Assalaamu'alaikum, Berita tersebut adalah HOAX alias tidak ada kebenarannya. Berita ini tersebar dan bermula dari salah satu tulisan di website Kompasiana. Alhamdulillah, sudah ada yang menjelaskan masalah HOAX ini di dalam website Kompasiana juga, termasuk klarifikasi langsung dari JAS (Jeddah Astronomy Society), yang dapat dibaca pada link berikut: http://jasas.net/vb/showthread.php?t=4742
Berikut kami kutipkan penjelasan masalah HOAX ini, yang dikutip dari tulisan di Kompasiana pada link berikut. http://sosbud.kompasiana.com/2011/09/01/hoax_saudi-arabia-1-syawal-adalah-rabu-31-agustus-2011/ Kutipannya. ------- HOAX_SAUDI ARABIA: 1 SYAWAL ADALAH RABU 31 AGUSTUS 2011 REP | 01 September 2011 | 17:46 Berikut Penjelasan RESMI dari JAS- JEDDAH ASTRONOMY SOCIETY, terkait tersebarnya berita bohong-hoax yang menyebutkan SAUDI ARABIA, salah dalam penentuan 1 Syawwal 1432 H pada tanggal 30 Agustus 2011, http://jasas.net/vb/showthread.php?t=4742 __________________ Pelajarannya, 1.cukuplah dianggap pembohong jika seseorang selalu saja mengatakan apa yang dia dengar...(tanpa cek dan klarifikasi), karena masalah ini adalah masalah publik yang sensitif, apalagi bertepatan perbedaan pendapat di Indonesia. Maka sejogjanya kita lebih bijak, sebelum memposting dan mengkhabarkan suatu berita. 2. Cek dan Klarifikasi ke sumber aslinya, berita resmi dari kantor berita, pemerintah dan bukan hasil repostase jurnalistis media, yang sulit sekali terhindar dari distorsi, apalagi sekedar berita pendapat orang, karena urusan besar ini domainnya Ulil Amri dalam berijtihad, bukan kita orang awwam, bahkan ahli astronomi sekalipun tak bisa langsung kita jadikan rujukan. 3.Asy-Syaikh Qais Al-Mubaarak (anggota haiah kibaaril-’ulamaa Saudi) mengatakan baru-baru ini .. ذكر علماء الفلك أنَّ المحاق يوم الإثنين 29 أغسطس قد حصل، وأنَّ رؤية الهلال ممكنة في أمريكا الجنوبية وفي جنوب أفريقيا، فاستناداً إلى هذا فإنَّ من عيَّد يوم الأربعاء فعيده صحيح، لأن المحاق قد حصل والرؤية ممكنة في أغلب الأرض، ومن عيَّد يوم الثلاثاء فعيده أيضاً صحيح، عملا بما عليه الإمام مالك وغيره. Jadi, 'Ied hari Selasa itu shahih (karena hilal memungkinkan untuk terlihat di sebagian tempat). Namun barangsiapa yang 'Ied hari Rabu, maka 'Ied nya itu juga shahih, karena hari itu hilal akan terlihat di banyak tempat/negeri secara umum (source : http://jasas.net/vb/showthread.php?p=27584#post27584). 4. Sekali lagi ini adalah Masalah Publik dan tidak semuanya bisa berijtihad. hari raya bukanlah urusan ormas tertentu, bukan urusannya wong cilik. Yang berhak angkat suara dan memutuskan adalah hanya Pemerintah http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3526-manut-pemerintah-dalam-hari-raya.html 5.Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah; Hukum yang telah ditetapkan oleh pemerintah (dengan cara apapun, pen) tidak akan berbeda dengan orang yang mengikuti pemerintah dengan melihat ru'yah hilal ; baik sebagai mujtahid yang benar atau (mujtahid) yang salah atau lalai. Sebagaimana telah disebutkan dalam Shahih, bahwa Nabi bersabda tentang para penguasa : “Shalatlah bersama mereka. Jika mereka benar, maka (pahalanya) untuk kalian dan mereka. Jika mereka salah, maka pahalanya untuk kalian (dan) dosanya untuk mereka”. Jadi, kesalahan dan kelalaian pemerintah, tidak ditanggung kaum muslimin yang tidak melakukan kelalaian atau kesalahan. [Majmu Fatwa 25/206] http://almanhaj.or.id/content/2302/slash/0 Wallahu a'lam ------- Mohon kesabaran dari antum semua selaku anggota milis Assunnah, untuk dapat memilah2, mana berita yang layak dan sepatutnya antum ambil dan dengarkan. Mari kita sibukkan diri kita untuk dapat terus menuntut ilmu syar'i, sesuai dengan pemahaman para salafushshalih, dan tidak disibukkan dengan berita2 yang ada. Demikian informasi tambahan yang dapat kami sampaikan, semoga menjadi jelas adanya. Wallahu'alam, Wassalaamu'alaikum, Admin Assunnah ---------------- On 9/10/2011 8:00 PM, حارس أبو دفاع wrote: > السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ > > Itu hoax ya akhi, > Sudah di-bbm dari ustadz Kholid tapi terhapus di ana. > > وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ > > > -----Original Message----- > From: Abu Fandi <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Sat, 10 Sep 2011 16:11:49 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: [assunnah] Tanya : Kafarat > > bismillah, > mungkin ada ikhwan fillah yg tau tentang kebenaran berita ini, apakah > benar pemerintah saudi arabia membayar kafarah/denda atas kekeliruan dalam > penetapan 1 syawal baru@ ini apakah sohih berita ini ? > > jazaakallahu khoiron > > atas bantuan antum....mungkin bisa ditanyakan atau antum punya koneksi dng > asatidza kita di saudi semacam ustdna firanda hafhizhohullah... > > baarakallahu fik, > ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Berhenti berlangganan: [email protected] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
