From: [email protected]
Date: Mon, 13 Dec 2010 07:27:27 +0000
Assalammualaykum Warohmatullohi Wabarakatuhu... 
Ikhwahfillah, mohon berbagi ilmu utk menyikapi konferensi Islam - Kristen yang 
diadakan di Bethelhem yang dihadiri petinggi negara dan ulama.
Sejauh mana kita dikatakan perlu berdamai, atau berjihad dengan kaum yahudi dan 
nashara atau lainnya?
Mohon pencerahan
Jazakallah khair
daNar
>>>>>>>

Konferensi atau muktamar Islam - Kristen merupakan salah syiar dari propaganda 
penyatuan agama. Dimana salah satu dampak negatif terhadap kaum muslimin adalah 
tersamarnya garis pemisah (antara muslim dan kafir). Dari satu sisi kehormatan 
kaum muslimin luntur dan dari sisi lain hilanglah rasa benci terhadap 
orang-orang kafir.
Wallahu a'lam

Saya ringkaskan penjelasan Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid dari almanhaj.or.id

BANTAHAN SECARA GLOBAL TEORI PENYATUAN AGAMA
http://almanhaj.or.id/content/927/slash/0
 
[4] PROPAGANDA PENYATUAN AGAMA PADA HARI INI
http://almanhaj.or.id/content/741/slash/0
Pada kesempatan akhir kurun empat belas Hijriyah hingga pada hari ini dibawah 
selogan ‘membangun dunia baru’, Yahudi dan Nasrani secara terang-terangan 
menyuarakan persatuan agama, yaitu antara mereka dengan kaum muslimin. Dalam 
istilah lain mereka mengatakan : “Penyatuan antara pengikut nabi Musa, Isa dan 
Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Dibawah slogan ‘seruan kepada 
penyatuan agama’, pendekatan antara agama’ dan ‘ persaudaraan antara agama’. 
Bahkan di Mesir telah dibuka sebuah markas dengan nama tersebut.[1]

Lalu dengan nama ‘persatuan agama’ dan telah dibuka pula sebuah markas di Sinai 
Mesir dengan nama tersebut. [2]

Muncul juga dengan nama ‘persaudaraan Islam Nasrani’, juga dengan nama 
‘Himpunan Islam Nasrani Anti Komunisme’.

Lalu muncul pula ke tengah masyarakat dengan berbagai slogan, diantaranya : 
‘persatuan agama’, ‘perhimpunan agama’, ‘persatuan tiga agama’, ‘agama 
ibrahimiyah’, ‘persatuan agama ilahi’, ‘kaum beriman’,’persatuan kaum beriman’, 
‘persatuan umat manusia’, ‘agama universal’ , ’kebersamaan antar agama’, 
‘pengikut millah’, ’persatuan agama-agama internasinal’ dan lain-lain. [3]

http://almanhaj.or.id/content/759/slash/0
Pada tanggal 12-15 Februari 1987 M diselenggarakan Muktamar Ibrahimi di 
Cordova, yang dihadiri oleh beberapa orang Yahudi, Nasrani dan beberapa orang 
yang mengaku muslim dari kalangan Qadiyaniyah dan Ismailiyah. Tema muktamar 
tersebut adalah dialog internasional untuk persatuan agama Ibrahimiyah. Panitia 
penyelenggara muktamar ini adalah sebuah universitas di Cordova bernama 
‘Universitas Cordova’ dengan membawa misi penyatuan agama di benua Eropa. 
Dinamakan juga ‘Markas Ilmu dan Kebudayaan Islam’ atau disebut juga ‘Markas 
Cordova bagi Penelitian Ilmiah Agama Islam’.

Ketua muktamar tersebut adalah seorang Nasrani bernama Rojih Jaruudi. Poin 
penting yang dihasilkan dalam muktamar tersebut adalah kesepakatan adanya kerja 
sama dan pertemuan antara pemeluk-pemeluk agama. [1]
 
[10]. Secara berturut-turut diselenggarakan pula berbagai muktamar-muktamar 
tentang penyatuan agama di New York, Portugal dan di tempat-tempat lainnya.
Diantara dampak negatif propaganda penyatuan agama ini adalah : Disamping para 
peserta pertemuan, muktamar yang diselenggarakan di negara-negara kafir dan 
para anggota organisasi dan yayasan serta pelaksanaan ibadah bersama itu adalah 
orang-orang yang mengaku muslim, baik sebagai delegasi maupun kemauan sendiri 
–urusan mereka ini terserah kepada Allah-, syiar-syiar propaganda ini juga 
semakin meluas di seantero dunia, di dengar oleh umat manusia di berbagai 
belahan dunia. Lebih parah lagi propaganda itu telah menyusup ke negari-negeri 
muslimin ! Mendapat tempat di hati sebagian oknum yang mengaku muslim. Dan 
membuat mereka hilang akal sehat, lalu ditulislah artikel-artikel yang 
mendukung propaganda tersebut, mucullah komentar-komentar yang menguatkannya, 
semakin maraklah seruan kepadanya dalam bentuk seminar-seminar internasional 
dan pertemuan-pertemuan resmi yang bersifat regional.

Diantaranya adalah Seminar Syarmusy Syaikh di Mesir pada bulan Syawal tahun 
1416.Yang diikuti dan diarahkan oleh orang-orang berpengaruh dari kalangan kaum 
muslimin. Dengan dasar satu keyakinan, yaitu Ibrahimiyah. Anggota seminar 
terdiri dari kaum Muslimin, Yahudi, Nasrani dan Komunis.

Diantaranya juga seminar yang diselenggarakan pada tanggal 10/10/1416. Sebagian 
anggota seminar telah mengumumkan tentang pentingnya diterbitkan sebuah kitab 
yang terangkum di dalamnya : Al-Qur’an, Taurat dan Injil. [3]

[3] PROPAGANDA YANG DILANCARKAN PADA SEPARUH AWAL ABAD EMPAT BELAS HIJRIYAH
http://almanhaj.or.id/content/715/slash/0
Kemudian propaganda tersebut tenggelam beberapa waktu. Terkungkung di dalam 
dada para penganutnya. Mereka menampakkan Islam namun menyembunyikan kekufuran. 
Hingga akhirnya muncullah gerakan : Son Moon At-Tauhidiyah atau disebut juga 
gerakan Al-Mooniyah.[1]

Sebelumnya muncul pula gerakan Al-Masuuniyah [2], yaitu sebuah organisasi 
Yahudiyah untuk menguasai dunia, menyebarkan kesesatan dan kehidupan bebas. 
Mereka bersembunyi di balik seruan kepada penyatuan tiga agama, membuang 
fanatisme agama di bawah satu ikatan, yaitu iman kepada Allah, semuanya 
orang-orang beriman. Diantara orang yang terjerat propaganda mereka adalah 
Jamaluddin bin Shafdar Al-Afghani (meninggal pada tahun 1314 di Turki) [3] dan 
muridnya, yaitu Syaikh Muhammad Abduh bin Hasan At-Turkimani (meninggal pada 
tahu 1323 di Iskandiriyah).[4]

Diantara upaya yang dilakukan oleh Muhammad Abduh adalah mendirikan sebuah 
organisasi bernama “Jam’iyah Ta’lif Wat Taqrib (Organisasi Penyatuan dan 
Pendekatan)” bersama tokoh gerakan yaitu Mirza Muhammad Baqir Al-Irani yang 
pernah memeluk agama Nasrani lalu kembali memeluk Islam dan Jamaluddin 
Al-Afghani serta beberapa pemikir lainnya di Beirut. Misi organisasi tersebut 
adalah melakukan pendekatan antara tiga agama. Beberapa warga Iran, Inggris dan 
Yahudi ikut bergabung bersama organisasi ini. Anda dapat baca hal itu secara 
rinci dalam buku : “Tarikh Al-Utsadz Al-Imam” (I/817-829) karangan Muhammad 
Rasyid Ridha (wafat tahun 1354)

Diantara usaha Muhammad Abduh dalam hal ini adalah mengadakan kontak surat 
menyurat dengan beberapa pastor. Sebagaimana disebutkan dalam buku Al-A’mal 
Al-Kamilah karangan Muhammad Abduh (II/363-367) disusun oleh Muhammad Umarah

Muncullah kontroversi seputar teori ini. Ada yang mendukung dan ada pula yang 
membantahnya, para pendukungnya antara lain Muhammad Abduh, Muhammad Husein 
Haikal, Dr. Husein Al-Harawi, Abdul Jawwad Asy-Syarqaawi dalam Majalah Mingguan 
Politik Mesir mulai edisi 2821 bulan Shafar tahun 1351 dan seterusnya.

Dan dalam surat kabar Al-Hilal edisi 484 dan 485 tahun 1357 dan 1358, dalam 
makalah yang berjudul : “Mungkinkah menyatukan agama Islam dengan Nasrani ?” 
Dialog interaktif antara Muhammad Farid Wajdi, Muhammad ‘Arafah, Abdullah 
Al-Faisyawi Al-Ghazzi dengan beberapa pastor. Dialog dan surat menyurat terus 
berlangsung seputar persoalan tersebut dan dalam mencari jawaban pertanyaan di 
atas, yaitu mungkinkah menyatukan agama Islam dengan agama Nasrani dalam aspek 
spiritual ataukah hanya dalam aspek material saja ?


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke