah aman? mengingat mungkin wajan yang digunakan pasti juga pernah dipakai memasak babi?
--- In [email protected], Ahmad Ridha <ahmad.ri...@...> wrote: > > 2010/9/25 Khairul <khairul_anwar...@...> > > > Assalaamu'alaykum, > > > Wa'alaykumus salaam warahmatullah, > > > > Saat ini ana sedang berada di salah satu negara kafir, yakni korea > > selatan. > > > Ana sarankan agar antum sesegera mungkin mencari masyarakat muslim yang > terdekat untuk memperoleh informasi tempat makan yang halal. > > Ana yakin ada banyak alternatif yang dapat dilakukan untuk mendapatkan > makanan halal, sehingga masih jauh dari kondisi darurat. Antum bisa beli > makanan kemasan atau setiap hari beli sayuran, telur, dan susu sehingga juga > tidak perlu repot-repot memasak. Antum juga bisa membeli set alat makan > sendiri. Kemudian juga tentunya antum dapat menyampaikan masalah ini pihak > asrama agar bisa mendapat dispensasi. > > -- > Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim > (l. 1400 H/1980 M) > ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Berhenti berlangganan: [email protected] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
