Asalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh... Abu Fikri Ramadhan....salam kenal dengan saya.... Abu Dzaky - Bekasi.....
Sekedar sharing aja akhi.....saya bukan praktisi pendidikan.... tapi hanya sedikit pengalaman yang saya terapkan dalam pola tarbiyah anak2 di rumah.... pola saya "bisa karena biasa"...... dalam konsep umum ini semua hal bisa aja terjadi.... bisa baik... bisa juga buruk hasilnya.... untuk itu bagi ikhwah yang sudah mulai tahu pentingnya tarbiyah islamiyah maka sudah jelas kebiasaan yang baik lah yang akan dibiasakan agar anak bisa menjadi baik sebagai hasil kebiasaannya.... Cerita antum tentang sikap berbohong anak terlalu singkat....krn dalam masalah ini juga hrs dicermati faktor2 yang menyebabkan anak suka berbohong...salah satunya maaf lingkungan dalam rumah, lingkungan sekitar rumah dan lingkungan sekolah bisa merupakan salah satu penyebabnya....artinya dia hanya mencontoh... Untuk usia anak pun harus menjadi pertimbangan...krn apa? saya yakin apabila anak kita yang tinggal bersama kita sejak lahirnya...smp pada masa pertumbuhannya...terus ada sifat2 yang kurang baik...spt suka berbohong....secara dini saya yakin antum sudah tau...artinya dalam usia batita...biasanya anak suka ngarang cerita supaya dia dpt perhatian dari ortunya, atau dpt pembelaan krn bertengkar dengan kakaknya....ini juga merupakn bagian perilaku bohong anak pada ortunya....nah terus bagaimana cara mengatasinya...sudah jelas kita dengan cara lembut menyampaikan hal2 tsb tidak baik....tidak boleh diulangi....perbuatan yang disenangi syaiton....dan lain2 untuk memasukan pemahaman anak terhadap konsekwensi perbuatannya....dan ini harus intensif.....hal ini juga dilakukan untuk membangun pola komunikasi pada anak2 agar mudah dalam menerima nasehat..... Dalam usia Balita pun anak bisa aja berbohong...dengan berbagai sebab...salah satu diantaranya karena takut kena hukuman dari ortunya apabila jujur.... Untuk itu disinlah peran ortu sangat diperlukan untuk bisa membangun sifat2 baik yang sesuai dengan syariat.... Kalo boleh saya bercerita.... Anak laki-laki saya usia 9,5 tahun...... dalam kesehariannya alhamdulillah Alloh berikan saya kemudahan untuk mendidiknya...patuh, rajin dan cukup banyak hafalan Qur'an nya.... Satu hari....dia makan gorengan (tahu) di tambah dengan cabe rawit.... dia suka pedas.... tiap kali kami sll ingatkan...hati2 jangan bnyk2 cabe nya nanti pedas..... Tidak berapa lama dia lari ke kamar mandi dengan tergesa2... selesai dari kamar mandi saya tanyakan ada apa?.... dia jawab.... kepedesan...lalu saya tanya....memang kamu makan semua cabe nya.... dia jawab....tidak bi cuma sepotong.... qadarullah saya langsung ke ruang tengah (tanpa mksd mencari sisa cabe), dan saya dapatkan tangkai cabe yang tinggal tangkainya....lalu saya tanya lagi....katanya cuma sepotong?....dia jawab....cabe nya kecil..... Lihat Akhi..... sudah jelas ada "kebohongan" disini..... jawab pertama "cuma sepotong" setelah ketahuan...jawaban kedua "cabe nya kecil"......... Anak ini saya didik dengan disiplin tinggi... tapi dalam kasus ini dia telah berbohong.... saya agak sdkt marah...dan saya ingatkan....bahwa dia telah berbohong dengan dua jawaban yang berbeda pada saat di tanya...saya yakin di lakukan itu karena rasa TAKUT.... Akhirnya saya nasehati dia...bahwa kebohongan yang sedikit itu tetap berbohong dan tidak boleh dilakukan...karena hitungan kesalahannya sama yakni "Bohong" dan saya ingatkan juga bahwa apabila orng suka berbohong....bisa di cap sebagai pembohong di hadapan Alloh.... Alhamdulillah ending nya dia menangis...dia menyesal dan meminta maaf, berjanji tidak mengulangi.......... Hukuman yang diberikan pada anak adalah konsekwensi dari kesalahan yang dilakukan setelah adanya pendidikan...artinya kita tidak bisa langsung menghukum anak pada saat "salah" sedangkan kita tidak pernah memberikan contoh atau pendidikan yang benarnya seperti apa.... Maaf mungkin agak berbeda dari keumuman...secara pribadi saya berprinsip....untuk anak2 itu......"Takut" baru "Ta'at"....... Tapi jangan disalahkan artinya membuat rasa takut yang akhirnya mereka lari dan rusak secara psikis...bukan itu.... tapi rasa takut yang diberikan untuk memberikan efek fokus mereka terhadap apa yang akan kita sampaikan...pada saat mereka takut dalam arti terkondisi maka mereka akan ta'at.... nah dalam posisi inilah nilai2 tarbiyah kita tumpahkan pada mereka secara tematis dan sistematis..... Tapi satu hal yang sangat penting untuk perjuangan ini adalah...kekompakan ortu dalam memberikan lingkungan tarbiyah yang ideal untuk anak...terutama di dalam rumah..... Demikian semoga bermanfaat.... Wasalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh... Abu Dzaky - Bekasi 2011/9/16 aas masiah <[email protected]> > ** > > > Assalamu'alaykum... > > Ana mau tanya, bagaimana cara mendidik anak yang suka berbohong dan tidak > taat kepada orang tuanya ? > Apakah harus memakai kekerasan agar si anak tadi tidak mengulanginya lagi > kebiasaan buruknya? > Syukron atas semua jawabannya.. > > jazakullahu khair > > Abu Fikri Ramadhan > > >
