From: [email protected]
Date: Sat, 5 Nov 2011 03:04:52 +0000

  




السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Afwan, apakah kambing betina diperbolehkan untuk dijadikan hewan Qurban atau 
Aqiqah...?

Barakallahu fiikum

​‎​وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Erlina Ummu AzzamSent from my BlackBerry®
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
 
Yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah jantan dan 
bertanduk : http://almanhaj.or.id/content/1281/slash/0

ضَحَّى النَّبِيُّ بِكَبْشيْنِ أَملَحَيْنِ أَقْرنَيْنِ، ذَبْحَهُمَا بِيَدِهِ، 
وَسَمَّى وَكَبَّرَ، وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَا حِهِمَا

"Artinya : Nabi berkurban dengan dua domba jantan yang berwarna putih campur 
hitam dan bertanduk. beliau menyembelihnya dengan tangannya, dengan mengucap 
basmalah dan bertakbir, dan beliau meletakkan satu kaki beliau di sisi-sisi 
kedua domba tersebut" [14]

9. Hewan kurban yang afdhal (lebih utama) berupa domba jantan (gemuk) bertanduk 
yang berwarna putih bercampur hitam di sekitar kedua matanya dan di 
kaki-kakinya, karena demikian sifat hewan kurban yang disukai Rasulullah 
shallallahu 'alaihi wa sallam. [15]
 
PERIHAL AQIQAH, KAMBING JANTAN ATAU BETINA 
http://almanhaj.or.id/content/857/slash/0
Ketentuan kambingnya disini tidak dijelaskan jenisnya, harus jantan atau boleh 
juga betina. Namun para ulama menyatakan, bahwa kambing aqiqah sama dengan 
kambing kurban dalam usia, jenis dan bebas dari aib dan cacat. Akan tetapi 
mereka tidak merinci tentang disyaratkan jantan atau betina. Oleh karena itu, 
kata syah (شَاةٌ ) dalam hadits di atas, menurut bahasa Arab dan istilah 
syari’at mencakup kambing atau domba, baik jantan maupun betina. Tidak ada satu 
hadits atau atsar yang mensyaratkan jantan dalam hewan kurban. Pengertian syah 
(شَاةٌ) dikembalikan kepada pengertian syariat dan bahasa Arab.[5]

Dengan demikian, maka sah bila seseorang menyembelih kambing betina dalam 
kurban dan aqiqah, walaupun yang utama dan dicontohkan Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam ialah kambing jantan yang bertanduk. Wallahu a’lam.

Wallahu 'alam


                                          

Kirim email ke