Sekedar sharing, utk solusi silakan menghubungi email berikut : 
[email protected]
Tanpa riba اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ .
Semoga Allah mudahkan urusan kebaikan kita. ‎​امين يا رب العالمينْ 

Wassalam
Sapta abu abdurrahman
sapta 08121055891

-----Original Message-----
From: "Muh. Sa'adus Sulton" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 26 Oct 2011 18:08:13 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [assunnah] Kalau mau beli rumah : Bagaimana alternatifnya?

Yang saya bold, saya dukung sepenuhnya.

Sedikit share juga, lebaran kemarin saya juga rencana mau beli rumah di
salah satu perumahan di kampung halaman. Seperti biasa, pengembang
menawarkan cash atau KPR. Namun di situ ybs. menawarkan juga bisa dicicil
langsung ke pengembang, namun dengan jangka waktu hanya setahun (atau dua
bulan ya, agak lupa).

Saya waktu itu mencoba mengusulkan utk membayar separuh uang muka dan
sisanya mencicil langsung ke pengembang tanpa melalui pihak ketiga dg
nominal tertentu per bulannya, karena kebetulan penghasilan saya relatif
stabil setiap bulannya. Dengan skema yang saya tawarkan itu, cicilan akan
lunas dalam waktu 6,5 tahun. Saya sempat juga memberikan nomor hp saya,
apabila si pengembang tertarik dengan tawaran saya tsb. Namun sampai
sekarang belum ada kontak ke hp saya.

Jadi sampai sekarang masih menunggu adanya developer perumahan yang paham
hukum syari'ah utk memfasilitasi penyediaan rumah bagi kaum muslimin dengan
skema cicilan syari'ah. Memang dari segi risiko pengusaha, sangat besar,
karena rawan cicilan tidak lancar atau bahkan terhenti di tengah jalan. Tapi
saya yakin, barang siapa bertaqwa kepada Allah pasti Allah akan memberinya
jalan keluar dan menjadikan urusannya mudah.

Semoga berkenan ...

Pada 26 Oktober 2011 08:39, yoki kuncoro <[email protected]> menulis:

> **
>
>
> Assalamu'alaikum
>
> Sedikit saran.
>
> Sebaiknya antum menabung dan bersabar sampai dananya cukup. Insya Allah,
> banyak keberkahan dan banyak manfaatnya untuk antum
>
> Hindari menggunakan bank syariah saat ini yang masih belum sesuai syar'i
> sepenuhnya. Berdasarkan (1) pengalaman pribadi membeli rumah lewat bank
> sayriah; (2) setelah mempelajari prosesnya secara detail;  (3) mendengarkan
> kajian2 dari Ustadz Arifin badri tentang bank syariah di Indonesia; (4)
> berdiskusi dengan berbagai pelaku bank syariah dan akademisi di milis pasca
> ekonomi syariah UI dan di milis ekonomi syariah; (5) dan dari ucapan salah
> satu pegawai bank syariah sendiri; maka proses bisnis bank syariah masih
> tidak jauh berbeda dengan bank konvensional atau proses riil di dalamnya
> tetap ada unsur mengambil keuntungan dari proses pinjaman.
>
> Dengan menabung, bersabar, dan menghindari bank syariah yang ada saat ini,
> maka antum akan:
> 1. Bekerja lebih semangat dan keras agar bisa memiliki rumah
> 2. Berpikir lebih keras, memanfaatkan segala potensi diri antum untuk
> mengoptimalkan mendapatkan rizki dengan cara yang halal.
> 3. Terhindar dari bunga pinjaman yang nilainya 100% lebih untuk jangka
> waktu lama (misal: 15 tshun)
> 4. Terhindar dari riba, Insya Allah.
> 5. Mulai melakukan usaha atau menjadi pengusaha, karena dengan menjadi
> pengusaha, insya Allah rizki yang kita hasilkan berbanding lurus dengan
> usaha yang kita lakukan. Sehingga, bisa cepat terkumpul uang untuk membeli
> rumah.
>
> *Secara ideal dan lebih jauh, kita berharap ada developer rumah yang mampu
> memfasilitasi kita yang ingin memiliki rumah secara syar'i dan tanpa melalui
> lembaga keuangan yang ada saat ini. Dimana, proses jual beli dan pembayaran
> secara kredit (satu model transaksi) untuk jangka waktu tertentu (misal 15
> tahun) dilakukan oleh developer selaku penjual dan antum selaku pembeli.
> Jika ada orang yang kelebihan dana (misal pihak ketiga), maka cukup menjadi
> investor dan bekerjasama dengan developer rumah dengan sistem bagi hasil
> dari project pembangunan rumah. Bukan pembelian rumah. Sehinga proses bisnis
> yang ada cukup sederhana dan jelas tanpa ada yang disembunyikan. Dan
> masing-masing jelas, kalau ada masalah di kemudian hari, akan
> bertanya/menuntutnya ke siapa*.
>
> Mudah-mudahan, ada anggota milis yang tergerak hatinya untuk menjadi
> developer seperti ini dan investor yang mendukungnya. Sehingga, antum dan
> kita semua menjadi termudahkan untuk memiliki rumah dengan proses yang
> sesuai syar'i.
>
> Afwan kalau ada yang salah.
>
> Wassalamu'alaikum
>
> Yoki
>
>
> ------------------------------
> *From:* Supri Abumuhammad <[email protected]>
> *To:* "[email protected]" <[email protected]>
> *Sent:* Tuesday, October 25, 2011 4:26 PM
> *Subject:* [assunnah] Kalau mau beli rumah : Bagaimana alternatifnya?
>
>
> Bismillahirrohmanirrohiim.
> Ya ikhwatii fillah.
> Mohon masukan dari antum atau dari Ustadz.
> Jika kita mau membeli rumah, sementara uang kita hanya tersedia
> setengahnya, apa ada yg punya alternatif solusi yg syar'ie?
> syukron.
>
>
>  
>



-- 
“*Al-‘Ilmu Qoblal Qoul wal ‘Amal*”

Ilmu Dulu Sebelum Berkata dan Berbuat

Kirim email ke