AQIDAH AHLUS SUNNAH SEPUTAR ARSY
Oleh
Ustadz Kholid Syamhudi
http://almanhaj.or.id/content/3021/slash/0

Mengenal hal-hal yang ghoib dan mengimaninya merupakan salah satu
sifat kaum muttaqin sebagaimana firman Allah :

ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدَى لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ
يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ
يُنْفِقُونَ

Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan di dalamnya ; petunjuk bagi
mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib,
yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami
anugerahkan kepada mereka. [Al-Baqarah/2:2-3]

Diantara hal-hal yang penting adalah mengenal makhluq-makhluq Allah
yang ghoib yang tidak tampak oleh panca indera kita, akan tetapi telah
diberitakan oleh Allah melalui Al-Quran dan As-Sunnah keberadaannya,
sehingga menuntut kita untuk mengetahui dan mengimaninya agar dapat
dikatakan telah beriman kepada yang ghoib.

Diantara mereka adalah Arsy, tempat bersemayamnya Allah Taala
sebagaimana disebutkan di 19 surat dalam Al-Quran, di antaranya.

إِنَّ رَبَّكُمُ اللهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ فِي
سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِى الَّيْلَ
النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ
مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ
اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan
bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia
menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan
(diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang
(masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan
memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam.
[Al A'raf /7:54]

وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Dia adalah Rabb yang memiliki 'Arsy yang agung". [At-Taubah/9:129]

إِنَّ رَبَّكُمُ اللهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ فِي
سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ اْلأَمْرَ
مَامِن شَفِيعٍ إِلاَّ مِن بَعْدِ إِذْنِهِ ذَلِكُمُ اللهُ رَبُّكُمْ
فَاعْبُدُوهُ أَفَلاَ تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi
dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy (singgasana)
untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi
syafa'at kecuali sesudah ada keizinan-Nya. Yang demikian itulah Allah,
Rabb kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil
pelajaran. [Hud/10:3]

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ
وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَآءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ
عَمَلاً وَلَئِن قُلْتَ إِنَّكُم مَّبْعُوثُونَ مِن بَعْدِ الْمَوْتِ
لَيَقُولُنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَذَآلَسِحْرٌ مُّبِينٌ

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa dan adalah
'Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang
lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk
Mekah):"Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya
orang-orang yang kafir itu akan berkata:"Ini tidak lain hanyalah sihir
yang nyata". [Yunus/11:7]

اللهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ
اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي
لأَجَلٍ مُّسَمًّى يُدَبِّرُ اْلأَمْرَ يُفَصِّلُ اْلأَيَاتِ لَعَلَّكُمْ
بِلِقَآءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ

Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu
lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy, dan menundukkan matahari
dan bulan.Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan.Allah
mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda
(kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Rabbmu.
[Ar-Rad/13:2]

قُل لَّوْ كَانَ مَعَهُ ءَالِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذًا لاَّبْتَغَوْا
إِلَى ذِي الْعَرْشِ سَبِيلاً

Katakanlah:"jikalau ada ilah-ilah di samping-Nya, sebagaimana yang
mereka katakan, niscaya ilah-ilah itu mencari jalan kepada (Rabb) Yang
mempunyai 'Arsy". [Al-Isra/17:42]

الرَّحْمَنُ عَلَى اْلعَرْشِ اسْتَوَى

(Yaitu) Yang Maha Pemurah, yang bersemayam di atas 'Arsy. [Thoha/20:5]

لَوْكَانَ فِيهِمَآ ءَ الِهَةٌ إِلاَّ اللهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ
اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

Sekiranya ada di langit dan di bumi ilah-ilah selain Allah, tentulah
keduanya itu sudah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai
'Arsy daripada apa yang mereka sifatkan. [Al-Anbiya/21:22]

قُلْ مَن رَّبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيم

Katakanlah:"Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya
'Arsy yang besar?" [Al-Mu'minun/23:86]

فَتَعَالَى اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لآإِلَهَ إِلاَّهُوَ رَبُّ
الْعَرْشِ الْكَرِيم

Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya;tidak ada ilah (yang
berhak disembah) selain Dia, Rabb (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.
[Al-Mu'minun/ 23:116]

الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَمَابَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ
أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ فَسْئَلْ بِهِ
خَبِيرًا

Yang Menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya
dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang
Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih
mengetahui (Muhammad) tentang Dia. [Al-Furqan/25:59]

