Wa alaykum salam warahmatullahi wabaraktuh,
1. Sudah merupakan fitrah seseorang, bahwasanya ia akan selalu
menggunakan apa-apa yang menjadi atribut atas apa yang ia cintai. Bahasa
arab adalah bahasa Al Qur'an, bahasa orang islam, maka orang yang
mengaku muslim pasti cinta menggunakan bahasa orang islam yaitu bahasa
arab yang juga bahasa Al Qur'an. "sebagai misal yang ada di masyarakat
jika seseorang mencintai salah satu club bola maka ia akan berusaha
menberi corak apa yang ia miliki/pakai dengan atribut2 club bola tersebut".
2. Bahasa arab merupakan salah satu wasilah/sarana dalam memahami agama
islam, sebab al qur'an, kitab2 ulama semua ditulis dalam bahasa arab
[walaupun sudah ada yang diterjemahkan]
3. Hal tersebut untuk membiasakan berbahasa arab guna pembelajaran
bahasa arab, karena tanpa pembiasaan susah untuk belajar & mau belajar
bahasa arab. misal ustadz memakai bahasa arab saya kira sebagai
stimulus/perangsang dalam belajar bahasa arab.
4. Dapat berbahasa arab sangat banyak manfaatnya, sebagai contoh dalam
membaca Al Qur'an akan dapat meresapi makna & kandungannya, karena
membaca Al qur'an tentunya berbeda nadanya pada setiap ayatnya [ayat2
yang bermakna adzab tentunya berbeda nadanya jika membaca ayat-ayat yang
bermakna nikmat yaitu jika bertemu ayat tentang adzab tentunya kita
berlindung atasnya atau bahkan menangis karena takut menimpanya dan pada
ayat2 nikmat tentunya kita berharap atasnya] hal ini akan didapati jika
seseorang mengerti bahasa arab.
Itu saja sekelumit yang dapat ana[saya] sampaikan, smoga ana[saya] dan
akhi Zaldy di beri hidayah taufik & Hidayah sunnah
Pada tanggal 10/07/11, Zaldy <[email protected]> menulis:
Assalamu'alaikum,
saya ingin bertanya kenapa banyak orang pengikut salaf atau assunnah yang
mencampurkan bahasa Arab ke bahasa sehari2 seperti ana, antum, ikhwan dsb.
Sebelumnya mereka bicara biasa2 saja tapi setelah masuk salaf akhirnya cara
berbicaranya juga bercampur dgn bahasa Arab.
Buat saya aneh saja kok ada orang Indonesia yg bicaranya ke-Arab2an malah
kesannya jadi sombong atau eksklusif seperti orang Indonesia yg ngomongnya
bercampur dgn bahasa Inggris.
Demikian juga dgn ustad2 dari Salaf/Assunah, cara berbicara juga bercampur
bahasa Arab, buat saya orang awam jadi sulit mengerti dan keliatan "sok
Arab".
Apakah ada sunnahnya kalau bicara sehari-hari juga harus memakai bahasa
Arab?
Wassalam,
Zaldy