From: [email protected]
Date: Fri, 29 Jul 2011 09:33:15 +0000
Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bagaimana hukumnya membayar fidyah yg ditujukan kepada keluarga sendiri 
(orangtua, kakak, bibi, dan semisalnya)?

Jazakumullahu khayran.
Abu Ziyad
>>>>>>>>>>

Fidyah dibagikan kepada orang-orang miskin (baik orang miskin itu kakak, bibi 
ataupun orang lain), adapun orang tua (ayah dan ibu) selayaknya kita memberikan 
nafkah dari harta kita kepada kedua orang tua jika mereka membutuhkannya. 
Wallahu a'lam

Dibawah ini ringkasan kepada siapa fidyah diberikan:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu.
"Artinya : Barangsiapa yang mencapai usia lanjut dan tidak mampu puasa 
Ramadhan, harus mengeluarkan setiap harinya satu mud gandum" [Hadits 
Riwayat Daruquthni 2/208 dalam sanadnya ada Abdullah bin Shalih dia 
dhaif, tapi punya syahid]

Dari Anas bin Malik (bahwa) beliau lemah (tidak mampu untuk puasa) pada 
satu tahun, kemudian beliau membuat satu wadah Tsarid dan mengundang 30 
orang miskin (untuk makan) hingga mereka kenyang. [Hadits Riwayat 
Daruquthni 2/207, sanadnya Shahih]

http://almanhaj.or.id/content/1116/slash/0

Fidyah tersebut dibayarkan hanya kepada orang fakir dan miskin. Setiap 
satu mud terpisah dari satu mud yang lainnya. Maka boleh memberikan 
beberapa mud dari satu orang dan dari fidyah satu bulan untuk seorang 
faqir saja". [17]

E. BAGAIMANA CARA MEMBAYAR FIDYAH
Cara membayar fidyah bisa dilakukan dengan dua hal. 

Pertama : Memasak atau membuat makanan, kemudian memanggil orang-orang 
miskin sejumlah hari-hari yang dia tidak berpuasa, sebagaimana hal ini 
dikerjakan oleh sahabat Anas bin Malik ketika beliau tua.

Disebutkan dari Anas bin Malik, bahwasanya beliau lemah dan tidak mampu 
untuk berpuasa pada satu tahun. Maka beliau membuatkan satu piring besar
 dari tsarid (roti). Kemudian beliau memanggil tigapuluh orang miskin, 
dan mempersilahkan mereka makan hingga kenyang. (Dikeluarkan oleh Al 
Baihaqi dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa'ul Ghalil).

Kedua : Memberikan kepada orang miskin berupa makanan yang belum 
dimasak. Para ulama berkata: "Dengan satu mud dari burr (biji gandum), 
atau setengah sha' dari selainnya. Akan tetapi, sebaiknya diberikan 
sesuatu untuk dijadikan sebagai lauknya dari daging, atau selainnya, 
sehingga sempurna pengamalan terhadap firman Allah yang telah 
disebutkan".
http://almanhaj.or.id/content/2807/slash/0


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke