Berbuka Puasalah dengan Doa-doa Berikut Ini
Terdapat sebuah hadits shahih tentang doa berbuka puasa, yang diriwayatkan dari 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.”
[Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang 
ditetapkan, jika Allah menghendaki]
(Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih 
al-Jami’: 4/209, no. 467

 Perlu diketahui bersama bahwa ketika berbuka puasa adalah salah satu waktu 
terkabulnya do’a. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ 
يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang 
yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.” (HR. 
Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa 
hadits ini shahih). Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do’a karena ketika 
itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan 
merendahkan diri. (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 7/194)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam 
ketika berbuka beliau membaca do’a berikut ini,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Dzahabadh dhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: 
Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan 
insya Allah)” (HR. Abu Daud no. 2357. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits 
ini hasan)

Adapun do’a berbuka yang tersebar di tengah-tengah kaum muslimin yaitu,

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

“Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu (Ya Allah, kepada-Mu aku 
berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka)”

Riwayat di atas dikeluarkan oleh Abu Daud dalam sunannya no. 2358, dari Mu’adz 
bin Zuhroh. Mu’adz adalah seorang tabi’in. Sehingga hadits ini mursal (di atas 
tabi’in terputus). Hadits mursal merupakan hadits dho’if karena sebab sanad 
yang terputus. Syaikh Al Albani pun berpendapat bahwasanya hadits ini dho’if. 
(Lihat Irwaul Gholil, 4/38)
Hadits semacam ini juga dikeluarkan oleh Ath Thobroni dari Anas bin Malik. 
Namun sanadnya terdapat perowi dho’if yaitu Daud bin Az Zibriqon, di adalah 
seorang perowi matruk (yang dituduh berdusta). Berarti dari riwayat ini juga 
dho’if. Syaikh Al Albani pun mengatakan riwayat ini dho’if. (Lihat Irwaul 
Gholil, 4/37-38)
Sent from my BlackBerry® via Smart 1x / EVDO Network. Smart.Hebat.Hemat.

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Fri, 22 Jul 2011 07:09:04 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [assunnah] Bacaan berbuka puasa

Assalammu'alaikum,
Saya ingin mengetahu bacaan yg sunnah untuk berbuka puasa,disertai hadist nya.
Mohon informasinya.
Syukron

Wa'alaikumsalam..,
Ida
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT




------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke