Wa'alaykumussalaam wa rahmatullaahi wa barokaatuh. 1. Secara syar'i memang tidak salah, karena para shahabat pada zaman dulu pun sering berniaga ke luar daerah dalam waktu yang lama (sebagaimana dalam QS. Quraisy). Namun jika menilik zaman sekarang, saya pribadi berpandangan hal tsb. kurang baik bagi keharmonisan rumah tangga, apalagi yang baru menikah.
Betapa sering kita jumpai berita perselingkuhan/perzinahan dalam sebuah keluarga yang disebabkan suami/istri yang bekerja di luar negeri dan jarang pulang. 2. Sikap istri yang tidak mau melayani suami itu bisa masuk ke dalam kategori nusyuz (pembangkangan). Oleh karena itu, Allah mengajarkan agar suami menasehati istri dengan baik, berpisah ranjang dari istri (supaya istri sadar), dan alternatif terakhir memukul istri (dengan pukulan yg tdak mencederai dan tidak memukul wajah). Adapun sikap istri yang menuntut supaya keluar dari pekerjaan yg sekarang, jika istri ridla dengan pekerjaan lain yg halal di sekitar tempat tinggal kita (meskipun penghasilan lebih sedikit, pas-pasan atau malahan kurang) - dan hal ini perlu dibicarakan baik2 dengan istri-, saya pikir lebih baik antum ikuti saran istri antum. Mengenai masalah masa depan, kita tidak bisa memastikan. Sekeras apa pun kita berusaha di luar negeri, namun jika Allah tidak mengizinkan, masa depan yang sudah kita rencanakan sangat mungkin tidak tercapai. Namun jika terjadi sinergi yg baik antara suami dan istri (terutama dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan rumah tangga), insya Allah sumber penghasilan yang sedikit namun halal bisa berbarokah dan menghasilkan masa depan yang baik. Cobalah bermusyawarah dengan keluarga antum yang lain (ayah, ibu) tentang masalah ini, karena mereka lah yang lebih dahulu merintis rumah tangga daripada kita. Terakhir, cobalah memohon petunjuk kepada Allah melalui sholat/do'a supaya ditunjukkan pilihan yang terbaik bagi antum dan keluarga antum. Allah telah menebar berbagai sumber kehidupan (yang halal maupun haram) di seluruh penjuru bumi, "...Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur...." (QS. Al A'raf [7]: 10) Penghasilan yang sedikit namun barokah bagi rumah tangga lebih jauh baik daripada penghasilan yang banyak namun keharmonisan rumah tangga yang baru/telah lama dibangun terancam retak ... Semoga yang sedikit ini bisa menjadi sumber masukan ... Pada tanggal 27/04/11, Januar / Endy <[email protected]> menulis: > Assalamu'alaikum warakhmatullahiwabarakatuh, > > Bismillahirrahmanirrahim, sebelumnya ijinkan saya memperkenalkan diri > terlebih dahulu, saya laki2 berusia 27 tahun dan telah menikah sekitar satu > setengah tahun yang lalu. Lebih kurang 3 bulan yang lalu, saya memutuskan > untuk bekerja di luar negeri agar bisa memberikan nafkah untuk keluarga. Hal > ini mengharuskan saya meninggalkan istri untuk kurun waktu tertentu (setiap > 6 minggu saya pulang ke Indonesia). Saya merasa hal ini membuat rumah tangga > kami tidak harmonis karena istri tidak suka dan rela ditinggal jauh dan ini > membuat (maaf) istri sedikit ogah untuk diajak berhubungan suami istri. > Pertanyaan saya : > > 1. Apakah kepergian suami mencari nafkah dengan meninggalkan istrinya untuk > beberapa lama dan tidak direstui istri adalah salah? Sementara menurut > pemikiran suami, hal ini dilakukan untuk perencanaan masa depan yg lebih > baik. > > 2. Bagaimana menyikapi sikap istri yang tidak mau melayani suaminya dengan > alasan sebagai balasan karena telah meninggalkan istri. Dan apakah tuntutan > istri untuk meninggalkan pekerjaan yang sekarang menjadi sumber nafkah harus > dipenuhi supaya hubungan keluarga kembali harmonis? > > Dari saya pribadi, saya akan tetap mempertahankan pekerjaan tsb karena saya > nilai tidak ada yg salah dari pekerjaan itu dan lebih baik dari pekerjaan > saya sebelumnya. Mohon saran dan masukannya. > > Terimakasih sebelumnya, Assalamu'alaikum warakhmatullahiwabarakatuh. > > JE > > -- “*Al-‘Ilmu Qoblal Qoul wal ‘Amal*” Ilmu Dulu Sebelum Berkata dan Berbuat ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Berhenti berlangganan: [email protected] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
