From: [email protected]
Date: Sun, 18 Sep 2011 13:06:43 +0700
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu




Ana pernah baca suatu hadits disalah satu buku  yang artinya kira2 demikian :
"Andaikata ummatku tahu rahasia keutamaan bulan Ramadhan niscaya mereka
akan berharap agar setiap bulan dijadikan bulan Ramahan seluruhnya"
Mohon tabayyun,
Bagaimana bunyi teks asli dan status hadits tersebut
Syukron,
Wassalamu'alaikum
Agus Suhendar
>>>>>>>>>>>>
 
HADITS KETUJUH : TENTANG BERANDAI-ANDAI RAMADHAN SEPANJANG TAHUN

لَوْ يَعْلَمُ الْعِبَادُ مَا (فِي ) رَمَضَانَ لَتَمَنَّتْ أُمَّتِي أَنْ 
يَكُوْنَ السَّنَةُ كٌلَّهَا

"Sekiranya manusia mengetahui apa yang ada pada buan Ramadhân, niscaya semua 
umatku berharap agar Ramadhân itu sepanjang tahun".

Maudhu'. Ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah rahimahullah, no. 1886 lewat 
jalur periwayatan Jarîr bin Ayyûb al Bajali, dari asy-Sya'bi dari Nâfi' bin 
Burdah, dari Abu Mas'ud al-Ghifari- ia mengatakan, "Suatu hari, aku mendengar 
Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda , "(lalu beliau 
menyebutkan hadits diatas).

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah membawakan hadits di atas dalam kitab beliau 
rahimahullah al-Maudhû'ât, 2/189 lewat jalur periwayatan Jarîr bin Ayyûb al 
Bajali dari Sya'bi dari Nâfi' bin Burdah dan Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 
'anhu . kemudian beliau rahimahullah mengatakan, "Hadits ini maudhû' (palsu) 
dipalsukan atas nama Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam. Orang yang 
tertuduh telah memalsukan hadits ini adalah Jarîr bin Ayyûb.

Yahya rahimahullah mengatakan, 'Orang-orang ini tidak ada apa-apanya (laisa bi 
syai-in).'

Fadhl bin Dukain rahimahullah mengatakan, 'Dia termasuk orang yang biasa 
memalsukan hadits.'

An-Nasa'i dan Daru Quthni rahimahullah mengatakan, 'Matrûk (orang yang 
haditsnya tidak dianggap).'"

Imam Syaukani rahimahullah dalam kitab al-Fawâ-idul Majmû'ah Fil Ahâdîtsil 
Maudhû'ah, no. 254 mengomentari hadits diatas, "Hadits ini diriwayatkan oleh 
Abu Ya'la rahimahullah lewat jalur Abdullah bin Mas'ûd Radhiyallahu 'anhu 
secara marfuu. Hadits ini maudhû (palsu). Kerusakannya ada pada Jarîr bin Ayyûb 
dan susunan lafazhnya merupakan susunan yang bisa dinilai oleh akal bahwa itu 
adalah hadits palsu.'
 
Selengkapnya silakan baca HADITS-HADITS DHA'IF DAN MAUDHU' YANG BANYAK BEREDAR 
PADA BULAN RAMADHAN http://almanhaj.or.id/content/3141/slash/0



                                          

Kirim email ke