TETAP SEGAR DAN SEHAT DI BULAN RAMADHAN
http://almanhaj.or.id/content/2768/slash/0
Bulan Ramadhan telah tiba. Bulan yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala
serta banyak keutamaan daripada bulan-bulan lainnya harus kita sambut dengan
semangat ibadah. Dan tentunya, kita menginginkan berpuasa dengan amalan-amalan
berpahala tanpa kelesuan. Meskipun perut kosong sejak pagi hingga menjelang
maghrib, jangan menjadikan aktivitas, terutama amalan ibadah di bulan Ramadhan
yang penuh berkah ini terlewatkan dengan sia-sia.
Untuk menjaga tubuh tetap segar dan sehat saat berpuasa, beberapa hal berikut
ini perlu kita perhatikan, sehingga dapat membantu meningkatkan amalan-amalan
ibadah di bulan Ramadhan.
1. Mengakhirkan Sahur.
Disunnahkan mengakhiri waktu makan sahur dengan waktu yang tak jauh dari saat
terbit fajar. Telah diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu ‘ahu, dari Zaid bin
Tsabit Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya dia pernah berkata: “Kami pernah makan
sahur bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah itu beliau
Shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung berangkat shalat”. Aku tanyakan :
“Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?” Dia menjawab,”Kira-kira sama
seperti bacaan lima puluh ayat.” [Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, 1V/118 dan
Imam Muslim, 1097]
Hikmah mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengakhirkan
sahur memang banyak manfaatnya bagi tubuh. Tubuh akan mempunyai tenggang waktu
yang cukup guna membakar makanan untuk dirubah menjadi kalori (energi),
sehingga badan tidak akan lemas pada siang hari
2. Hindari Tidur Setelah Makan Sahur.
Kebanyakan orang sering tidur setelah makan sahur. Salah satu factor yang
menjadi penyebabnya, karena makan sahur saat masih tengah malam atau jauh dari
terbit fajar. Selain tidak mengikuti Sunnah mengakhirkan sahur, shalat Subuh
mungkin tak bisa terjaga dengan baik (tidak tepat waktu). Keadaan ini akan
membuat tubuh menjadi semakin lemas pada siang hari.
3. Hindari Sikap Bermalas-Malasan
Bermalas-malasan tidak dianjurkan dalam Islam, apalagi di bulan Ramadhan.
Tetaplah aktif melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk amalan-amalan yang
mendatangkan pahala serta olah raga ringan. Berolah-raga bisa dilakukan pagi
hari, misalnya jalan, lari di tempat, bersepeda atau senam. Aktivitas pada saat
puasa justru dapat merangsang pengeluaran hormon-hormon anti insulin yang
berfungsi melepas gula darah dari simpanan energi, sehingga kadar gula darah
tidak menurun dan pada akhirnya tubuh tetap bugar sepanjang hari.
Apabila kantuk menyerang di pagi hari, segera saja berolahraga secukupnya untuk
membakar simpanan makanan supaya menjadi energi, kemudian lanjutkan aktivitas
Anda seperti biasanya, misalnya taddarus Al Qur`an, bekerja dan sebagainya.
4. Tidur Cukup.
Usahakan untuk cukup tidur agar sel-sel otot dan organ tubuh dapat pulih
kembali, baik siang maupun malam. Masing-masing orang bisa relatif berapa jam
dalam memenuhi kebutuhan tidurnya, yang penting tidak berlebihan. Tidur
berlebihan malah menyebabkan tubuh loyo, kulit wajah kering dan tidak segar.
5. Menyegerakan Berbuka.
Menyegerakan berbuka merupakan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
dan akan mendatangkan kebaikan. Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: Umat manusia ini akan
tetap baik selama mereka menyegerakan buka puasa. [Riwayat Bukhari, 1V/73 dan
Muslim, /1093]
6. Saat Berbuka Memulai Makan Dengan Rasa Manis.
Saat berbuka, awali dengan makanan atau minuman manis, seperti kurma atau teh
manis, atau minuman manis lainnya. Demikian juga Rasulullah telah memerintahkan
untuk berbuka puasa dengan kurma. Jika tak memiliki kurma, maka hendaklah
dengan air.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, dia bercerita: “Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam, biasa berbuka dengan beberapa buah ruthab (kurma segar)
sebelum mengerjakan shalat. Jika beliau n tidak mendapatkan ruthab, maka beliau
n berbuka dengan beberapa buah tamr (kurma masak yang sudah lama dipetik). Dan
jika tidak mendapatkan tamr, maka beliau meminum air”.
Memberi sesuatu yang manis pada tubuh saat perut dalam keadaan kosong lebih
diterima dan bermanfaat bagi anggota tubuh, apalagi badan yang sehat, akan
menjadi kuat kembali.
7. Hindari Minum Air Dingin Atau Es.
Sudah disebut di atas, apabila tak ada kurma, minumlah air putih. Pada saat
puasa, tubuh mengalami kekeringan atau dehidrasi, sehingga apabila dibasahi
dengan air, maka akan sangat bermanfaat memberi kesegaran bagi tubuh. Sebaiknya
hindari untuk langsung minum air dingin atau air es, karena akan menyebabkan
perut kembung. Juga minuman-minuman yang mengandung pemanis buatan (sintetis),
karena pemanis ini tidak mengandung kalori, sehingga akan menambah kelesuan
meskipun perut kenyang. Jangan pula mengkonsumsi minuman bersoda, karena dapat
berakibat buruk terhadap perut.
Khusus untuk mereka yang beraktivitas lebih, misalnya olahraga berat, pekerja
berat sehingga keringat keluar berlebihan, dianjurkan minum air dingin biasa,
karena akan diserap tubuh lebih cepat dibandingkan air hangat.
8. Berbuka Hendaknya Dilakukan Secara Bertahap.
Setelah berbuka dengan makanan/minuman yang manis, sebaiknya perut istirahat
terlebih dahulu lebih kurang 30-60 menit sebelum menyantap hidangan berbuka
lainnya. Pada saat menyantap makan pun, sebaiknya dilakukan secara bertahap,
jangan langsung berlebihan, supaya lambung (perut) tidak kaget dan mendadak
kerja keras, sehingga menjadikan Anda malas melakukan aktivitas selanjutnya.
Sebaliknya jangan makan terlalu sedikit, sebab hal ini akan menurunkan daya
tahan tubuh sewaktu puasa.
9. Menkonsumsi Makanan Berserat.
Perbanyaklah makan sayur dan buah saat berbuka atau sahur. Selain mengurangi
kekeringan tubuh (karena kandungan air dalam makanan berserat cukup tinggi),
tubuh juga dapat menahan rasa lapar lebih lama dengan makanan berserat. Hal ini
diakibatkan tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makanan berserat.
Demikian juga daging hewan berkaki empat dan unggas bisa bertahan lama di perut
10. Banyak Minum Air Putih.
Pada malam hari dan saat sahur, perbanyaklah minum air putih, serta selingan
dengan bahan berkalori tinggi, misalnya madu, kurma, gula, susu dan lain-lain
untuk mencegah dehidrasi atau kekeringan tubuh dari aktifitas di siang hari
yang banyak mengeluarkan keringat baik di ruangan terbuka juga di ruangan AC.
11. Menkonsumsi Makanan Bergizi.
Perbanyak makanan yang mengandung lima unsur gizi lengkap, seperti protein,
karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral, agar tubuh tetap sehat. Vitamin yang
perlu dikonsumsi setiap hari adalah vitamin A, B dan C yang banyak terdapat
pada buah berwarna merah atau kuning, sayuran berwarna hijau tua atau
kacang-kacangan.
12. Tetap Bersiwak Dan Mandi.
Dianjurkan tetap bersiwak, menyiramkan air dingin pada kepala dan juga mandi.
Bersiwak atau gosok gigi boleh dilakukan oleh orang yang berpuasa. Demikian
juga tidak ada masalah dengan berkumur dan mendinginkan diri pada badannya.