اللهُ لآإِلَهَ إِلاَّهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Allah, tiada Ilah Yang disembah kecuali Dia, Rabb Yang mempunyai'Arsy
yang besar". [An-Naml/27:26]

الله الذِيْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَابَيْنَهُمَا فِيْ
سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى اْلعَرْشِ مَالَكُمْ مِنْ
دُوْنِهِ مِنْ وَلِي وَلاشَفِيْعٍ أَفَلا تَتَذَكَّرُوْنَ

Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara
keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy.tidak
ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula)
seorang pemberi syafa'at.Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
[AS-Sajadah/32:4]

وَتَرَى الْمَلاَئِكَةَ حَآفِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ
بِحَمْدِ رِبِّهِمْ وَقُضِيَ بَيْنَهُم بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat berlingkar
disekeliling 'Arsy bertasbih sambil memuji Rabb-nya; dan diberi
putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan:"Segala
puji bagi Allah, Rabb semesta alam". [Az-Zumar/39:75]

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ
رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا
رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَىْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ
لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di
sekililingnya bertasbih memuji Rabbnya dan mereka beriman kepada-Nya
serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya
mengucapkan):"Ya Rabb kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala
sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan
mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang
bernyala-nyala. [Al-Mu’min/40:7]

رَفِيعُ الدَّرَجَاتِ ذُو الْعَرْشِ يُلْقِي الرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِ
عَلَى مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِ لِيُنذِرَ يَوْمَ التَّلاَقِ

(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, Yang
mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang
dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan
(manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat), (QS. Alm-Mu'min/40:15]

سُبْحَانَ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

Maha Suci Rabb Yang mempunyai langit dan bumi, Rabb Yang mempunyai
'Arsy, dari apa yang mereka sifatkan itu. [Az-Zukhruf/43:82]

هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ
ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يَعْلَمُ مَايَلِجُ فِي اْلأَرْضِ
وَمَايَخْرُجُ مِنْهَا وَمَايَنزِلُ مِنَ السَّمَآءِ وَمَايَعْرُجُ
فِيهَا وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَاكُنتُمْ وَاللهُ بِمَاتَعْمَلُونَ
بَصِيرٌ

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia
bersemayam di atas 'arsy dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi
dan apa yang ke luar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan
apa yang naik kepadanya.Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu
berada.Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. [Al-Hadiid/57:4]

وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَآئِهَا وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ
يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ

Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari
itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala)
mereka. [Al-Haaqah/69:17]

ذِى قُوَّةٍ عِندَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ

Yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah
yang mempunyai 'Arsy. [At-Takwir/81:20]

ذِي الْعَرْشِ اْلمَجِيْدِ

Yang mempunyai singgasana, lagi Mahamulia. [Al-Buruuj/85:15]

Ini semua menunjukkan keberadaan dan keagungannya

Berkata Imam Ath-Thohawy : Al Arsy dan Kursi adalah benar adanya.

Akan tetapi walaupun demikian masih banyak kaum muslimin yang mengaku
telah beriman kepada yang ghoib yang belum mengetahui permasalahan ini
bahkan mengingkari keberadaannya walaupun mereka telah membaca Alquran
dan mengerti maknanya. Oleh karena itu tampaknya perlu dibahas lagi
permasalahan ini agar diketahui dan difahami sesuai dengan hakikat
kebenaran yang berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah.

PENGERTIAN ARSY
Arsy merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab yang pada asalnya
mengandung makna ketinggian suatu bangunan akan tetapi ia dipakai
bangsa Arab untuk menunjukkan beberapa makna, diantaranya:

1. Singgasana Raja.
Berkata Al-Khalil : Alarsy adalah singgasana untuk raja [1]
Berkata Al Azhaary: dan Al Arsy dalam bahasa Arab bermakna singgasana
raja , yang menunujukkan hal itu adalah singgasana Raja Saba’ yang
telah dinamai Allah dengan Al Arsy, dalam firman Nya:

إِنِّي وَجَدتُّ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِن كُلِّ شَىْءٍ
وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan
dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.
[An-Naml/ 27:23] [2]

2. Atap Rumah.
Berkata Al-Khalil : Arsyul Bait yaitu atapnya. [3]
Berkata Az-Zubaidy: Dan Al Arsy dari rumah adalah atapnya sebagaimana
dalam hadits:

أَوْ كَالْقَنْدِيْلِ اْلمُعَلَّقِ بِالْعَرْشِ

atau seperti kendil yang tergantung di Al Arsy, yaitu atap.

Dan dalam hadits lain.

كُنْتُ أَسْمَعُ قِرَاءَةَ رَسُوْلِ الله عَلَى عَرْشِيْ

Aku telah mendengar bacaan Rasulullah dari atas arsy yaitu atap rumahku.

Dn dengan makna ini juga ditafsirkan firman Allah:

أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَى قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا

Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang-orang yang melalui suatu
negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. [Al-Baqarah/2:
259] [4]

3. Tiang Dari Sesuatu
Berkata Az-Zubaidy : Dan Al-Arsy bermakna tiang dari sesuatu. Ini
pendapat Az-Zujaaj dan Al-Kisaa’i. [5]

4. Kerajaan.
Berkata Al-Azhaary : Dan Al-Arsy adalah kerajaan, dikatakan: Tsulla
Arsyuhu bermakna hilang kerajaan dan keperkasaannya.[6]

5. Bagian Dari Punggung Kaki
berkata Al-Khalil : Al-Arsy di kaki adalah bagian antara al-himaar
dengan jari-jari kaki di bagian atas (punggung) telapak kaki, dan
al-himaar adalah tulang yang menonjol di bagian punggung telapak kaki,
dan jamaknya Iraasyah dan A’rasy. [7]

Dan berkata Ibnul A’rabi : Punggung telapak kaki dinanakan Arsy dan
perut telapak kaki dinamakan Alakhmash. [8]

Inilah sebagian makna Al-Arsy dalam bahasa Arab, akan tetapi
makna-makna tersebut akan berubah-ubah sesuai dengan yang
disandarinya. Sedangkan yang dimaksud dengan Arsy Allah adalah
singgasana, sesuai dengan petunjuk yang telah ditunjukkan oleh
nash-nash Al-Quran dan As-Sunnah.

Adapun syubhat yang dilontarkan orang-orang Jahmiyah bahwa makna
Al-Arsy dalam firman Allah :

الرَّحْمَنُ عَلَى اْلعَرْشِ اسْتَوَى

(Yaitu) Yang Maha Pemurah, yang bersemayam di atas 'Arsy. [Thoha/20:5]

Mengandung kemungkinan beberapa makna, sehingga tidak diketahui makna
apa yang ditunjukkan ayat ini dari makna-makna tersebut.

Hal ini telah dijawab oleh Ibnu Qayim dengan mengatakan : Ini
merupakan perancuan terhadap orang-orang yang bodoh dan merupakan
kedustaan yang nyata, karena Arsy Allah yang Dia bersemayam diatasnya
tidak memiliki makna kecuali satu makna saja, walaupun Arsy secara
umum memiliki beberapa makna. Akan tetapi huruf lam disini adalah
untuk menunjukkan sesuatu yang telah diketahui sebelumnya (Al ‘Ahd),
maka hal itu membuat makna Arsy menjadi tertentu saja yaitu Arsy
Arrobb yang bermakna singgasana kerajaannya yang telah disepakati dan
diakui para rasul dan para umat kecuali orang yang menentang para
Rasul….[9]

APAKAH ARSY ITU?
Pengertian Al Arsy menurut Ahlu Sunnah wal Jamaah (manhaj Salaf),
adalah makhluq Allah yang tertinggi berupa singgasana seperti kubah
yang memiliki tiang-tiang yang dipikul dan dikelilingi oleh para
malaikat.

Berkata Al-Baihaaqy : dan pendapat para ahli tafsir tentang Al-Arsy
adalah singgasana, dan dia adalah jasad yang berbentuk yang telah
diciptakan Allah dan Dia perintahkan para malaikat untuk memikilnya
dan beribadah dengan mengagungkan dan berthawaf padanya, sebagimana
Dia menciptakan satu rumah dibumi dan memerintahkan bani Adam untuk
berthawaf padanya dan menghadapkan kepadanya ketika sholat. Dan
pendapat-pendapat mereka itu ada dalil penunjukkannya yang jelas dalam
ayat-ayat dan hadits-hadits serta atsar-atsar. [10]

