Memang tidak ada definisi baku dari bedah buku. Bahkan saat kita googling, 
tidak didapatkan definisi bakunya. Meskipun dari link yang diberikan akh abu 
abdillah http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php 

Terlepas dari istilah yang digunakan, terdapat beberapa pertanyaan penting yang 
seringkali disampaikan beberapa ikhwah, diantaranya:
1. Bolehkah kegiatan bedah buku dilaksanakan di masjid?
    Hal ini ditanyakan karena Bedah Buku terkait erat dengan penjualan buku 
yang akan dibahas.
2. Berapa persenkah minimal ketercapaian materi buku yang akan dibahas?
   Kadang kita menjumpai peserta yang "kecewa" karena hanya sebagian kecil saja 
dari buku yang terbahaskan.

Minta penjelasan dari ikhwah sekalian. Afwan bila kurang berkenan.
Semoga Allah senantiasa memberikan kita semangat tinggi dalam menuntut ilmu 
yang mulia diatas jalan Nubuwwah.


________________________________

From: Hary Priyatna
Sent:  06-05-2011, 19.35
To: [email protected]
Subject: [assunnah] Istilah "Bedah Buku".

Assalamu' alaikum warohmatullahi wabarakatuh,

Seringkali dalam acara tabliq Ustadz-ustadz, diberi embel-embel "bedah buku".
Saya ada rasa mengganjal tentang pengertian "bedah buku". Beberapa definisi dan
pemahaman menerangkan bahwa pengertian "bedah buku" disimpulkan sebagai berikut:

"Bedah buku adalah pembicaraan mengenai buku dengan melibatkan beberapa orang
atau forum untuk berdiskusi, adatokoh atau bahkan pengarangnya sendiri ikut
terlibat. Pendapat/penilaian tentang buku yang dibedah dapat disimpulkanlebih
obyektif karena berdasarkan pendapat para ahli di bidangnya".

Dalam sebuah bedah buku yang bersifat ilmiah, biasanya sebuah buku/tulisan
dikritisi oleh bukan penulisnya, baik yang berkaitan dengan gaya bahasa,
isi/bobot tulisan, rujukan-rujukan yang diambil oleh sang penulis, dan
lain-lain. Biasanya dari hasil bedah buku, akan ditarik kesimpulan tentang
"kekuatan-kekuatan" dan "kelemahan-kelemahan" sebuah buku, berdasarkan pandangan
pembedah.

Jadi, kalau "bedah buku" dilakukan hanya oleh penulis, dengan menyampaikan isi
buku dalam suatu forum/majelis, yang tidak ada kritisi terhadap buku tersebut,
sebaiknya disebut "sosialisasi buku" atau tabliq dengan materi buku yang ditulis
oleh pemateri.

Wassalamu' alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Abu Faisal

 

Kirim email ke