Karena minimya ilmu Ana, ana tidak akan membahas keshahihan Hadits ini.
Tapi ana mau memberikan nasehat,
Akh, kalau antum mendapatkan hadits2 yang tidak ada keterangannya seperti ini.
Tidak ada penjelasan imam siapa yang meriwayatkan (apa Bukhari, Muslim dan yg
lain).
Tidak ada keterangan penulis awal tulisan tersebut (yang sebelum di copy paste
oleh blogger yg lain), dia menyalin dari kitab apa.
Lebih baik antum tinggalkan tulisan di blog tersebut, dicuekin saja.
Yang lebih bagus antum berusaha menasehati penulis blog tersebut,
Tanya siapa yang meriwayatkan Hadits tersebut ?
Diambil dari kitab apa?
Apa derajat hadit tersebut?
Dan kalau bisa sekalian di nasehatin dosa yang sangat besar bagi yang
meriwayatkan bahkan menyebarkan Hadits yg belum jelas hukumnya (apakah shahih
atau tidak)
Contoh:
#Janganlah Membawakan / Menyebarkan Hadits yang tidak Jelas Status nya#
Seringlah kita baca atau kita dapat kiriman berupa broadcast, pesan berantai,
ataupun membaca di group di BB,
tentang sebuah kalimat yang disandarkan bahwa kalimat tersebut keluar dari
ucapan junjungan kita Muhammad Rosululloh.
Misal:
Rosululloh bersabda.......
Di hadits yang tidak jelas tersebut biasanya
tidak disebutkan siapa yang meriwayatkannya (apakah H.R. Bukhari, Muslim,
Nasa'i dan yang lain)
Bisa juga tanpa sanad sama sekali,
Dan biasanya juga ditambah dengan ciri hadits tersebut tidak disebutkan itu
didapat / dikutib dari kitab mana.
Dalam kitab haditsnya, Imam Muslim
menyebutkan di awal kitab sesuatu yang memperingatkan tentang hadits dha'if,
memilih judul:
"Bab larangan
menyampaikan hadits dari setiap apa yang didengar."
Berdasarkan sabda Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Salam,
"Cukuplah seseorang sebagai pendusta, jika ia menyampaikan hadits dari setiap
apa yang ia dengar." (HR. Muslim)
Imam Nawawi dalam kitabnya Syarah Muslim, menyebutkan:
"Bab larangan meriwayatkan dari
orang-orang dha'if (lemah)."
(Apalagi meriwayatkan hadits palsu dan yang belum jelas statusnya Red.)
Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam,
"Manusia dari umatku yang menceritakan hadits kepadamu apa yang kamu tidak
pernah mendengarnya,
tidak juga nenek moyang kamu,
maka waspadalah dan jauhilah mereka." (HR. Muslim)
Imam lbnu Hibban dalam kitab Shahih-nya menyebutkan:
"Pasal; Peringatan terhadap wajibnya
masuk Neraka orang yang menisbatkan sesuatu kepada Al- Mushthafa (Muhammad),
sedangkan dia tidak mengetahui kebenarannya."
Selanjutnya beliau menyebutkan dasarnya,
yaitu sabda Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Salam,
"Barangsiapa berbohong atasku (dengan mengatakan) sesuatu yang tidak aku
katakan,
maka hendaknya ia menempati tempat duduknya di Neraka."
(HR. Ahmad, hadits hasan)
Kehati-hatian para Sahabat dan Tabi'in (murid Sahabat) dalam meriwayatkan
hadits Rosululloh,
karena mereka sangatlah faham akan ancaman yang diberikan Rosululloh
Al-Baghowiy berkata,
"Segolongan dari para sahabat dan para tabiin (murid Sahabat) membenci untuk
terlalu banyak menyampaikan hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam
khawatir terjatuh dalam penambahan lafal hadits atau pengurangan atau
kesalahan.
Bahkan diantara para tabiin ada yang takut menisbahkan hadits kepada
Rasulullah,
lalu iapun menisbahkannya kepada sahabat dan berkata,
"Dusta atas nama seorang sahabat lebih ringan dari pada dusta atas nama
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam…
semua itu karena penghormatan kepada hadits-hadits Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam dan kekawatiran terjerumus dalam ancaman" (Syarh As-Sunnah
1/255-256)
Allohu a'lam
-ino ibnu permadi- @inohambaAlloh
===================
www.yufid.com
Search engine (Google nya)
untuk
Pencarian ilmu Islam berdasarkan
Al-Qur'an dan as-Sunnah (Hadits) yang Shahih
Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu
-----Original Message-----
From: "Deny Chandra" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 31 Oct 2011 10:21:27
Subject: [assunnah] Tanya derajat hadist
Ada yang tahu dalil untuk hadiths ini? Saya ketemu di sebuah blog, dan sudah
cari di Google dengan berbagai keyword, tetapi semua situs mengutip teks yang
sama, tanpa satupun yang kasih dalil. Apa ini benar sebuah hadiths? Ada yang
punya dalil? Makasih kalau bisa membantu.
“Seorang hamba Allah diperintahkan untuk masuk ke neraka pada hari kiamat, maka
iapun berpaling maka ditanya Allah SWT (padahal Dia Maha Mengetahui): ‘Mengapa
kamu menoleh?’ Ia menjawab: ‘Saya tidak berharap seperti ini’. Allah berfirman:
‘Bagaimana harapanmu?’ Jawabnya: ‘Engkau mengampuniku’. Maka firman Allah:
‘Lepaskan dia’.”
------------------------------------
Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/