Dalam suatu riwayat disebutkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah
menyiramkan air pada kepalanya, sedangkan beliau n dalam keadaan berpuasa,
karena haus atau panas yang menyengat. Ibarat tanaman, jika kekeringan, maka
apabila disiram air, tanaman tersebut akan menjadi segar kembali.
13. Khusus Bagi Pasangan Suami Istri.
Kebutuhan biologis bagi suami istri tidaklah terhalang di bulan Ramadhan.
Tetapi dilarang berjima’ saat berpuasa di siang hari. Untuk menyalurkan nafsu
syahwat tersebut dapat dilakukan pada malam hari. Namun harus diingat, bahwa
menyalurkan kebutuhan biologis ini memerlukan energi atau tenaga yang tidak
sedikit. Apalagi bagi suami dengan istri lebih dari satu, pertimbangkanlah
untuk menyisakan cadangan energi, supaya tubuh tidak lemas atau aktivitas
terganggu saat berpuasa di siang hari.
Selain tips-tips di atas, dianjurkan pula bagi pasangan suami istri yang ingin
menyalurkan hasrat di malam hari, agar menambah makanan dengan kandungan
mineral yang tinggi, terutama zat besi. Konsumsi zat besi yang rendah akan
menyebabkan rendahnya kadar Hb yang merupakan kunci utama rendahnya perolehan
energi di dalam tubuh. Oleh karena itu dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi
sumber zat besi, misalnya hati, daging merah. ikan, kacang-kacangan dan sayuran
hijau. Selain itu juga makanan dengan kalori yang tinggi, dan tidak mengapa
mengkonsumsi suplemen vitamin serta mineral dalam kemasan, apabila konsumsi
makanan kita tidak dapat menjamin kebutuhan tubuh untuk melakukan aktivitas.
14. Bekal Makanan Sumber Energi Saat Beri’tikaf.
Apabila ingin memanfaatkan momen ibadah pada sepuluh hari terakhir bulan
Ramadhan, yaitu dengan beri’tikaf di masjid, jangan lupa berbekal makanan
sumber energi yang baik dan tahan lama, misalnya kurma, madu, berbagai jenis
gula, namun hindari gula-gula atau permen. Makanan dan minuman suplemen bisa
dikonsumsi, termasuk susu dalam kemasan. Akan tetapi, pilihlah makanan atau
minuman suplemen yang mengandung zat gizi yang diperlukan tubuh, dan sesedikit
mungkin mengandung zat non gizi (kafein, pemanis, pengawet dan lainnya yang
sejenis). Minuman jus buah (fruit juices) harus diencerkan dengan menambahkan
air, guna mempermudah penyerapan di dalam tubuh (1 bagian diencerkan dengan 3-7
bagian air).
Minuman berkafein (kopi, teh dan lainnya) boleh dikonsumsi asal tak berlebihan
bila menghendaki mengusir kantuk pada malam hari. Kadar kafein pada minuman
suplemen kemasan botol 150 ml umumnya berkisar 50 mg, setara dengan kadar
kafein yang terdapat dalam secangkir kopi, yaitu berkisar 50-75 mg. Batas aman
kafein untuk dikonsumsi tidak melebihi 150 mg.
Perlu juga berbekal obat-obat ringan, seperti obat pereda demam, sakit kepala,
anti diare beserta oralit, dan lain-lainnya. Gunanya, untuk menjaga apabila
saat beri’tikaf penyakit menyerang tubuh Anda.
Demikian sekilas ulasan, untuk menjaga agar tubuh tetap segar saat berpuasa.
Semoga dapat menambah puasa kita menjadi semakin sempurna, ikhlas semata karena
Allah dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah, mengisinya dengan amalan-amalan
bermanfaat.
Sumber :
1. Syaikh Salim bin ‘Id Al Hilali, Meneladani Shaum Rasulullah, terjemahan,
Pustaka Imam Syafi’i, Th 2003.
2. Astawan M, Kiat Menjaga Tubuh Tetap Sehat, Tiga Serangkai, Th 2004.
3. Harian Republika, 10 Oktober 2004
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi (07-08)/Tahun X/1426/2005M. Penerbit
Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton
Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858197]