Wa'alikumussalam,..

Semoga Alloh subhaanahu wa ta'ala memberikan kepada antum hidayah kedalam 
manhaj yang haq yakni manhaj salaf, hendaknya antum mengikuti majlis-majlis 
ta'lim yang diisi oleh ahli ilmunya, sehingga pemahaman antum menjadi benar 
mengenai manhaj salaf, setelah itu tidak hanya mengenal namun mengamalkannnya.

berikut link-link yang insya Alloh dapat membantu antum memberikan pemahaman 
yang benar:

ANTARA MANHAJ SALAFI DAN MANHAJ HAROKI
Diantara perbedaan mendasar antara manhaj Salafi dan manhaj Haroki
adalah di dalam metode berdakwah, “Salafiyyin menjadikan rujukan mereka
di dalam berdakwah adalah dakwah para rasul, sedangkan metode dakwah
harokiyyin sangat terpengaruh dengan situasi dan kondisi”.

PENEGAKKAN HUKUM ALLOH ANTARA MANHAJ SALAFI DAN MANHAJ HAROKI
Para tokoh haroki selalu berbicara tentang pengkafiran setiap penguasa yang 
memakai undang-undang wadh’i (buatan manusia). Mereka mengkafirkan setiap 
penguasa yang tidak menerapkan hukum Alloh, tanpa perincian lebih lanjut apakah 
penguasa tersebut mengingkari wajibnya berhukum dengan hukum Alloh atau masih 
mengakui wajibnya berhukum dengan hukum Alloh [3]. Langkah berikutnya yang 
mereka tempuh adalah pencanangan jihad ofensif melawan para penguasa yang sudah 
dihukumi kafir ini dengan melancarkan gerakan-gerakan rahasia [4] atau 
gerakan-gerakan politik [5]

Dengan dua harokah/gerakan ini (pengkafiran penguasa dan jihad ofensif melawan 
penguasa ,-red) bisakah para harokiyyin ini menegakkan hukum Alloh?? Realita 
yang ada menunjukan mereka tidak memberikan manfaat apa-apa kepada kaum 
muslimin, bahkan tidak juga memberi manfaat kepada diri-diri mereka sendiri. 
Yang ada adalah terror, penumpahan darah, dan fitnah di mana-mana. Hukum-hukum 
Islam tidak juga tegak di tangan mereka, bahkan tidak juga pada diri mereka, 
bahkan semakin banyak penyelewengan-penyelewengan syar’i yang mereka lakukan. 
Tidak henti-hentinya kita mendengar dari mereka aqidah-aqidah dan pemikiran 
yang menyeleweng dari Kitab dan Sunnah, amalan-amalan yang melanggar syar’i, 
lebih dari itu sepak terjang mereka yang selalu gagal dan menyelisihi syari’at.

Adapun Salafiyyun maka mereka berusaha menempuh jalan yang telah dicontohkan 
oleh Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Merupakan hal yang dimaklumi 
oleh setiap muslim yang pernah membaca siroh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam, bahwa di saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah di 
tengah-tengah orang-orang Quraisy yang tidak behukum dengan hukum Alloh, bahkan 
mereka berhukum kepada thaghut di kabilah-kabilah mereka, apakah Rasulullah 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam melancarkan dakwah dengan dua harokah di atas? 
Tidak! Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai langkah beliau 
dengan mendakwahkan tauhid dan melarang kaumnya dari kesyirikan berupa 
peribadatan terhadap orang-orang sholih yang sudah mati yang mereka wujudkan 
dalam bentuk Latta, Uzza, Manat dan yang lainnya. Kemudian satu persatu dari 
mereka memenuhi seruan dakwah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, hingga 
kemudian kaum muslimin mendapat tantantangan yang keras dan siksaan yang berat 
dari kaum musyrikin di Mekkah, kemudian datanglah perintah hijrah yang pertama 
dan kedua…., hingga Alloh meneguhkan Islam di Madinah [6]

dikutip dari: http://almanhaj.or.id/content/2172/slash/0

« يَكُونُ بَعْدِى أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ
يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِى وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ
الشَّيَاطِينِ فِى جُثْمَانِ إِنْسٍ ». قَالَ قُلْتُ كَيْفَ أَصْنَعُ يَا
رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ قَالَ « تَسْمَعُ وَتُطِيعُ
لِلأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ ».

“Nanti setelah aku akan ada seorang pemimpin yang tidak mendapat
petunjukku (dalam ilmu, pen) dan tidak pula melaksanakan sunnahku
(dalam amal, pen). Nanti akan ada di tengah-tengah mereka orang-orang
yang hatinya adalah hati setan, namun jasadnya adalah jasad manusia. “

Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku lakukan jika aku menemui 
zaman seperti itu?”

Beliau bersabda, ”Dengarlah
dan ta’at kepada pemimpinmu, walaupun mereka menyiksa punggungmu dan
mengambil hartamu. Tetaplah mendengar dan ta’at kepada mereka.” (HR. Muslim no. 
1847. Lihat penjelasan hadits ini dalam Muroqotul Mafatih Syarh Misykah Al 
Mashobih, 15/343, Maktabah Syamilah) 
dikutip dari : 
http://rumaysho.wordpress.com/2009/01/31/harus-tetap-taat-pada-pemimpin/

Oleh karena itu, kita bisa memahami sebab penamaan diri mereka dengan sebutan 
“Para Pengikut Harokah”, yaitu karena persangkaan buruk mereka bahwa fikih 
agama ini tidak bisa menggerakkan [2], maksudnya tidak bisa menggerakkan 
(manusia) untuk memberontak singgasana para penguasa. Mereka menganggap para 
ulama tak ubahnya seperti gelandangan yang tidak diatur oleh suatu gerakan. Hal 
itu dikarenakan para ulama tersebut telah menjadi kaki tangan para penguasa, 
sedangkan mereka tidak sadar.

Adapun harokah, bagi para pengikutnya merupakan suatu hal yang bisa menjadikan 
para ulama tersebut mengetahui rencana-rencana pemerintah, serta berbagai 
kelemahan peraraturan-peraturannya. Harokah juga membuka mata para ulama 
tersebut dari suatu fikih yang mereka masih buta terhadapnya, yang dinamakan 
‘Fiqhul Waqi” (Fikih Kenyataan). Mereka itulah orang-orang harokah yang 
sebenarnya, dimanapun mereka berada.

Jadi, mereka (orang-orang harokah) itu bergerak atas nama Islam untuk 
menggulingkan singgasana para penguasa dan para pemimpin yang mereka anggap 
tidak berbuat adil [3]. Maka mereka secara lahir bergerak untuk Islam, tapi 
secara batin (mereka) sangat haus dengan kekuasaan. Bukti semua ini adalah : 
Mereka tidak memelihara hukum-hukum Allah di dalam pergerakan mereka. Jika 
perasaan mereka bertentangan dengan batasan-batasan syari’at, maka mereka akan 
mendahulukan perasaan mereka. Bukankah kalian telah melihat, bahwa mereka 
benar-benar menolak hukum Allah tentang haramnya memberontak terhadap penguasa 
muslim yang dholim [4], dan mereka memberikan opini kepada masyarakat, bahwa 
tindakan tersebut [5] merupakan bentuk penghinaan terhadap rakyat !!

dikutip dari: http://almanhaj.or.id/content/1564/slash/0

Bukorih Abu Fatih

Dari: Muh. Sa'adus Sulton <[email protected]>
Tanggal: Kamis, 23 Desember, 2010, 10:15 PM

Wa'alaykumussalaam warahmatullaahi wa barakaatuh.

Ketaatn terhadap ulil amri tetap diwajibkan walaupun pemerintahan tsb
diperoleh melalui jalur yang dilarang dalam Islam. Misalnya jika ada
seseorang melakukan kudeta (Pemberontakan), kita dilarang untuk
membantu/mendukung kudetanya tsb. Tetapi jika kudeta tsb berhasil,
seandainya pemimpin kudeta menjadi ulil amri, maka kita tetap harus
patuh dan taat kepadanya (selagi bukan dalam perkara maksiat kepada
Allah).

Begitu pula dengan Pemilu. Meskipun pemimpin dipilih melalui proses
demokrasi (baca:Pemilu) yang tidak sesuai dengan aturan syari'at,
namun siapa pun yang terpilih nantinya, kita dianjurkan untuk tetap
patuh dan taat kepadanya (selagi bukan dalam perkara maksiat kepada
Allah), meskipun ulil amri tsb. adalah orang fasiq atau dari kalangan
wanita. Hal ini untuk mengurangi mafsadah yg besar, dan menyatukan
kaum muslimin.

'Afwan, itu yang ana pahami dari penjelasan ustadz2 ketika ta'lim.
Tentang link-link artikelnya, atau dalil-dalil dan penjelasan 'ulama',
mungkin ikhwah-ikhwah lainnya bisa membantu atau menambahkan ....

wallaahu a'lam.

Semoga bermanfaat

Pada tanggal 23/12/10, karwa umli <[email protected]> menulis:
> Asslamualaikum
> Mohon penjelasan, Ana masih kurang jelas tentang sikap dan pandangan manhaj
> salaf terhadap harrakah atau organisasi Islam adalah Bid,ah, sedangkan kita
> harus patuh atau taat pada ulil amri Indonesia yg merupakan produk partai.
> Padahal partai atau parlemen jelas-jelas dilarang dalm Islam, Minta tolong
> ada yang bisa memberikan pencerahan kepada Ana.
> Terima kasih
>
> Abu Nizar
-- 
“Al-‘Ilmu Qoblal Qoul wal ‘Amal”

Ilmu Dulu Sebelum Berkata dan Berbuat



------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke