Wa'alaikumussalam Warohmatulloh..
berikut saya salinkan fatwa ulama dari artikelassunnah.blogspot.com. semoga 
bermanfaat..

Fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz

المرور بصندوق خيري أمام الصفوف يوم الجمعة

Hukum Memutarkan Kotak Infak di Depan Shaf Shalat Pada Hari Jumat

لنا
 صندوق خيري لصالح المسجد، ويوجد رجل مخصص لهذا الصندوق يدور به على صفوف
المصلين قبل الصلاة، وخاصة يوم الجمعة، فما حكم هذا العمل، علماً بأن بعض
المصلين يجد شيئاً من الحرج؟

Pertanyaan,
 “Kami memiliki kotak infak untuk kepentingan masjid. Ada petugas khusus
 yang yang bertugas memutarkannya di depan jamaah masjid sebelum shalat
dimulai terutama pada hari Jumat. Apa hukum perbuatan semisal ini
mengingat sebagian jamaah kurang setuju dengan hal ini?”

هذا
 فيه نظر؛ لأن معناه سؤال للمصلين وقد يحرجهم ويؤذيهم بذلك، فكونه يطوف
عليهم ليسألهم حتى يضعوا شيئاً من المال في هذا الصندوق لمصالح المسجد لو
تَرك هذا يكون أحسن،

Jawaban Ibnu Baz, “Hal ini perlu mendapatkan
rincian. Memutarkan kotak infak itu bermakna meminta-minta kepada jamaah
 masjid yang hendak menunaikan shalat. Boleh jadi hal ini menyusahkan
dan mengganggu mereka. Adanya petugas yang berkeliling di hadapan para
jamaah masjid untuk meminta mereka agar mereka memasukkan sebagian uang
mereka ke dalam kotak infak masjid adalah suatu hal yang lebih baik
ditinggalkan.

وإلا فالأمر فيه واسع، لو قال الإمام: أن المسجد في حاجة إلى مساعدتكم وتعاونكم 
فلا بأس في ذلك؛ لأن هذا مشروع خيري،

Meski
 sebenarnya ada kelonggaran dalam masalah ini. Seandainya pengurus
masjid menyampaikan pengumuman bahwa masjid membutuhkan bantuan
finansial jamaah masjid maka memutarkan kotak infak adalah perbuatan
yang tidak mengapa karena hal ini adalah termasuk kegiatan yang bersifat
 murni sosial.

لكن كونه يطوف بالصندوق عليهم في صفوفهم قد يكون فيه بعض الأذى وبعض الإحراج، 
فالذي أرى أن تركه أولى،

Akan
 tetapi menimbang bahwa memutarkan kotak infak di hadapan para jamaah
masjid itu sedikit mengganggu dan menyusahkan para jamaah maka kami
berpandangan bahwa meninggalkan hal tersebut adalah yang lebih baik.

ويكفي
 أن يُعلموا بهذا، أن الصندوق هذا لمصالح المسجد من شاء وضع فيه ومن شاء
تركه، ولا يطوف به عليهم ولا يؤذيهم بذلك، هذا هو الأحوط والأقرب إلى
السلامة.

Idealnya cukup jamaah diberi tahu adanya kotak infak
untuk kepentingan masjid. Siapa yang ingin berinfak dipersilahkan dan
siapa yang belum ingin berinfak juga tidak mengapa. Sehingga tidak perlu
 memutarkan kotak infak yang berakibat jamaah masjid merasa kurang
nyaman. Inilah sikap yang lebih hati-hati dan lebih aman”.

Sumber:

http://www.ibnbaz.org.sa/mat/16368

--- On Wed, 27/10/10, Ismet Rasmady <[email protected]> wrote:

From: Ismet Rasmady <[email protected]>
Subject: [assunnah] Tanya tentang kotak amal ketika hutbatain
To: [email protected]
Date: Wednesday, 27 October, 2010, 22:08







 









      Assalamu'alaikum,



Mohon ya ikwah...pencerahan tentang kotak amal yang keliling ketika hutbatain.

Dan apakah sohih hadits tentang " lagho ketika hutbah berlangsung jamaah  
berbicara "?

Apakah mengisi kotak amal ketika hutbatain termasuk lagho?



Jazakallohu khoiron katsiir.























      

Kirim email ke