Bismillaahirrahmaanirraahiim. Berikut ana kutip dari http://muslimah.or.id/ramadhan/doa-berbuka-puasa-yang-shahih.html Kedua terjemahan hadits yang anti tulis berasal dari hadits yang sama (hadits riwayat Abu Dawud no. 2357). Lafadz dan terjemahannya ana sertakan di bawah. WAllaahu a'lam.
--------------------------------------------------------------------------------------------- Terdapat sebuah hadits shahih tentang doa berbuka puasa, yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ “Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.” [Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki](Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678) [7] Periwayat hadits adalah Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma. Pada awal hadits terdapat redaksi, “Abdullah bin Umar berkata, ‘Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau mengucapkan ….‘” Yang dimaksud dengan إذا أفطر adalah setelah makan atau minum yang menandakan bahwa orang yang berpuasa tersebut telah “membatalkan” puasanya (berbuka puasa, pen) pada waktunya (waktu berbuka, pen). Oleh karena itu doa ini tidak dibaca sebelum makan atau minum saat berbuka. Sebelum makan tetap membaca basmalah, ucapan “bismillah” sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ “Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.(HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih) ________________________________ From: "[email protected]" <[email protected]> To: as sunnah <[email protected]> Sent: Friday, 29 July 2011 20:00:58 Subject: Re: [assunnah] Kapan baca do'a buka puasa? Bismillahi, Saya bersyukur atas silaturahmi yg baik di milis ini. Menyambung diskusi positif kita ttg membaca doa berbuka puasa, saya ada dua pertanyaan. Yg pertama. Apakah doa berbuka puasa dibaca sebelum atau sesudah membatalkan puasa? Saya tanya ke beberapa ustadz, ada yg menjawab sebelum ada yg menjawab setelah. Salah satu dari keduanya belum dapat saya eliminasi karena saya menemukan dua lafadz arti yg berbeda, yaitu: 1. Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah” (HR. Abu Daud no. 2357) Saya dapatkan dari stiker rodja dan pernah dengar dibacakan di radio rodja. Karena dikatakan "telah hilang rasa haus" maka menunjukkan dibaca setelah membatalkan puasa. Yg membuat saya ragu adalah karena ga selalu kita membatalkan puasa dgn minuman, bs jadi hanya kurma misalnya karena sdg dlm perjalanan. 2. Semoga hilang rasa dahaga, dan basah kembali urat-urat dan Insya Allah mendapat pahala (disisi-Nya). (HR Abu Daud No 2357 dengan sanad hasan) Saya dapat dari milis ini. Di pertanyaan tempo hari. Sehingga pertanyaan kedua: Lafadz mana yg benar ya? --- Lagi-lagi, Rasanya ingin melakukan critical appraisal dari penelitian kedua hadits di atas. Atau plg tidak, rasanya ingin mendengar hasil reviewnya dan tau cara melakukannya. Bahkan plg tidak, rasanya ingin mengetahui istilah critical appraisal dan review dalam ilmu syar'i." Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Jazakumullohu khoiron.
