2010/12/14 Hani Handayani <[email protected]> > Assalamu'alaikum, >
Wa'alaykumus salaam warahmatullah, > Ada yang mengatakan kepada saya, "Ayat Al Qur'an tidak perlu ditafsirkan > lagi. Sudah jelas. Kalau mengikuti penafsiran ulama, dikhawatirkan kita > hanya percaya kepada ulama tsb dan umat Islam menjadi terpecah-belah. Saya > yakin ini persepsi yang keliru. Namun, bagaimana menjelaskannya dengan > tepat, jelas, dan gamblang? > Jika dikatakan secara mutlak tidak perlu penjelasan siapa pun, pendapat seperti itu bertentangan dengan firman Allah Ta'ala (yang artinya): "maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui," (QS. an-Nahl 16:43) "Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka." (QS. Ibrahim 14:4) "Dan katakanlah: "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan"." (QS. al-Hijr 15:89) "Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur'an) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." (QS. an-Nahl 16:64) Sedangkan dari sisi aql, pendapat seperti itu sama dengan mengatakan bahwa masing-masing mengikuti tafsiran pribadi terhadap al-Qur'an. Dengan demikian, kemungkinan perselisihan menjadi lebih tinggi. Allahu Ta'aal a'laam. -- Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M)
