Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh, Mungkin saya tidak bisa menjelaskan dengan rinci. Tapi hanya sekedar masukan buat anti. Semoga juga dari salafiyyin yang lainnya bisa menambahkannya.
Kata "Salafi" buat mereka adalah suatu kata yang sangat amat asing, bahkan mereka menganggap aneh. Mereka mengetahui esensi ajaran pokoknya sangatlah amat sedikit. Jadi tidak heran kalau mereka serta merta mengindentikkan langsung kepada Wahabi, yang sedihnya dengan kata ini pula mereka tidak faham kecuali amat sedikit. Singkatnya, adalah tugas kita semua yang: 1/ Belum punya Ilmu atau tidak mengetahui banyak Ilmu. Wajib berperilaku dan berperangai baik dan mulia sebagaimana akhlaq Rasulullah salallahu'alayhi wasallam dan para sahabatnya. Juga cukup diam tapi kalau bergairah, tunjukkanlah buku-2 atau kitab-2 ulama yang bisa menjelaskan ketidak-tahuan mereka, kalau mereka terima Alhamdulillah baik buat mereka dan buat dirinya, jikalau mereka menolak maka sungguh baik buat dirinya. Sabar dalam menghadapi segala cobaan berupa hinaan, cacian ataupun pengucilan, bertawakkal kepada Allah 'azza wajall 1/ Mengetahui cukup Ilmu. Agar menyampaikannya dengan sesantun mungkin, jangan kasar dan acuh-tak acuh atau mudah memukul palu. Karena mereka adalah saudara kita, masih beragama Islam. Bedanya mereka dibesarkan dan hidup dilingkungan dimana Ilmu tidak tergalakkan untuk di tuntut, atau pula tidak se-untung seperti kita yang telah mendapatkan banyak hidayah. Pertama kali yang harus kita lakukan adalah Wajib bagi kita untuk menunjukkan Akhlaq kita dengan sebaik-baiknya dan se-indah-indahnya, baik secara dzahir maupun batin, ikhlas karena Allah ta'ala semata. Sampaikan nasihat-2 Ilmu yang telah bersemayam dalam hati kita dengan santun, tutur kata yang indah, perangai yang mulia. Dalam Hadits Arba’in Imam Nawawi yang dikeluarkan oleh Imam Al-Bukhari dalam sahihnya: عَنْ عَائِشَةَ رضى الله تعالى عنها قَالَتْ: اسْتَأْذنَ رَهْطٌ مِنَ الْيَهُودِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا : السَّامُ عَلَيْكَ! Artinya: Dari ‘Aisyah Radhiyallahu Ta’ala ‘anha berkata: Telah datang meminta ijin kepadaku beberapa orang yahudi (rohthun yaitu 3~9 orang) untuk menemui Nabi salallahu ‘alaihi wassalam, mereka berkata: “kematian untukmu wahai Muhammad!” Maka aku (‘Aa-isyah) menjawab: فَقُلْتُ: بَلْ عَلَيْكُمُ السَّامُ وَاللَّعْنَةُ! Artinya: “Bahkan untuk kalianlah kematian dan laknat! Maka Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: فَقَالَ: يَاعَائِشَةُ، إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقً فِي الْلأُمْرِ كُلِّهِ، Artinya: “Ya ‘Aisyah!, Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Lembut dan DIA mencintai kelembutan dalam segala perkara”. Kemudian aku (‘Aa-syah) menjawab: قُلْتُ: أَوَلَمْ تَسْمَعْ مَا قَالُوا؟ “Tidakkah engkau ya Rasulullah mendengar apa yang mereka (yahudi) ucapkan?” Beliau salallahu’alayhi wasallam menjawab (‘Aa-syah): قَالَ: قُلْتُ وَعَلَيْكُمْ “Aku katakan (menjawab salamnya orang-orang yahudi tadi)Dan bagi kalian juga!” Dan dalam hadits sahihnya yang lainnya Rasulullah salallahu'alayhi wasallam bersabda: عَلَيْكَ بِالرِّفْقَ؛ إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُوْنُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ artinya: “Hendaknya engkau berbuat lemah lembut, sesungguhnya kelembutan itu tidaklah berada pada sesuatu kecuali kelembutan itu akan menghiasinya, dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu kecuali akan memperburuknya.” ( Muslim, Al-Bir no: 78, Abu Daud, Jihad no: 1, Ahmad bab: 6, no: 58, 112, 125, 171, 206, 222 ) Kedua, wajib bagi kita sabar, walaupun mereka sampai mencaci kita, bahkan mangadu-dombakan kita ataupun memukul kita. Masalah urusan keduniaan yang mereka perebutkan, banyak-2-lah mengalah. Wajib menjauhkan sikap kita dari membalas dendam, artinya janganlan kita memperlakukan mereka dengan keburukan tapi harus dengan kebaikan (kebenaran) walaupun mereka memperlakukan kita dengan kejahatan dan kejelekan. "Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau mema’afkan sesuatu kesalahan [orang lain], maka sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Kuasa." [An-Nisaa' ayat 149] "Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan" [Hud ayat 115] "Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah [kejahatan itu] dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia." [Fush-shilat ayat 34] Wallaahu ta'ala 'alam Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh, ibnu alkherid ________________________________ From: Maznah Husin <[email protected]> To: Assunah groups <[email protected]> Sent: Mon, November 8, 2010 2:43:57 AM Subject: [assunnah] Salafi di anggap wahabi? Salam, Kenapa salafi di malaysia di tentang hebat dan dianggap wahabi? Tolong perjelaskan bagaimana menjelaskan kepada mereka yang menganggap wahabi dan salafi sesat? Maznah ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Berhenti berlangganan: [email protected] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
