Sedikit ada kumpulan artikel tentang jenggot (arsip milis assunnah), barangkali 
bisa bermanfaat untuk akh Abu Raisyifa...

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Imam Tobroni" <[email protected]>
Date: Thu, 3 Mar 2011 16:32:18 
Subject: JENGGOT DAN PENUGASAN KE LUAR NEGERI

PERTANYAAN
From :  prijosunoto <[email protected]
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kantor saya berencana mengirim saya ke Eropa (Belanda) dalam waktu dekat.

Masalah saya adalah: saya di'saran'kan dengan sangat oleh
para atasan saya untuk memendekkan jenggot saya yang dianggap panjang
(segenggaman pangan saya). Hal itu untuk menghilangkan resiko
saya tertahan di keimigrasian bandara negara2 tujuan di eropa karena
menurut para atasan saya, pihak keimigrasian sana sangat
berhati-hati / curiga dengan sesuatu yang berbau islam (wajah saya agak
'arab') yang hal itu bisa menghambat dan merusak jadwal
kegiatan saya di eropa.

Pertanyaan saya:

1. Saya belum pernah pergi ke eropa. Apakah ada yang dapat memberikan
gambaran apakah benar pihak keimigrasian negara2 eropa
demikian sensitif terhadap jenggot? Memang saya sendiri punya rekan
kerja
orang Belanda yang juga berjenggot, tapi karena wajahnya
bule, sementara saya agak mirip Arab, pasti mereka akan mengenali saya
sebagai orang Islam.
2. Bagaimana hukumnya jika saya memendekkan jenggot saya hanya untuk
sementara waktu (lebih kurang 1 bulan) supaya tidak perlu
mengalami 'keribetan' akibat tertahan di keimigriasin bandara?

Atas masukan para guru dan atau saudara-saudara semua, saya doakan,
jazaakumullahi khoiron,
Wassalamualaikum warahamatullahi wabarakatuh

2008/1/22 prijosunoto <[email protected]

BEBERAPA TANGGAPAN :

From: Suhartono <[email protected]>
To: [email protected]
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Akhi, antum gak perlu mendekkin atau mencukur jenggot antum. Antum
tenang aja, di eropa sendiri populasi orang Islam (komunitas Pakistan
dan Arab) sudah cukup signifikan, dan mereka sendiri (orang-orang
eropa) tidak terlalu concern dengan orang yang berjenggot atau tidak.
Saya sendiri saat ini sedang study di Manchester, UK dan
Alhamdulillah saya tidak menghadapi seperti yang apa akhi takutkan.
Sekali lagi akhi tidak perlu khawatir.

Semoga balasan e-mail dapat meredam kekhawatiran akhi. Mohon maaf kalo
ada yang kurang berkenan.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

**************************************

----- Original Message ----
From: Ahmad Sibil [email protected] <mailto:[email protected]> 
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

pada akhir-akhir ini, non muslim eropa atau amerika ataupun australia
yang sering kita kenal dengan orang-2 barat (biasanya berkulit putih,
plus orang hitam atau negro yang anak beranak disana) khususnya yang
tinggal di kota-2 besarnya, mereka cukup tahu mengenai Islam dan orang-2
Islamnya. 

Pengalaman ana, mereka tidak sembarangan main tangkap, ataupun bertindak
kasar, dsb. Saran ana janganlah khawatir apalagi takut, tenang-2 saja
dan sewajarnya, mereka tidak akan berbuat semena-mena, memang kita ini
bukanlah kelompok perusak, pembunuh dan tidak ada sama sekali niat kita
kesana, karena memang manhaj kita bukan seperti firqoh-2 yang lain.
Semua tahu segala tindakan kita khususnya dalam agama harus semestinya
diatas ilmu, bukan diatas hawa nafsu.

Saran ana lagi, berusahalah antum tersenyum bila pihak imigrasi
melemparkan senyum, sempatkan melempar greeting bila antum menghadap ke
counter mereka. Berusahalah antum berbaik sangka dan kooperative dalam
segala process pertanyaan dan permintaan yang mereka minta. Bagi ana ini
adalah salah satu da'wah tingkah laku kepada mereka, bahwa muslim yang
bermanhaj selamat ini mempunyai akhlaq mulia.

Pelajaran ana, tidak sedikit dari mereka (petugas immigrasi) sudah
sangat capek dengan tingkah propaganda para politikus dan media. Mereka
menyadari tidak semua orang-2 Islam akan berniat jelek (apalagi bagi
kita yang bermanhaj lurus), tapi karena merupakan tugas mereka sudah
dipundaknya akhirnya terpaksa mereka lakukan segala apa yang ditugaskan,
maklumilah. Ana beri contoh, umpama bila mereka meminta antum membuka
sepatu atau sendal dan antum harus masuk kelorong scanner, meminta
supaya apa yang dikantong harus dikeluarkan dsb. lapangkan hati antum,
anggaplah antum membantu agar tugas mereka terpenuhi. 

Janganlah mengeluarkan banyak pertanyaan yang macam apalagi pertanyaan
dengan nada protes plus sinis, dsb. Ini supaya jalannya antum juga
lancar, perlu kita ingat lagi bahwa YANG PENTING ANTUM BUKAN ORANG-2
JELEK, jangan merasa martabat antum di injak-2 seperti pernah ana lihat
pada beberapa orang muslim dari kalangan arab dan pakistan, bukanya
kelancaran yang didapat, akhir tertahan berjam-2 hingga satu-dua hari.
Jadi wajar-2 saja.

