Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang ucapan
selamat pada hari raya maka beliau menjawab [Majmu Al-Fatawa 24/253] : "Ucapan
pada hari raya, di mana sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika bertemu
setelah shalat Id :
تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ


"Semoga Allah menerima dari kami dan dari
kalian"

Dan ucapan selainnya, ini telah diriwayatkan dari sekelompok
sahabat bahwa mereka mengerjakannya. Dan para imam memberi rukhshah untuk
melakukannya seperti Imam Ahmad dan selainnya, akan tetapi Imam Ahmad berkata :
Aku tidak pernah memulainya mengucapkan selamat kepada seorangpun, namun bila
ada orang yang mendahuluiku mengucapkannya maka aku menjawabnya, karena menjawab
tahiyyah (ucapan selamat) hukumnya wajib. Adapun mendahuluinya, dengan
mengucapkan tahniah (ucapan selamat) bukanlah sunnah yang diperintahkan dan
tidak pula dilarang. Barangsiapa mengerjakannya maka baginya ada contoh dan
siapa yang meninggalkannya baginya juga ada contoh, wallahu a'lam.[Dicantumkan
Al Jalal As Suyuthi menyebutkan dalam risalahnya " Wushul Al Amani bi Ushul At
Tahani" beberapa atsar yang berasal lebih darisatu ulama Salaf, di dalamnya ada
penyebutan ucapan selamat. Kitab itu dicetak bersama ; Al Haari lil Fatawa
1/81-82, merujuklah padanya. Lihat pula al Maudhu’ fi Ma’rifatul Hadits al
Maudhu’ oleh Al ‘Allamah ‘Ali al Qaari (87) dengan ta’liq muhaqiq
atasnya]

Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar[Fathul Bari 2/446] : "Dalam "Al
Mahamiliyat" dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata, Para
sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bila bertemu pada hari raya, maka
berkata sebagian mereka kepada yang lainnya :
تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ


"Semoga Allah menerima dari kami dan darimu"

Ibnu
Qudamah dalam "Al-Mughni" (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata :
"Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat
Nabi Shallallahu 

Kirim email ke