Assalamualaikum wrwb. Alhamdulillah. Pengobatan dalam Islam sebagaimana fatwa para ulama terbagi menjadi 2, yakni dengan ruqiyah atau dengan pengobatan-pengobatan para dokter yang telah diteliti sebelumnya atau kita sebut dengan pengobatan sababiyah, maksudnya telah diketahui sebab sembuhnya karena obat tertentu dengan penelitian misal penyakit karena bakteri dengan obat pinisilin.
Adapun pengobatan yang bukan sababiyah atau tidak diketahui pengaruh pengobatan itu maka wajib dengan dalil, seperti ruqiyah. Adapun pengobatan dengan batu tertentu sampai sekarang belum ada yang ilmiah, kebanyakan mengandung unsur syirik kalau tidak maka penipuan. Sebagaimana kita ketahui contoh gelang magnet dari australia 'power balance' yang telah bertaun-taun dipakai orang-orang yang terkenal sekalipun, akhir-akhir ini mengakui kebohongan mereka setelah di eropa dituntut untuk menunjukkan sisi ilmiah gelang tersebut mereka tidak mampu. Nabi 'alaihi sholatu wasalam telah melarang keras dari dulu pemakaian gelang kuningan yang tujuanya mirip gelang diatas. Perlu diketahui juga ikhwan sekalian, bahkan syaikh Jamil Zainu ketika ditanya ustadzy Abdul Fattah hafidzohumallah, tentang pijat refleksi yang bisa menyembuhkan ginjal dan lainya, beliau bilang tidak..tidak... aku tidak percaya. Allahu a'lam mungkin karena belum sampai kepada beliau sisi ilmiah dari refleksi. semoga bermanfaat. Assalamualaikum wrwb. Bagus ________________________________ From: [email protected] Date: Sun, 6 Feb 2011 15:18:18 +0000 Assalamualaikum WarohmatuLLOHI wabarokatuh Ana mo menanyakan perihal pengobatan CERAGEM dengan menggunakan batu giok bagaimana hukumnya pengobatan itu dalam pandangan islam ? ditempat ana sekarang ini lagi ramai-ramainya tentang pengobatan ini !!! Trima kasih ana ucapkan sebelumnya >>>>>>>>>>>>> Apabila metode pengobatan tersebut tidak sesuai dengan syar'i dan juga medis lebih baik ditinggalkan. Wallahu a'lam Dalam hal cara pengobatan atau sebab kesembuhan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mejelaskan sbb : http://almanhaj.or.id/content/105/slash/0 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menegaskan dalam Majmu' Fatawa-nya hal.67-68, bahwa sebab yang Allah ciptakan untuk penyembuhan suatu penyakit ada dua bentuk. 1. Sebab-sebab yang syar'i, yaitu dengan membacakan ruqyah (pengobatan dengan bacaan Al-Qur'an) seperti yang dicontohkan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, dengan berdo'a kepada Allah dan lain-lain 2. Sebab-sebab 'hissiah' (kongkrit), seperti obat-obatan yang dikenal dalam syari'at (madu dll). Atau obat-obatan yang diolah berdasarkan pengalaman dan penyelidikan ilmiah yang dapat memberikan pengaruh nyata, bukan sugesti atau khayalan. Seandainya hanya berupa sugesti atau sesuatu yang dikhayalkan menjadi obat lewat meditasi dan lain-lain, maka itu diharamkan bahkan termasuk syirik. Karena merupakan upaya menandingi Allah dalam menciptakan sebab terjadinya kesembuhan. Maka dari itu Allah pun mengharamkan pemakaian jimat-jimat, isim (rajah) dan yang sejenisnya, karena semuanya tidak memiliki sebab-sebab syari'ah maupun sebab-sebab 'hissiah' yang bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Berhenti berlangganan: [email protected] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