Nasihat ana lagi, janganlah antum langgar manhaj antum dalam menta'ati
syari'at Allah azza wajall, seperti memangkas jenggot dan ber-ISBAL.
Urusan ini Allah subhana wata'ala tidak akan membiarkan antum dalam
keadaan tak tertolong, lihatlah Kalam Allah tabaroka wa ta'ala dalam
surat Muhammad ayat 7:

"Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia
akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. "

Ana berdo'a buat antum semoga Allah azza wajall memperkuat
ke-Istiqomahan antum dalam Islam dan Sunnah.

Kepada Allah-lah kita memohon dan hanya kepada-Nya-lah kita menyembah.

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh, ibnu alkherid

Ahmad Sibil
New York 

----- Original Message ----
From: Mukarram Ibrahim <mukarram_chiba@ yahoo.co. jp
Sent: Tuesday, January 22, 2008 4:40:21 AM
Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.
Akhi, Semoga ALLAH memperlancar urusan antum tanpa perlu memendekkan
janggut.
Mungkin ada baiknya kalau antum persiapkan invitation letter dari
perusahaan di Belanda untuk antisipasi.
Ana biasanya kalau ada hambatan di imigrasi selalu tunjukkan bukti2
urusan dinas, undangan exhibition dll,
Alhamdullillah walau tidak selancar orang lain tetapi tetap bisa lewat. 

Wassalam,
Abu'Azzam

*************************************
From: Hendra Hendra <[email protected]>
To: [email protected]

Wa'alaikummussalam Warahmatullah Wabarakatuh

Perlu diketahui akhi, bahwa mencukup/memotong jenggot hukumnya haram
sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam,
"Artinya : Perbanyaklah (perlebatlah) jenggot dan potonglah kumis
selisihilah orang majusi".

Adapun mengambil sesuatu darinya termasuk ke dalam perbuatan maksiat
karena
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Perbanyaklah/
pertebalah jenggot", "Biarkanlah jenggot memanjang", "Perbanyaklah
jenggot,
"(Sempurnakanlah -biarkan tumbuh lebat jenggot).

Ini menunjukkan tidak bolehnya mencukur/memotong jenggot, karena ini
merupakan perbuatan maksiat kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wa
sallam
dan berdosa apabila dilakukan.

Biarkan jenggot anta tumbuh dan jangan dipotong, kasih tau ke atasan
anta
bahwa ini merupakan perintah yang di syari'atkan dalam Agama Islam. Dan
anta
jangan memotong jenggot anta, jangan sampai mengorbankan untuk berlaku
maksiat hanya demi memenuhi kepentingan anta hidup di dunia. Semoga
Allah
meneguhkan aqidah anta.

Wallahu'alam bishshowab
=======

Tambahan info.
Ikhwah di Jepang, mereka sering mengadakan daurah dan mengundang ustadz salaf 
dari Indonesia setiap tahun, yang tentunya ustadz berjenggot semua, sampai 
sekarang tidak ada masalah di imigrasi, kalau yang namanya pemeriksaan agak 
lambat, itu wajar saja.

Juga pernah ustadz ke belanda dan jerman, mereka alhamdulillah tidak
bermasalah di imigrasi, selama dokumen perjalanan kita lengkap dan tidak 
menyalahi prosedur ke imigrasian insya Allah tidak akan bermasalah.
wallahu a'lam.

Hukum Mencukur Jenggot Dan Memotong Kumis
http://almanhaj.or.id/content/1036/slash/0
Jenggot Bagi Laki-Laki
http://almanhaj.or.id/content/2778/slash/0
Hukum Mencukur Jenggot
http://almanhaj.or.id/content/1031/slash/0
Hukum Memelihara Jenggot
http://almanhaj.or.id/content/984/slash/0

HUKUM MENCUKUR JENGGOT
Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Mohon pencerahan dari
yang mulia mengenai penjelasan hukum mencukur jenggot atau mengambil
sesuatu darinya serta apa saja batasan jenggot yang syar'i itu?

Jawaban
Mencukur jenggot diharamkan karena merupakan perbuatan maksiat kepada
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dalam hal ini, beliau
bersabda.

"Artinya : Perbanyaklah (perlebatlah) jenggot dan potonglah kumis
(hingga habis)" [1]

Demikian pula (diharamkan), karena hal itu keluar dari petunjuk (cara
hidup) para Rasul menuju cara hidup orang-orang majusi dan orang-orang
musyrik.

Sedangkan batasan jenggot sebagaimana yang disebutkan oleh ahli bahasa, yaitu 
(mencakup) bulu wajah, dua tulang dagu dan dua pipi. Artinya, bahwa setiap yang 
tumbuh di atas dua pipi dan dua tulang dagu serta dagu maka ia termasuk jenggot.

Adapun mengambil sesuatu darinya termasuk ke dalam perbuatan maksiat
karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Perbanyaklah/ pertebalah jenggot", "Biarkanlah jenggot memanjang",
"Perbanyaklah jenggot", "(Sempurnakanlah -biarkan tumbuh lebat
jenggot").

Ini semua menunjukkan bahwa tidak boleh hukumnya mengambil sesuatu
darinya, akan tetapi perbuatan-perbuatan maksiat terhadap hal itu
berbeda-beda ; mencukur tentu lebih besar dosanya dari sekedar mengambil
sesuatu darinya karena ia merupakan penyimpangan yang lebih serius dan
jelas dari pada mengambil sesuatu saja darinya.

[Kitab Risalah Fi Shifatin Shalatin Nabi, hal. 31

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke