*@akhi Rozali,* afwan.. setahu ana Penyakit ACA itu bukan Syaraf kejepit, tapi....
*Definisi ACA (Anti body Anticardiolipin)* Penyakit darah kental atau *sindrom ACA<http://www.anneahira.com/sindrom-aca.htm> * atau sering juga dikenal dengan sindrom *hughes *sesuai dengan nama penemunya, merupakan sebuah penyakit autoimun dimana tubuh memproduksi antibodi yang menyerang bagian tubuh sendiri. Sindrom ACA sendiri merupakan indikasi dari APS (antibody antiphospholipid syndrome) yaitu kekurangan cairan dalam darah <http://www.anneahira.com/ramalan-golongan-darah.htm>yang menyebabkan mudahnya terjadi perlekatan antar trombosit yang menyebabkan darah membeku (thrombosis). Angka <http://www.anneahira.com/langkah-facial.htm> ACA sering dipakai untuk mengindikasikan adanya sindrom ini ketika dilakukan pemeriksaan serologi darah. Seseorang dikatakan terkena ACA positif pada saat nilai ACA > 20 MPL. *Bahayakah Sindrom ACA ?* ACA dengan nilai yang tinggi akan berbahaya karena menyebabkan rentetan gangguan pada tubuh. Sel tubuh yang tidak mendapatkan nutrisi akan mati dan kemudian akan menyebabkan kerusakan jaringan dilanjutkan dengan organ. Karena itu sindrom ACA dapat berlanjut menjadi penyakit jantung<http://www.anneahira.com/penyakit-jantung.htm>, stroke, gagal ginjal dan lain-lain. Pada ibu hamil, sindrom ACA dapat menyebabkan keguguran karena tidak lancarnya suplai nutrisi kepada janin dan memicu preeklamsia. *Gejala Sindrom ACA* Gejala yang dapat mengarah ke sindrom ACA, antara lain: - Pusing yang berlebihan - Migren yang berulang - Vertigo - Biru-biru pada kulit<http://www.anneahira.com/manfaat-madu-bagi-kulit.htm>dan ujung jari, - Penurunan daya ingat - Tuli sesaat - Pada ibu hamil terjadi mual dan pusing yang berlebihan, dan gejala ekstrimnya adalah keguguran berulang. *Faktor Risiko* Beberapa dokter mengatakan sindrom ACA lebih dikarenakan faktor gaya hidup daripada penyakit <http://www.anneahira.com/manfaat-jus-jambu-biji.htm>turunan atau genetik, tetapi adanya penderita sindrom ACA anak-anak, membuat pendapat ini diragukan. Meski langka, ada penderita sindrom ACA karena faktor genetis. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, jarang berolahraga, mengkonsumsi makanan dengan tingkat kolesterol<http://www.anneahira.com/manfaat-jus-buah02.htm>tinggi dan kurang serat dan mudah stres akan memicu terjadinya sindrom ini. Wanita yang mengkonsumsi oral kontrasepsi hormonal juga terindikasi mempunyai faktor risiko yang lebih besar. *Pengobatan* Pada dasarnya obat-obatan yang diberikan adalah untuk mengencerkan dan membebaskan darah dari penggumpalan (antikoagulan). Jenis obat<http://www.anneahira.com/asam-jawa.htm>-obatan untuk mengatasi sindrom ACA antara lain, aspirin, aspilet, heparin, wafarin, ascardia, dan inviclot. Obat dengan jenis antikoagulan biasanya disuntikkan pada jaringan kulit dan dapat dilakukan secara mandiri oleh penderita. source : www.anneahira.com/sindrom-*aca*.htm http://ircintana.wordpress.com/2009/04/17/aca-sindrom-anticardiolipin-sindrom-darah-kental/ * * 2011/9/12 rozali achmad <[email protected]> > ** > > > wa'alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh. > Mungkin yg dimaksud antum penyakit aca adalah Syaraf kejepit yg banyak > diketahui oleh orang awam. Kalau ini memang benar dan antum kasusnya sama > dengan ana yaitu sakit di tengkuk, leher dan sampai menjalar kesemutan > ditangan. setelah antum konsultasi ke dokter syaraf dan diterapi sebaiknya > antum terapi mandiri dengan cara berenang seperti yg ana lakukan saat ini. > InsyaAllah antum akan mengalami kesembuhan seperti pengalaman ana. Tapi > antum harus rutin berenang jangan stop sebatas kesembuhan saja. > > > Rozali Achmad > Telp : 0254-330182 > HP : 08121266222 > > > ------------------------------ > *Dari:* Rizaldi Prabantoro <[email protected]> > *Kepada:* "[email protected]" <[email protected]> > *Terkirim:* Jum, 9 September, 2011 23:46:13 > *Judul:* [assunnah] OOT : Efek penyakit aca > > > > Assalamualaikum warahmatullah > Saya mantan penderita penyakit aca , setelah di terapi pada tahun 2001 oleh > seorang dokter syaraf, alhamdulillah kadar aca saya kembali normal , hanya > saja semenjak itu saya tidak pernah cek kembali ke laboratorium . Tetapi > hingga kini saya masih sering merasakan sakit di bagian kepala , tengkuk, > dan leher , terutama pada saat mengunakan hp atau komputer akibat > radiasinya. Saya pernah menanyakan hal pada dokter tapi jawabannya kurang > memuaskan. Jika diantara rekan - rekan ada yang mengalami penyakit yang sama > dengan saya , mungkin bisa berbagi pengalaman sehingga kita dapat lebih > mengenali penyakit ini dan menanggulangi dampak2 yang di sebabkannya. > Syukron > > >