Berkata Ibnu Katsir : Dia adalah singgasana yang memiliki tiang-tiang
yang dipikul oleh para malaikat dan dia seperti kubah yang menutupi
alam ini dan dia adalah atapnya para makhluq. [11]

Dan berkata Adz-Dzahabiy - setelah menyebutkan kebahagian ahli syurga-
: Apa yang disangka tentang Al-Arsy yang agung yang telah dijadikan
Allah untuk diriNya dalam ketinggian, luas, tiang-tiang, bentuk,
pemikulnya dan melaikat-malaikat berlingkar disekeliling 'Arsy serta
kebagusan dan keindahannya. Sungguh telah diriwayatkan, dia dibuat
dari yaquut (jenis permata yang sangat indah (pen)) yang berwarna
merah. [12]. Berdalil dengan dalil-dalil sebagai berikut:

1. Dalil Al-Arsy adalah makhluq Allah yang telah Allah ciptakan:
Dari Al-Quran

ذَالِكُمُ اللهُ رَبُّكُمْ لآَإِلَهَ إِلاَّ هُوَ خَالِقُ كُلِّ شَىْءٍ
فَاعْبُدُوهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ وَكِيلٌ

(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Rabb kamu;
tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala
sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.
[Al-An’am/6:102]

Maka setiap sesuatu di alam ini adalah makhluq yang Allah ciptakan dan
adakan, dan Al Arsy adalah salah satu makhluq dari makhluq-makhluq
Allah.

Dan firman Allah :

اللهُ لآإِلَهَ إِلاَّهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Allah, tiada Ilah Yang disembah kecuali Dia, Rabb Yang mempunyai 'Arsy
yang besar. [An-Naml/27:26]

وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Dia adalah Rabb yang memiliki 'Arsy yang agung. [At-Taubah/9:129]

Berkata Al Haafidz Ibnu Hajar, firman Allah :

وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Dia adalah Rabb yang memiliki 'Arsy yang agung". [At-Taubah/9:129]

Memberikan isyarat penunjukkan bahwa Al-Arsy dimiliki, dan setiap yang
dimiliki adalah makhluq… dan dalam penetapan tiang-tiang Al-Arsy ada
penunjukan yang tegas bahwa Arsy adalah sesuatu yang tersusun dari
beberapa bagian dan anggota tubuh, dan sesuatu yang tersusun demikian
adalah makhluq yang diciptakan.[13]

Dari As-Sunnah.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits Abu
Raziin Al uqailiy, beliau berkata:

يَارَسُوْلَ الله أَيْنَ كَانَ رَبُّنَا قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ خَلْقَهُ ؟
قاَلَ كَانَ فِيْ عَمَاء مَا فَوْقَهُ هَوَاءُ وَ مَا تَحَْهُ هَوَاءُ
ثُمَّ خَلَقَ عَرْشَهُ عَلَى اْلمَاءِ

Wahai Rasulullah dimana dahulu Rabb kita berada sebelum menciptakan
makhluqNya ? Beliau menjawab: Dia berada di ‘amaa, tidak ada diatas
dan bawahnya udara, kemudian dia menciptakan Arsy-Nya diatas air. [14]

Ini adalah dalil-dalil yang digunakan oleh para ulama salaf dalam
menetapkan Arsy sebagai makhluq dari makhluq Allah.

2. Dalil Al-Arsy adalah makhluq Allah yang tertinggi dan berbentuk kubah.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا سَأَلْتُمُ الله فَاسْأَلُوْهُ اْلفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ وَسَطُ
اْلجَنَّةِ وَ أَعْلاهَا وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ
تَفْجُرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

Jika kalian meminta, mintalah Al-Firdaus, karena dia adalah
tengah-tengah syurga dan yang paling tinggi dan diatasnya adalah Arsy
Allah, dan darinya terpancar sungai-sungai syurga. [15]

Berkata Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah bin Abi Zamaniin dalam
kitabnya Ushulus Sunnah : Dan dari pendapat Ahlus Sunnah adalah Allah
telah menciptakan Al-Arsy dan mengkhususkannya dengan berada diatas
dan ketinggian diatas semua makhluqNya…[16]

Dan berkata Ibnu Taimiyah : Adapun Al-Arsy maka dia berupa kubah
sebagimana diriwayatkan dalam As-Sunan karya Abu Daud dari jalan
periwayatan Jubair bin Muth’im, dia berkata : Telah datang menemui
Rasulullah seorang A’rab dan berkata : Wahai Rasululloh jiwa-jiwa
telah susah dan keluarga telah kelaparan- dan beliau menyebut hadits-
sampai berkata Rasulullah :

إِنَّ الله عَلَى عَرْشِهِ وَ إِنَّ عَرْشَهُ عَلَى سَمَوَاتِهِ وَ
أَرْضِهِ كَهَكَذَا وَ قَالَ بِأَصَابِعِهِ مِثْلَ اْلقُبَّةِ

Sesungguhnya Allah diatas ArsyNya dan ArsyNya diatas langit-langit dan
bumi, seperti begini dan memberikan isyarat dengan jari-jemarinya
seperti kubah. [17]

Dan tentang ketinggiannya Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا سَأَلْتُمُ الله فَاسْأَلُوْهُ اْلفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ وَسَطُ
اْلجَنَّةِ وَ أَعْلاهَا وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ
تَفْجُرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

Jka kalian meminta, mintalah Al-Firdaus, karena dia syurga yang paling
utama dan yang paling tinggi dan diatasnya adalah Arsy Allah, dan
darinya terpancar sungai-sungai syurga.[18]

Dan jelaslah dengan hadits-hadits ini bahwa Al-Arsy adalah makhluq
yang paling tinggi dan dia seperti kubah…[19]

3. Dalil Al-Arsy Aalah Singgasana.
Berkata Ibnu Qutaibah : Mereka mencari-cari makna lain untuk Arsy
selain singgasana, sedangkan Ulama bahasa (Arab) tidak mengenal makna
untuk Arsy kecuali singgasana dan apa yang digelar dari atap-atap dan
yang serupanya.[20]

Berkata Ibnu Katsier : Al-Arsy dalam bahasa Arab artinya dari
singgasana untuk seorang raja, sebagaimana firman Allah :

وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ

Adalah dia (ratu Bilqis) mempunyai singgasana yang besar [An-Naml : 23]

Dan bukan galaksi.

Demikian juga bangsa Arab tidak mengenal hal itu sedangkan Al-Quran
diturunkan dalam bahasa Arab, maka dia adalah singgasana yang memiliki
tiang-tiang…[21]

4. Dalil Bahwa Arsy Adalah Singgasana Yang Memiliki Tiang-Tiang
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ النَّاسَ يَصْعَقُوْنَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ فَأَكُوْنَ أَوَّلَ
مَنْ يَفِيْقُ فَإِذَا أَنَا بِمُوْسَى آَخِذٌ بِقَائِمَةٍ مِنْ
قَوَائِمِ اْلعَرْشِ فَلا أَدْرِيْ أَفَاقَ قَبْلِيْ أَمْ جُوْزِيَ
بِصَعْقَةِ الطُّوْرِ

Sesungguhnya manusia pingsan pada hari kiamat, lalu aku adalah orang
yang pertama sadar, seketika itu aku mendapatkan Musa sedang memegang
sebuah tiang dari tiang-tiang Al-Arsy, maka aku tidak tahu apakah dia
telah sadar sebelumku ataukah dia dibebaskan (dari pingsan tersebut)
karena telah pingsan di Bukit Thur. [22]

Berkata Ibnu Abil Izz : Telah tetap dalam syariat bahwa Al-Arsy
memiliki tiang-tiang. [23]

4. Dalil Bahwa Arsy Dipikul Dan Para Malaikat MelakuKan Thawaf
Dari Al-Qur'an.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ
رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا
رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَىْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ
لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di
sekililingnya bertasbih memuji Rabbnya dan mereka beriman kepada-Nya
serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya
mengucapkan):"Ya Rabb kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala
sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan
mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang
bernyala-nyala. [Al-Mu’min:7]

وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَآئِهَا وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ
يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ

Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari
itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala)
mereka. [Al-Haaqah/69:17]

Dari As-Sunnah.
Rasululla Shallallahu alaihi wa sallam bersabda dalam hadits Jabir bin
Abdillah : Aku diizinkan untuk membicarakan seorang malaikat dari para
malaikat Allah dari pemikul Al-Arsy, sungguh jarak antara daun
telinganya sampai bahunya sepanjang perjalanan 700 tahun. [24]

Dari sini jelaslah aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah tentang Al-Arsy dan
ini merupakan pendapat salaf dalam hal itu.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 07/Tahun V/1422H/2001M
Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi
Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke