Ketika Televisi Menjadi Orang Tua Ketiga <http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga.html>

Ada dua fakta televisi yang tidak diperdebatkan lagi. Pertama, televisi merupakan faktor perusak dan penghancur di sebagian besar program acaranya. Kedua, televisi merupakan faktor pembangun di beberapa program, namun ini sangat minim. Itulah opini para ibu di beberapa negara yang menjawab angket pendukung penulisan buku ini. Saya menemukan 85% para ibu berpendapat bahwa televisi merupakan faktor negatif yang memengaruhi pendidikan anak. Mereka mengatakan bahwa televisi sangat berbahaya, bahayanya melebihi menfaatnya, perusak perilaku anak, dan penyebab munculnya problematika anak. Sementara itu, para ibu yang lainnya berpendapat bahwa televisi merupakan suatu kebutuhan, namun penggunaannya harus dengan beberapa persyaratan tertentu. Disini, kita membahas bahaya televisi karena kita sedang membahas televisi sebagai pengaruh negatif dalam pendidikan anak.

*Bahaya Televisi terhadap Anak*

Selama menelaah buku-buku yang berbicara seputar pengrah televisi terhadap anak, saya menemukan banyak penelitian yang menjelaskan bahaya televisi yang diklasifikasikan dalam beberapa bagian, diantaranya: bahaya dari sisi keberagaman anak, bahaya dari sisi perilaku anak, bahaya dari sisi kesehatan, dan bahaya dari sisi kemasyarakatan. Berikut ini beberapa bahaya yang paling tampak.

*1) **Televisi dan Agama*

   * Tidak sedikit program televisi yang menyuguhkan acara anak yang
     merupakan hasil impor dari negara-negara Barat, yang dapat merusak
     fitrah keimanan anak kepada Allah /subhanahu wa ta'ala/. Terlebih
     lagi, ada program acara anak yang menceritakan adanya tuhan dengan
     nama tertentu, seperti bernama "Tuhan" Zella (Godzila) sang
     penyelamat manusia dari kejahatan. Ada cerita tentang peperangan
     di luar angkasa; menggambarkan adanya musuh manusia di planet lain
     yang dapat menghancurkan bumi. Acara tersebut menggambarkan alam
     semesta dan kehidupan seakan-akan sebuah dongeng, jauh dari
     gambaran islami tentang alam semesta, kehidupan, dan manusia.
     Kebanyakan program acara tersebut menceritakan tentang alam
     semesta yang besar tanpa ada kendali dari kekuasaan Allah
     /subhanahu wa ta'ala/.

   Acara ini justru menceritakan bahwa alam semesta ini dikendalikan
   oleh dua kekuatan: kekuatan jahat dan kekuatan bagi yang saling
   berebut kekuasaan, padahal sebenarnya hanya Allah /subhanahu wa
   ta'ala/ yang kuasa mengatur dan mengendalikan segala sesuatu di alam
   semesta ini. Contoh (buruk yang bertentangan dengan prinsip keimanan
   ini adalah) film yang menggambarkan akal di sentral alam semesta ini
   dan akal itulah sumber peraturan alam semesta ini[1]
   
<http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftn1>.

   * Bila kita perhatikan program acara tersebut, kita dapat menemukan
     bahwa sebagian besar acara anak itu tidak sesuai dengan ajaran
     agama kita.

   Contohnya, acara anak "Hai Simsim, bukalah!" Acara ini merupakan
   terjemahan dari film Amerika. Meskipun program acara ini lebih
   sedikit efek negatifnya bagi anak, tetapi memiliki beberapa unsur
   negatif. Akibat pengaruh negatif program acara anak ini, salah
   seorang anak yang menonton acara tersebut bersujud kepada boneka
   agar mengabulkan semua permintaannya![2]
   
<http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftn2>

*2) **Televisi dan Perilaku Anak*

   * Secara umum, televisi dapat membuat anak --dengan menyempatkan
     diri untuk menontonnya- berkepribadian negatif, menyebabkan anak
     menjadi bodoh, kurang peduli, kurang peka, dan dapat menyebabkan
     anak melakukan tindak anarkis, jauh dari sifat kasih sayang[3]
     
<http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftn3>.
   * Anak menjadi korban iklan perdagangan yang acapkali mengandung
     norma-norma negatif bagi para pemirsanya, seperti sifat tamak,
     /mubadzir/, saling membanggakan diri, tidak peduli suka menguasai,
     bertindak anarkis, dan berusaha untuk menarik perhatian lawan
     jenis. Banyak iklan yang menayangkan orang telanjang, padahal
     iklan seperti ini mendapatkan kritik di negara-negara Barat
     sendiri![4]
     
<http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftn4>
     Terlebih lagi iklan-iklan seperti itu menarik simpati anak untuk
     membeli produk yang terkadang berbahaya bagi kesehatan anak![5]
     
<http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftn5>
   * Penayangan informasi internasional maupun nasional tentang para
     artis dan atlet sebagai bintang dan pahlawan, hal ini dapat
     mendorong anak untuk mengagumi dan mengidolakan mereka dan tidak
     mengetahui para bintang dan pahlawan sebenarnya, orang-orang yang
     terkemuka dalam sejarah, ilmu pengetahuan, dan perjuangan,
     khususnya di negerinya sendiri, juga dalam sejarah Islam.[6]
     
<http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftn6>
   * Para dokter ahli menilai bahwa televisi merupakan sumber bahaya
     bagi perilaku anak yang memiliki kecenderungan seksual.[7]
     
<http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftn7>
     Televisi juga berperan sebagai pembangkit diri naluri seksual pada
     anak.[8]
     
<http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftn8>
   * Televisi dapat mencetuskan sifat anarkis (kekerasan) pada jiwa
     anak atau menambah kenakalan anak. Ada penelitian yang menjelaskan
     bahwa 70% orang tua mencela tindakan anarkis anak yang disebabkan
     oleh cerita-cerita dan tayangan kriminal secara brutal di televisi
     atau disiarkan di radio.[9]
     
<http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftn9>
     Tayangan tentang tindakan kriminal dan brutal tersebut mendorong
     anak yang tidak memiliki kecenderungan bersikap anarkis untuk
     mencoba dan menirunya, juga dapat menambah kenakalan pada anak
     yang memiliki kecenderungan sikap anarkis.[10]
     
<http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftn10>
     Anak yang sering menonton acara televisi yang mengandung unsur
     tindakan anarkis, kecenderngannya untuk bertingkah nakal menjadi
     lebih tinggi daripada anak yang tidak menontonnya.[11]
     
<http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftn11>

*3) **Televisi dan Bahaya Kesehatan Anak*

   * Duduk dalam waktu lama di depan televisi dapat menyebabkan bahaya
     di punggung, sama seperti bahayanya membawa barang berat.
   * Berlebihan dalam mengisi muatan informasi pada susunan saraf anak
     dengan kondisi cahaya yang menyilaukan akan menyebabkan anak
     mengidap penyakit yang dikenal dengan sebutan /epilepsi televisi/.
     Penyakit itu akan menjadi bertambah parah bila anak masih sangat
     kecil![12]
     
<http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftn12>
   * Televisi dapat mempersempit waktu anak untuk bermain, khususnya
     permainan yang melatih kemampuan daya kreativitas, dan
     mempersingkat waktu tidur anak.[13]
     
<http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftn13>
     Juga berdampak negatif bagi indera pendengaran dan penglihatan
     anak.[14]
     
<http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftn14>
   * Menurut kesehatan, anak kecil di bawah usia dua tahun sangat
     berbahay menonton televisi.

*4) **Bahaya Televisi terhadap Daya Berpikir Anak*

Sebagian besar acara televisi untuk anak-termasuk acara program pendidikan-tidak mampu mengembangkan potensi kecerdasan anak karena mayoritas acara tersebut menyuguhkan jawabab/solusi praktis. Hal ini melemahkan potensi anak untuk berpikir.[15] <http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftn15>

*5) **Televisi dan Keluarga*

Televisi dapat menjauhkan hubungan di antara individu keluarga. Sebagian keluarga ada yang tidak berkumpul bersama kecuali ketika menonton sinetron dan film. Kebersamaan seperti ini tidak mengandung unsur interaksi antarindividunya, juga membuat anak tidak leluasa dalam berbuat dan bersikap dengan kedua oran tua tercinta.

* *

*Prinsip-prinsip yang Ditawarkan untuk Menjauhkan Anak dari Bahaya Televisi*

   * Jauhkan mengizinkan anak menonton televisi lebih dari satu jam per
     hari. Adapun anak yan masih menyusui ASI (anak di bawah usia dua
     tahun), dokter menyarankan agar ketika menyusui, ibu tidak
     memposisikan anak berhadapan dengan televisi karena pertumbuhan
     fungsi otak anak masih belum sempurna.[16]
     
<http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftn16>

   * Jadikanlah apa yang ditonton anak sebagai kesempatan bagi orang
     tua untuk menajarkannya; perbuatan mana yang benar dan yang
     salah.[17]
     
<http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftn17>
   * Berikanlah kepada anak kegiatan social di dalam atau di luar rumah
     dan berikanlah hiburan pengganti.
   * Penting sekali bagi orang tua untuk memberikan contoh kepada anak
     supaya tidak menonton program acara televisi yang tidak bermanfaat
     dan bertentangan dengan agama.
   * Janganlah menggunakan televisi sebagai alat untuk menenangkan
     anak, atau untuk memberikan ganjaran atau hukuman. Menurut
     persaksian para ibu-yang turut menjawab angket yang disebarkan-
     ada di antara mereka yang menjadika tontonan televisi sebagai cara
     untuk memberikan ganjaran atau hukuman bagi anak!
   * Tanamkanlah pada diri anak untuk menghargai waktu melalui ucapan
     dan praktik agar anak tidak menghabiskan waktu di depan televisi.
   * Pastikanlah anak meminta izin terlebih dahulu sebelum menghidupkan
     televisi, tentunya setelah orang tua membatasi program acara
     televisi apa saja yang boleh ditonton anak dan menentukan waktu
     untuk menonton; selama tidak lebih dari satu jam. Yang terpenting
     lagi, biasakanlah anak menonton televisi sambil duduk.
   * Berikanlah hadiah per minggu bagi anggota keluarga yang paling
     jarang menonton televisi dalam seminggu.
   * Hendaknya memperhatikan syarat-syarat kesehatan dalam menonton
     televisi, seperti minimal jarak antara televisi dan penonton
     sejauh enam kaki (l.k. dua meter), layar TV sejajar dengan
     pandangan mata atau di bawahnya, dan ruang tempat menonton haru
     terang untuk menetralisasi cahaya yang memancar dari layar televisi.

Ditulis ulang dari Ensiklopedi Pendidikan Anak Muslimkarya Hidayatullah binti Ahmad,penerbit Fikr.

Penyadur: Muhammad Nur Ichwan <http://ikhwanmuslim.com>

Artikel www.muslim.or.id <http://muslim.or.id>
Islamic Search Engine: www.yufid.com
Islamic Digital Library: www.mufiidah.net dan www.mufiidah.com
Konsutasi Syariah: Konsultasisyariah.com dan milist [email protected] Bisnis dan Entrepreneur: www.pengusahamuslim.com dan www.majalah.pengusahamuslim.com

------------------------------------------------------------------------
[1] <http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftnref1> Al Ijhazu 'ala at-Tilfaz hlm. 132-133.

[2] <http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftnref2> Al-Isykaliyah al-Muashirah fi Tarbiyat ath-Thifl al-Muslim, hlm. 25, dengan beberapa penyeusaian.

[3] <http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftnref3> A-I'lam al-Idzaiy wa at-Tilifizyuniy hlm. 245-246.

[4] <http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftnref4> Abna-una wa Lughat Kut-Syi wal al Kat-yib hlm. 54-55.

[5] <http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftnref5> At-Tilifizyunu Baina al-Hadam wa al-Banana-I hlm. 77.

[6] <http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftnref6> Ahammiyah alI'lam fi al-Islam, majalah Nadwa ath-Thalib hlm. 10; ath-Thifl al-Muslim Baina Manafi' at-Tilifizyun wa Madharrihi hlm.146 dan seterusnya; Nazharah Islamiyah li al-Insani wa al-Mujtama'I Khila al-Qarni Rabi'i 'Asyara hlm. 33.

[7] <http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftnref7> At-Tilifizyun Hal Yutiru al-Athfal, intenet, islam online.

[8] <http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftnref8> Al-Ijhazi alaa at-Tilfaz hlm. 121.

[9] <http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftnref9> Al-I'lam wa ar-Risalat at-Tarbiyah hlm. 83-84

[10] <http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftnref10> At-Tilifizyunu Baina al-Hadam wa al-Banana-I hlm. 91 dengan penyesuaian.

[11] <http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftnref11> ath-Thifl al-Muslim Baina Manafi' at-Tilifizyun wa Madharrihi hlm. 125; Tanmiyah al-Maharati al-Ijabiyah hlm. 63.

[12] <http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftnref12> Athfaluna wa at- Tilifizyun hlm. 10.

[13] <http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftnref13> Hal Yashbahu at-Tilfaz Badilan li Hikayah al-Jaddah hlm. 34; At-Tilifizyunu Baina al-Hadam wa al-Banana-I hlm. 104; Dalil al-Walidain ila Tansyiati ath-Thifl hlm. 229.

[14] <http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftnref14> A-I'lam al-Idzaiy wa at-Tilifizyuniy hlm. 343; al-Abts al-Mubasyir hlm. 65.

[15] <http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftnref15> At-Tilifizyun Jalisun Sayyi-un li al-Athfal, internet; islam online.

[16] <http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftnref16> At-Tilifizyunu Baina al-Hadam wa al-Banana-I hlm. 195-196

[17] <http://ikhwanmuslim.com/keluarga-pendidikan/ketika-televisi-menjadi-orang-tua-ketiga#_ftnref17> At-Tilifizyunu wa Bina adh-Dhamir, internet, islam online. Ar-Ru'yah al-Islamiyah li 'Ilam ath-Thifl hlm. 107.

Kirim email ke