2011/2/26 Pipit Tw <[email protected]> > > Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh, > > Mohon dijelaskan bagaimana hukumnya menyingkat tulisan Alloh dalam sms > menjadi 4JJL > > Jazakumulloh Khair, > Wassalamu'alaykum
wa'alaikumsalam warohmatullah.. Silakan baca dari assunnah http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/54540 Sejarah Si Penyingkat Lafazh âSAWâ ( ØµÙØ¹Ù ) Saudara â saudaraku se-Islamâ¦pernahkah Anda menulis dalam teks khutbah Anda atau yang lainnya tentang Shalawat atas Nabi Muhammad Shallallahu âalaihi wasallam dengan disingkat SAW atau menulis kata Allah Subhaana wa taâala dengan SWT ? Adakah aturan tentang penulisan shalawat atau lafazh Allah ini dalam syariat Islam ? Untuk itu pada postingan kali ini kita akan membahas mengenai penulisan lafazh Shallallahu âAlaihi Wasallam yang disingkat menjadi SAW atau ØµÙØ¹Ù (dalam tulisan arab) begitu juga dengan singkatan Subhaana wa taâala atau SWT. Allah Subhaana wa taâala berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 56: âWahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanyaâ. Berkenaan dengan ayat diatas maka Allah memberikan banyak keutamaan kepada orang yang bershalawat atas nabi Muhammad Shallallahu âalaihi wasallam. Salahsatunya adalah Allah Azza Wa Jalla akan bershalawat kepada orang itu sepuluh kali. Berdasarkan dalil : âBarangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali saja, niscaya Allah akan bershalawat untuknya sebanyak sepuluhkali (HR Muslim no.408). Adapun orang â orang yang enggan bershalawat jika disebut nama Rasulullah Muhammad Shallallahu âalaihi wasallam maka mereka termasuk orang yang bakhil alias kikir atau pelit alias medit. Hal ini berdasarkan dalil: â Orang yang kikir adalah orang yang ketika namaku disebut disisinya ia tidak bershalawat kepadakuâ. (Hadits shahih dalam Shahih Al-Jamiâ no.2878, Shahih At-Tirmidzi no. 3546). Keterangan Syaikh Bakar Abu Zaid Pada kitab Muâ jam Al-Manaahii Al_lafzhiyyah, karya syaikh Bakar Abu Zaid Rahimahullah halaman 339 â 351 dikatakan â (disebutkan) pada kitab At-Tadzkirah At-Timuuriyyah, tentang singkatan shad lam mim ( ØµÙØ¹Ù ) adalah tidak boleh. Bahkan yang wajib adalah bershalawat dan mengucapkan salam. (Dari kitab al- fataawaa al-haditisyyah, karya Ibnu Hajar Al-Haitami, jilid 1, hal.548 pada manuskrip. Dan hal. 168 pada cetakan). âini menunjukkan bahwa singkatan atau susunan kata yang dimurkai ini sudah ada sejak zaman Ibnu Hajar (Al-haitami). Sedangkan Ibnu Hajar wafat pada tahun 974 hijriyah. Dan sebelumnya, Al-Fairuz Abadi telah mengisyaratkan tentang hal ini dalam kitabnya Ash-Shilaat Wa Al-Busyr, ia berkata â Tidak boleh lafazh shalawat (kepada Nabi) disingkat seperti yang dilakukan oleh sebagian orang malas, bodoh dan penuntut ilmu yang masih awam. Mereka menulis shad lam mim ( ØµÙØ¹Ù ) sebagai ganti dari shallallahu âalaihi wasallamâ. Pada kitab yang sama halaman 188-189 disebutkan, â nampaknya singkatan ini sudah ada sekitar tahun 900 Hijriyah. Telah diterangkan pada kitab syarh Alfiyyah Al-Iraqi Fi Musthalah Al-Hadits, yaitu pada ucapan An-Nazhim: âDan jauhilah kode (singkatan) untuk (shalawat dan salam kepada Nabi Shallallahu âaklaihi wasallam) atau menghapusnyaâ. Maksudnya, jauhilah singkatan shalawat kepada nabi shallallahu âalaihi wasallam atau menghapus salahsatu hurufnya. Akan tetapi tunaikanlah (shalawat) dengan ucapan dan tulisan. Kemudian pensyarah kitab tersebut, Syaikh Zakariya Al-Anshari menyebutkan, bahwasanya syaikh An-Nawawi telah menukil ijmaâ dari para ulama akan sunnahnya bershalawat kepada nabi baik secara lisan maupun tulisan. Jadi bukan termasuk sunnah menyingkat lafazh shalawat dengan beberapa huruf tertentuâ. Syaikh Bakar melanjutkan, â Kemudian syaikh Al-Anshari menyebutkan, bahwa orang yang pertamakali menyingkat shalawat dengan huruf shad lam mim ( ØµÙØ¹Ù ) dipotong tangannya, Wal âiyaazu billaah. Sementara itu syaikh Al-Anshari wafat pada abad ke-10 hijriyah (yakni tahun 926 Hijriyah). Maka itu, jalan keselamatan dan kecintaan yang berpahala dalam menghormati dan memuliakan Nabi umat ini adalah dengan bershalawat dan mengucapkan salam ketika nama beliau shallallahu âalaihi wasallam disebut, sebagai bentuk pelaksanaan terhadap perintah Allah Subhaana Wa Taâala dan petunjuk nabi shallallahu âalaihi wasallam. Oleh karena itu, seluruh bentuk lafazh dan kode untuk menyingkat shalawat dan salam kepada beliau shallallahu âalaihi wasallam adalah terlarang. Maka kesimpulannya , hendaklah kita menjauhkan dari penulisan singkatan-singkatan untuk nabi Muhammad shallallahu âalaihi wasallam apalagi untuk lafazh-lafazh yang dikhususkan untuk Allah Azza Wa Jalla. Karena menulis dan melafazhkan itu lebih baik bagi kita dan lebih utama. Dan janganlah kita bermalas-malasan untuk bershalawat dalam bentuk tulisan dan lisan agar tidak termasuk orang yang bakhil lagi kikir. Termasuk juga bermalas-malasan dalam menulis lafazh âassalaamu âalaikum warahmatullaahi wabarakaatuhâ seperti yang sering kita lakukan selama ini. Karena penyingkatan lafazh salam menjadi âassâ artinya adalah pantat dalam bahasa inggris. Ini adalah sebuah penghinaan bagi kaum muslimin yang menerima singkatan ini. Wallaahu aâlam⦠(disarikan dari artikel âMenyingkat lafazh Shalawatâ oleh Abu Musa Al-Atsari dalam Majalah Adz-Dzakhiirah no.6 edisi 48-1430 H) ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Berhenti berlangganan: [email protected] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
